Mendikti Saintek Brian Yuliarto: Kampus Harus Berdampak Nyata bagi Daerah Sekitar
Kamis, 17 April 2025 - 06:53 WIB
loading...
A
A
A
Ia berharap, dari interaksi langsung tersebut, mahasiswa dapat membuka wawasan baru tentang dunia pemerintahan serta memberikan ide-ide segar bagi para pemimpin daerah. Program ini diharapkan menjadi simbiosis mutualisme, di mana mahasiswa mendapatkan pengalaman, sementara pemda memperoleh masukan yang inovatif.
Brian juga menegaskan bahwa program Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Berdampak tidak hanya berfokus pada kampus besar bertaraf internasional, tetapi justru menargetkan kampus-kampus daerah yang berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi dan inovasi lokal.
“Di negara maju, kampus dinilai dari seberapa besar dampaknya terhadap ekonomi dan pengembangan wilayah. Kita ingin kampus-kampus di Indonesia juga menjadi pusat lahirnya solusi dan kemajuan teknologi,” tegasnya.
Kunjungan Mendikti Saintek ini berlangsung di Politeknik Negeri Kupang, Universitas Timor, dan Universitas Nusa Cendana. Ia mengajak seluruh pimpinan kampus untuk menyiapkan mahasiswa terbaiknya demi menyukseskan visi tersebut.
“Presiden ingin negara ini maju sejajar dengan negara-negara maju. Dan untuk itu, kampus harus menjadi prime mover-nya,” pungkasnya.
Sementara dalam sambutannya, Brian mengungkapkan bahwa kunjungan ke Politeknik Negeri Kupang menjadi lawatan pertamanya ke perguruan tinggi di luar Pulau Jawa sejak menjabat sebagai Mendikti Saintek.
“Di luar Jawa, di NTT ini saya hadir pertama kali, dan politeknik ini yang pertama saya kunjungi. Saya sangat senang melihat semangat mahasiswa saat praktik tadi, mereka antusias dan penuh mimpi besar. Ini adalah modal yang sangat berharga,” ujarnya.
Lebih lanjut, Brian menegaskan bahwa arah baru pendidikan tinggi di Indonesia harus berorientasi pada dampak. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga harus hadir sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat sekitarnya.
Brian juga menegaskan bahwa program Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Berdampak tidak hanya berfokus pada kampus besar bertaraf internasional, tetapi justru menargetkan kampus-kampus daerah yang berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi dan inovasi lokal.
“Di negara maju, kampus dinilai dari seberapa besar dampaknya terhadap ekonomi dan pengembangan wilayah. Kita ingin kampus-kampus di Indonesia juga menjadi pusat lahirnya solusi dan kemajuan teknologi,” tegasnya.
Kunjungan Mendikti Saintek ini berlangsung di Politeknik Negeri Kupang, Universitas Timor, dan Universitas Nusa Cendana. Ia mengajak seluruh pimpinan kampus untuk menyiapkan mahasiswa terbaiknya demi menyukseskan visi tersebut.
“Presiden ingin negara ini maju sejajar dengan negara-negara maju. Dan untuk itu, kampus harus menjadi prime mover-nya,” pungkasnya.
Sementara dalam sambutannya, Brian mengungkapkan bahwa kunjungan ke Politeknik Negeri Kupang menjadi lawatan pertamanya ke perguruan tinggi di luar Pulau Jawa sejak menjabat sebagai Mendikti Saintek.
“Di luar Jawa, di NTT ini saya hadir pertama kali, dan politeknik ini yang pertama saya kunjungi. Saya sangat senang melihat semangat mahasiswa saat praktik tadi, mereka antusias dan penuh mimpi besar. Ini adalah modal yang sangat berharga,” ujarnya.
Lebih lanjut, Brian menegaskan bahwa arah baru pendidikan tinggi di Indonesia harus berorientasi pada dampak. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga harus hadir sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat sekitarnya.
Lihat Juga :