Siap-siap, Presiden Prabowo akan Umumkan Kembalinya Penjurusan SMA pada Hardiknas 2025

Rabu, 23 April 2025 - 16:30 WIB
loading...
Siap-siap, Presiden...
Presiden Prabowo Subianto rencananya akan mengumumkan peresmian dikembalikannya penjurusan di SMA pada Hardiknas 2025. Foto/Zenius.
A A A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto disebut-sebut akan meresmikan dihidupkannya kembali jurusan IPA , IPS, dan Bahasa untuk jenjang SMA pada 2 Mei 2025, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani menyebut ada sejumlah kebijakan terkait pendidikan dasar dan menegah yang akan diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tanggal 2 Mei mendatang.

Baca juga: Penjurusan SMA Bakal Hidup Lagi, Prabowo Beri Arahan Khusus ke Mendikdasmen

Ia menyebut, salah satunya adalah terkait rencana penjurusan SMA.

"Itu akan resmi juga diumumkan pada tanggal 2 Mei 2025," kata Lalu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/4/2025) malam.

Menurut Lalu, penghapusan penjurusan oleh Mendikbudristek Nadiem Makarim sebelumnya bertentangan.

Baca juga: Ini Alasan PB PGRI Dukung Kembalinya Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA

Permendikbud Ristek Nomor 12 Tahun 2024 yang digunakan Nadiem sebagai dasar menghilangkan penjurusan bertentangan dengan PP Nomor 17 Tahun 2010, Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, serta Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003.

"Di Permendikbud itu, itu tidak cabut. Nah sehingga bertentangan, sehingga kami mengusulkan setelah melihat data-data empiris, kemudian kajian yang dilakukan oleh Kemdikdasmen, maka kami Komisi X menyetujui penjurusan itu" ujarnya.

Legislator PKB itu mengatakan bahwa stigma negatif antarjurusan di SMA tak lagi ada dalam rencana penghidupan kembali penjurusan di SMA. Pasalnya, dari rencana yang ada, penjurusan akan dilakukan mulai kelas XI, sementara kelas X baru akan dilakukan asesmen minat bakat.

"Nah, jadi siswa kelas 10 ini dites bakat dan minatnya dulu, ini si A cocoknya di IPA atau IPS atau Bahasa. Nah itu, jadi tidak hanya melihat nilai akademik," tuturnya.



Di sisi lain, kata dia, dengan adanya penjurusan ini, pendidikan tinggi lebih mudah. Misal, anak-anak di IPA otomatis akan bisa melanjutkan pengetahuan yang di perguruan tinggi yang setara dengan ilmu pastinya IPA, demikian juga IPS dan Bahasa.

"Kemudian di samping itu juga anak IPA boleh mengambil 2 mata pelajaran IPS, anak IPS boleh mengambil 2 mata pelajaran IPA, begitu juga Bahasa. Nah, jadi semua sudah dikaji dan ini merupakan kombinasi dari kurikulum merdeka dan yang sekarang," kata dia.

Lalu mengungkap, dari hasil survei di lapangan oleh pihak Kemendikdasmen, ternyata 80 persen menginginkan untuk kembali adanya penjurusan di SMA.

"Nah, sebenarnya walaupun penjurusan ini kemarin dihapus, tapi nyatanya di lapangan kebanyakan sekolah-sekolah kita tetap menggunakan penjurusan ini. Nah itu temuan di lapangan," pungkasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
Profil Pendidikan Dino...
Profil Pendidikan Dino Patti Djalal, Mantan Wamenlu dan Dubes yang Saat Ini Jadi Sorotan
P2G Soroti Dampak Instruksi...
P2G Soroti Dampak Instruksi Penerapan Bahasa Prancis di Sekolah, Khawatir Bebani Siswa
Presiden Prabowo Instruksikan...
Presiden Prabowo Instruksikan Sekolah Ajarkan Bahasa Prancis, DPR: Ada Tidak Sumber Dayanya?
Sejarah Hari Buruh 1...
Sejarah Hari Buruh 1 Mei: Awal May Day hingga Resmi Jadi Libur Nasional di Indonesia
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Latsarmil Manajer Kopdes...
Latsarmil Manajer Kopdes Dievaluasi, Istana: Insyaaallah, Tidak Terjadi Korban Lagi
LPI Minta Program Prioritas...
LPI Minta Program Prioritas Nasional Dievaluasi Agar Sesuai Arahan Presiden
Rekomendasi
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Berita Terkini
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Diumumkan Besok, Ini...
Diumumkan Besok, Ini Link Resmi Hasil Seleksi SMMPTN-Barat 2026
Program Studi Pendidikan...
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris MNC University Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK untuk Perkuat Mutu Pendidikan
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen...
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen Umumkan 60.896 Peserta PPG Guru Tertentu Tahap 2 2026
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek...
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek Siapkan Kelompok Kerja Percepat Kebijakan Strategis
Kemendikdasmen Buka...
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Calon Guru 2026, Cek Syarat dan Bidang Studinya
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Program Utama Pemerintahan Prabowo-Gibran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved