Belajar Tanpa Batas, Peran Platform Digital Penting dalam Pelatihan Guru

Kamis, 24 April 2025 - 17:30 WIB
loading...
Belajar Tanpa Batas,...
pelatihan guru berbasis digital dapat menjadi alat yang efektif dan efisien dalam menyebarkan pengetahuan secara luas. Foto/Tanoto Foundation.
A A A
JAKARTA - Tanoto Foundation menggagas sebuah studi berjudul The Effectiveness of Different Modalities of Digital-based Teacher Training Program in Indonesia. Studi ini menguji efektivitas berbagai pendekatan dan metode pelatihan guru berbasis digital (daring).

Pelatihan itu juga serta memberikan bukti empiris mengenai bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara strategis untuk memperluas dampak pelatihan guru, terutama di daerah dengan keterbatasan infrastruktur pendidikan.

Pada Maret lalu, studi ini terpilih untuk dipaparkan dalam konferensi pendidikan internasional Comparative and International Education Society (CIES) 2025 di Chicago, Amerika Serikat.

Baca juga: Shahnaz Haque Berbagi Tips Mendidik Anak Agar Bisa Berpikir Kritis

Forum ini sendiri adalah sebuah forum diskusi yang menghimpun para peneliti dan praktisi pendidikan dari seluruh dunia.

Studi yang ditulis oleh Head of Monitoring, Learning, and Evaluation Tanoto Foundation, Murni Leo, Education Specialist Lead, Golda Eva Simatupang, dan Digital Assets Specialist, Alexander Haratua ini dipresentasikan langsung oleh Murni Leo dan Golda Simatupang dalam sesi “Global Tech Sparks: Pioneering Teacher Development Across Borders”.

Studi ini bertolak dari tantangan nyata yang dihadapi dalam pelatihan guru di negara kepulauan seperti Indonesia, khususnya terkait akses, kualitas fasilitator, dan keberlanjutan pelatihan.

Baca juga: 3 Inisiatif Penting untuk Pendidikan Anak Usia Dini di Asia Tenggara Diluncurkan

Golda, yang saat itu merupakan pengembang program pelatihan guru Tanoto Foundation, menemukan bahwa, pendekatan pengembangan profesional guru harus mempertimbangkan keragaman konteks wilayah dan tantangan yang dihadapi di lapangan.

Pendekatan seragam (one size fits all) justru berisiko mengabaikan kebutuhan nyata di daerah. Oleh karena itu, diferensiasi strategi pelatihan menjadi kunci agar kebijakan dapat diimplementasikan secara adaptif dan berdampak di berbagai kondisi local.

Berdasarkan hal tersebut, Tanoto Foundation kemudian mengembangkan dan mengimplementasikan empat pendekatan pelatihan guru berbasis digital yang berbeda, yaitu:

- Pelatihan sepenuhnya mandiri melalui platform online (atau Massive Open Online Courses /MOOCs).

- Pelatihan mandiri yang dilengkapi dengan satu kali sesi pendampingan lewat telekonferensi

- Pelatihan mandiri yang ditambah dengan satu kali pertemuan tatap muka dalam kelompok kerja guru di komunitas

- Dan pelatihan yang lebih terstruktur melalui platform digital, dengan pendampingan intensif dari fasilitator terlatih.

“Fokus empat pendekatan pelatihan ini adalah pada peningkatan kapasitas guru dalam menerapkan metode pembelajaran aktif di ruang kelas, sesuai dengan standar kompetensi guru yang ditetapkan dalam Program PINTAR Tanoto Foundation (sebuah program yang bertujuan meningkatkan literasi dan numerasi siswa Indonesia lewat pengembangan kapasitas pendidik, sistem dan kebijakan pendidikan, serta pendidikan guru),” sebut Golda.

Untuk menghimpun berbagai bukti dan pembelajaran dari program ini, Murni sebagai Head of Monitoring, Learning, and Evaluation Tanoto Foundation menganalisis sekitar 17.000 data pelatihan yang dihimpun dari lebih dari 30 kabupaten/kota di Indonesia selama periode 2021 hingga 2023. Data yang digunakan mencakup hasil kuis dalam aplikasi, analitik pengguna di LMS, survei online, serta catatan administratif pelatihan.

Melalui analisis deskriptif, tim peneliti membandingkan sejumlah aspek penting dari keempat pendekatan pelatihan tersebut, antara lain tingkat penyelesaian pelatihan, tingkat penyerapan materi, perilaku pengguna, motivasi belajar, strategi pelaksanaan di lapangan, hingga efisiensi biaya pelatihan.

“Salah satu temuan utama dari penelitian ini adalah pelatihan guru berbasis digital dapat menjadi alat yang efektif dan efisien dalam menyebarkan pengetahuan secara luas, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses,” sebut Murni.

“Namun, interaksi antara manusia tetap memegang peranan penting, khususnya di tahap awal pelatihan, untuk membangun komitmen belajar dan meningkatkan pemahaman peserta terhadap materi. Dengan kata lain, kombinasi antara teknologi dan kehadiran manusia terbukti menjadi pendekatan yang paling menjanjikan dalam meningkatkan kualitas pelatihan guru secara masif,” sambung Murni.

Penelitian ini juga menyoroti pentingnya fleksibilitas dalam desain pelatihan. Platform digital memungkinkan guru belajar secara mandiri dan sesuai ritme masing-masing, tanpa harus meninggalkan tugas mengajar atau berpindah tempat.

Hal ini menjadi peluang besar bagi pengembangan profesional guru di masa depan, khususnya untuk konteks negara berkembang dengan hambatan geografis yang serupa.

Meskipun penggunaan teknologi dalam pelatihan guru masih relatif baru dan dihadapkan pada tantangan seperti rendahnya kepercayaan diri guru terhadap kemampuan digital serta keterbatasan unsur praktik dan pendampingan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini dapat secara signifikan meningkatkan persepsi dan keterampilan digital guru.

Sebelum diperkenalkan pada Learning Management System (LMS), seluruh responden menilai kemampuan digital mereka dalam kategori rendah. Setelah menggunakan LMS selama satu bulan, jumlah responden yang menilai dirinya masih dalam kategori kemampuan rendah menurun menjadi 32%.

Sebanyak 43% responden menilai kemampuan mereka memadai, dan 25% lainnya menilai diri mereka memiliki kemampuan baik.

“Studi ini memberikan pertimbangan praktis bagi para pembuat kebijakan dan praktisi di Indonesia serta negara-negara lain yang menghadapi tantangan serupa, dengan menekankan pentingnya strategi yang beragam dan disesuaikan dengan konteks, serta investasi pada struktur dukungan lokal seperti komunitas guru untuk menyukseskan transformasi digital dalam pendidikan guru,” tutup Murni.

Asyia Kazmi, Policy Lead di Gates Foundation, yang turut hadir dalam sesi presentasi Tanoto Foundation di CIES, menyampaikan apresiasinya terhadap pendekatan yang ditawarkan. Ia menyoroti bagaimana Tanoto Foundation tidak hanya merancang program di atas kertas, tetapi juga secara serius mempertimbangkan implementasi di lapangan serta pentingnya konteks lokal dalam pelaksanaan pelatihan guru.

Golda mengungkapkan sebuah kebanggaan tersendiri bagi Tanoto Foundation hasil riset tersebut dapat terpilih dari banyaknya peserta lintas negara. “Pengakuan di komunitas akademisi internasional ini menjadi motivasi bagi kami di Tanoto Foundation untuk dapat terus menciptakan program berbasis data dan berdampak bagi ekosistem pendidikan Indonesia,” sambung Golda.

Pengakuan atas studi ini memperlihatkan pentingnya inovasi berbasis konteks dalam menghadapi tantangan pendidikan global. Tanoto Foundation sendiri yang berfokus pada peningkatan sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan berkomitmen untuk mendukung pengembangan solusi berbasis bukti di berbagai lini Pendidikan.

Temuan dari studi ini diharapkan dapat memperkaya diskusi global tentang masa depan pengembangan profesional guru, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam membangun sistem pendidikan yang lebih adaptif dan inklusif.

Comparative and International Education Society (CIES) sendiri merupakan organisasi akademik internasional yang didirikan pada tahun 1956. Berbasis di Amerika Serikat, CIES memfokuskan kegiatannya pada kajian dan praktik pendidikan komparatif dan internasional.

Setiap tahun, CIES menggelar konferensi tahunan yang mempertemukan lebih dari dua ribu peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan temuan riset dan tren terkini di dunia pendidikan.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC University Gelar...
MNC University Gelar Workshop Penyusunan Modul Ajar untuk Guru Tingkat SD
Perjuangan Teuku Feroz...
Perjuangan Teuku Feroz Bantu Anak Aceh Tembus Kampus Top Nasional
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan Didorong Lewat Pelatihan Guru dan Kampus Berdampak Nyata
Buku “Misi untuk Raka”...
Buku Misi untuk Raka Diluncurkan, Edukasi Anak Usia Dini agar Seru Tanpa Gawai
UNRI Latih Guru SD Pekanbaru...
UNRI Latih Guru SD Pekanbaru Terapkan Koding dan AI dalam Pembelajaran Deep Learning
Kemendikdasmen Rancang...
Kemendikdasmen Rancang Program Hari Belajar Guru, Pelatihan Kini Langsung di Sekolah
Latih Siswa dan Guru...
Latih Siswa dan Guru SMK, TBIG Siapkan Tenaga Kerja Terampil di Bidang Telekomunikasi
Tim Dosen Unpak Bogor...
Tim Dosen Unpak Bogor Latih Guru SMP Gunakan AI untuk Pembelajaran Multikultural
Sekolah Damai Ciptakan...
Sekolah Damai Ciptakan Lingkungan Pendidikan Bersih dari Intoleransi dan Bullying
Rekomendasi
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Berita Terkini
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Buka 5 Prodi Baru, Siapkan Lulusan Siap Kerja
Kisah Perjuangan Putri...
Kisah Perjuangan Putri Buruh Terasi Rembang Raih Doktor dari UIN Walisongo
Politeknik STIA LAN...
Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar ICoGPASS, Konferensi Internasional untuk Entaskan Kemiskinan
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
Jago STEAM, Tim SMPK...
Jago STEAM, Tim SMPK 4 PENABUR Raih Prestasi di Kompetisi Internasional
Hasil Seleksi Administrasi...
Hasil Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu 2026 Diumumkan, Cek Akun SIMPKB!
Infografis
Disegani Dunia, Ini...
Disegani Dunia, Ini 4 Peran Erdogan dalam Kebangkitan Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved