Mendikdasmen Abdul Mu'ti Masuk Daftar 10 Menteri Berkinerja Terbaik Versi IndoStrategi
Rabu, 30 April 2025 - 20:03 WIB
loading...
A
A
A
1. Abdul Mu'ti (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah) – 4,20
2. Amran Sulaiman (Menteri Pertanian) – 4,15
3. Dudy Purwagandhi (Menteri Perhubungan) – 4,09
4. Dodi Hanggodo (Menteri Pekerjaan Umum) – 4,08
5. Nasaruddin Umar (Menteri Agama) – 4,07
6. Sri Mulyani (Menteri Keuangan) – 4,03
7. Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan) – 3,96
8. Raja Juli Antoni (Menteri Kehutanan) – 3,89
9. Fadli Zon (Menteri Kebudayaan) – 3,88
10. Prasetyo Hadi (Menteri Sekretariat Negara) – 3,69
Baca Juga: Mendikdasmen Tidak Melarang Wisuda SD-SMA, tapi...
Menurut Ali, para menteri yang masuk daftar ini menunjukkan kemampuan adaptif dalam merespons dinamika publik, menjalankan program kerja secara efisien, serta membangun komunikasi yang efektif dengan berbagai pemangku kepentingan.
Riset dilakukan pada periode 17 Maret hingga 25 April 2025 menggunakan metode purposive sampling dan pendekatan kualitatif. Penilaian melibatkan 67 pakar dari berbagai wilayah dan disiplin ilmu, ditunjang oleh triangulasi data dari dokumen kebijakan nasional (Asta Cita dan RPJMN 2024–2029), diskusi kelompok terfokus (FGD), dan kajian media serta studi relevan lainnya.
Riset ini diharapkan dapat menjadi tolok ukur publik dalam menilai efektivitas kinerja kabinet serta mendorong transparansi dan perbaikan berkelanjutan di tubuh pemerintahan.
2. Amran Sulaiman (Menteri Pertanian) – 4,15
3. Dudy Purwagandhi (Menteri Perhubungan) – 4,09
4. Dodi Hanggodo (Menteri Pekerjaan Umum) – 4,08
5. Nasaruddin Umar (Menteri Agama) – 4,07
6. Sri Mulyani (Menteri Keuangan) – 4,03
7. Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan) – 3,96
8. Raja Juli Antoni (Menteri Kehutanan) – 3,89
9. Fadli Zon (Menteri Kebudayaan) – 3,88
10. Prasetyo Hadi (Menteri Sekretariat Negara) – 3,69
Baca Juga: Mendikdasmen Tidak Melarang Wisuda SD-SMA, tapi...
Menurut Ali, para menteri yang masuk daftar ini menunjukkan kemampuan adaptif dalam merespons dinamika publik, menjalankan program kerja secara efisien, serta membangun komunikasi yang efektif dengan berbagai pemangku kepentingan.
Riset dilakukan pada periode 17 Maret hingga 25 April 2025 menggunakan metode purposive sampling dan pendekatan kualitatif. Penilaian melibatkan 67 pakar dari berbagai wilayah dan disiplin ilmu, ditunjang oleh triangulasi data dari dokumen kebijakan nasional (Asta Cita dan RPJMN 2024–2029), diskusi kelompok terfokus (FGD), dan kajian media serta studi relevan lainnya.
Riset ini diharapkan dapat menjadi tolok ukur publik dalam menilai efektivitas kinerja kabinet serta mendorong transparansi dan perbaikan berkelanjutan di tubuh pemerintahan.
(dra)
Lihat Juga :