Targetkan 50.000 Peserta, Pemerintah Siapkan Program Magang Nasional
Minggu, 04 Mei 2025 - 14:25 WIB
loading...
A
A
A
"Para peserta magang akan dibekali keahlian dasar dalam bidang seperti smart office, smart warehouse, smart logistic, smart building, smart farming, hingga smart fishery," jelas Yassierli. Ia optimistis keahlian ini dapat langsung diterapkan saat peserta masuk ke dunia kerja.
Menaker juga memastikan bahwa peserta magang yang telah terlatih akan mendapat pengawasan langsung dari pemerintah, bukan dari perusahaan. Perusahaan cukup memberikan studi kasus untuk diselesaikan oleh peserta magang. Setelah program selesai, peserta yang belum direkrut akan diarahkan ke perusahaan lain oleh Kementerian.
“Bila terbukti kompeten, perusahaan dapat merekrut mereka sebagai karyawan,” tambahnya.
Program Magang Nasional ini merupakan bagian dari strategi besar untuk meningkatkan kualitas SDM dalam menghadapi tantangan reindustrialisasi dan memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Ketenagakerjaan bersama GNIK juga meluncurkan “Podcast Produktivitas” sebagai bagian dari upaya mendorong budaya produktivitas berkelanjutan di berbagai sektor.
Yassierli menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan sangat penting untuk mencapai reindustrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menyebut pemerintah sebagai penggerak utama (orkestrator), namun menekankan bahwa kesuksesan transformasi SDM bergantung pada sinergi dari seluruh pihak.
Menaker juga memastikan bahwa peserta magang yang telah terlatih akan mendapat pengawasan langsung dari pemerintah, bukan dari perusahaan. Perusahaan cukup memberikan studi kasus untuk diselesaikan oleh peserta magang. Setelah program selesai, peserta yang belum direkrut akan diarahkan ke perusahaan lain oleh Kementerian.
“Bila terbukti kompeten, perusahaan dapat merekrut mereka sebagai karyawan,” tambahnya.
Program Magang Nasional ini merupakan bagian dari strategi besar untuk meningkatkan kualitas SDM dalam menghadapi tantangan reindustrialisasi dan memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Ketenagakerjaan bersama GNIK juga meluncurkan “Podcast Produktivitas” sebagai bagian dari upaya mendorong budaya produktivitas berkelanjutan di berbagai sektor.
Yassierli menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan sangat penting untuk mencapai reindustrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menyebut pemerintah sebagai penggerak utama (orkestrator), namun menekankan bahwa kesuksesan transformasi SDM bergantung pada sinergi dari seluruh pihak.
Lihat Juga :