Wisuda ke-67 UKRIDA Serukan Pendidikan Tinggi Berdampak
Kamis, 08 Mei 2025 - 19:34 WIB
loading...
Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) mewisuda 252 lulusan. Foto/UKRIDA.
A
A
A
JAKARTA - Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) mewisuda 319 lulusan, terdiri dari 252 lulusan program sarjana dan 67 lulusan program magister.
Wisuda tahun ini menjadi istimewa karena dilaksanakan masih dalam momentum peringatan "Hari Pendidikan Nasional" yang menggemakan arah baru pendidikan tinggi di Tahun 2025 untuk memberikan Pendidikan Berdampak bagi seluruh generasi muda Indonesia.
Baca juga:Kisah Dewi Agustiningsih, Anak Sopir Lulusan SMP Jadi Doktor Termuda UGM dan Jabat Dosen ITB
“Dengan bekal ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh, kami berharap para wisudawan akan menjadi agen perubahan yang berdampak positif bagi masyarakat,” ujar Rektor UKRIDA, Prof. Dr.-Ing. Ir. Herman Parung, melalui siaran pers, Kamis (8/5/2025).
Ia menjelaskan di tengah tantangan dan perubahan Society 5.0 yang semakin berat dan kompetitif, seperti perkembangan kecerdasan buatan, serta dinamika global, para lulusan baru ditantang untuk terus beradaptasi, berpikir kreatif, dan memiliki daya saing yang tinggi.
Sementara itu, Plt Kepala LLDIKTI Wilayah III Jakarta, Tri Munanto mengapresiasi berbagai inisiatif kolaborasi dan pengabdian UKRIDA yang telah berdampak bagi masyarakat sekitar, “UKRIDA saat ini sudah memiliki rumah sakit, sehingga mudah-mudahan itu menjadi salah satu hal yang bisa membuat dampak positif bagi masyarakat, khususnya di sekitar kampus UKRIDA dan Indonesia secara umum," ujarnya.
Baca juga: Unhan Cetak 426 Lulusan Unggul, Wamenhan Beri Pesan Penting
Dalam kesempatan wisuda UKRIDA kali ini, ia juga menyampaikan program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemediktisaintek) terbaru bagi perguruan tinggi, yaitu Diktisaintek Berdampak yang mengharapkan seluruh perguruan tinggi beserta insan perguruan tinggi membuat program dengan melakukan aktivitas yang berdampak di sekitar perguruan tinggi seperti, komunitas, industri, serta masyarakat.
Misi UKRIDA dalam menyelenggarakan pendidikan yang berdampak dalam skala nasional dan global juga terus ditingkatkan dengan berbagai kolaborasi antara UKRIDA dan Dunia Usaha Dunia Industri Dunia Kerja (DUDIKA).
Saat ini tercatat adanya 83 mitra dalam negeri dan mitra luar negeri sebanyak 2 perusahaan, mitra perguruan tinggi negeri sebanyak 6, mitra perguruan tinggi swasta sebanyak 58, mitra perguruan tinggi luar negeri sebanyak 23, serta mitra pemerintah daerah sebanyak 9 lembaga yang masih berlangsung di tahun 2025 ini.
Pada acara yang sama Ketua Umum Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Tinggi Kristen (BP YPTK) Krida Wacana, Oki Widjaja juga membagikan langkah mitigasi UKRIDA terkait pengembangan Artificial Intelligence (AI) yang akan berdampak besar bagi mata pencarian masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
“Saat ini, UKRIDA sudah berinisiatif mempunyai Laboratorium AI untuk mengembangkan Artificial Intelligence (AI) yang bukan saja untuk ilmu - ilmu kesehatan tetapi juga untuk ilmu ekonomi, ilmu psikologi dan berbagai ilmu lainnya,” tutur Oki Widjaja.
Dalam wisuda kali ini, lulusan terbaik dengan predikat cum laude adalah Arry Wijaya (Program Studi Magister Manajemen), Micel (Program Studi Psikologi), Marcella Angelica (Program Studi Manajemen), Aisa Valencia (Program Studi Kedokteran), Neil Christian (Program Studi Sistem Informasi), dan Vinsen Revelin Susanto (Program Studi Akuntansi).
Perwakilan wisudawan, Micel dengan perolehan IPK 3,94 dari Program Studi Psikologi yang juga merupakan anak pertama yang berhasil menyandang gelar sarjana dalam keluarganya mengungkapkan kebanggannya, “Di kampus inilah saya menemukan ruang yang aman untuk tumbuh, bukan hanya sebagai mahasiswa, melainkan sebagai manusia. Di antara ruang kelas, diskusi kelompok, seminar, dan kegiatan organisasi, saya belajar bahwa ilmu bukan hanya soal angka atau konsep, tetapi juga soal keberanian untuk menyampaikan gagasan, soal empati, soal menjadi diri sendiri tanpa harus takut dihakimi,” ungkapnya.
Kisah inspiratif wisudawan lainnya juga datang dari Program Studi Magister Manajemen yang meluluskan pasangan yang telah berkontribusi dalam dunia kesehatan, gereja dan masyarakat lebih dari satu dekade ini, yaitu dr. Stephanie Angeline, M.M dan Pdt. Markus Hadinata, M.M.
dr. Stephanie Angeline yang berhasil mendapatkan IPK 3,94 menyampaikan bahwa UKRIDA sangat mendukung kebutuhan pendidikan berbagai lapisan masyarakat, termasuk ibu bekerja, “UKRIDA memiliki program Magister yang relevan dengan minat dan profesi saya, dengan kurikulum yang aplikatif dan fleksibel sehingga bisa saya sesuaikan dengan kesibukan saya sebagai seorang dokter, seorang istri dan seorang ibu,” ujarnya.
Selain itu, Pdt. Marcus Hadinata (IPK 3,83) yang saat ini aktif dalam pembinaan umat, pastoral konseling, dan pelayanan berdampak lainnya bagi gereja dan masyarakat, membagikan kesannya selama menempuh pendidikan di institusi ini.
“UKRIDA tidak hanya menekankan sisi akademis mahasiswanya, tetapi juga nilai-nilai Kristiani seperti kejujuran, ketekunan, kegigihan, etika. Selain itu, setiap dosennya terus gigih meneliti dan mengembangkan pengetahuan serta keterampilan yang kelak diharapkan dapat memberi dampak untuk bangsa dan negara,” pungkasnya.
Wisuda tahun ini menjadi istimewa karena dilaksanakan masih dalam momentum peringatan "Hari Pendidikan Nasional" yang menggemakan arah baru pendidikan tinggi di Tahun 2025 untuk memberikan Pendidikan Berdampak bagi seluruh generasi muda Indonesia.
Baca juga:Kisah Dewi Agustiningsih, Anak Sopir Lulusan SMP Jadi Doktor Termuda UGM dan Jabat Dosen ITB
“Dengan bekal ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh, kami berharap para wisudawan akan menjadi agen perubahan yang berdampak positif bagi masyarakat,” ujar Rektor UKRIDA, Prof. Dr.-Ing. Ir. Herman Parung, melalui siaran pers, Kamis (8/5/2025).
Ia menjelaskan di tengah tantangan dan perubahan Society 5.0 yang semakin berat dan kompetitif, seperti perkembangan kecerdasan buatan, serta dinamika global, para lulusan baru ditantang untuk terus beradaptasi, berpikir kreatif, dan memiliki daya saing yang tinggi.
Sementara itu, Plt Kepala LLDIKTI Wilayah III Jakarta, Tri Munanto mengapresiasi berbagai inisiatif kolaborasi dan pengabdian UKRIDA yang telah berdampak bagi masyarakat sekitar, “UKRIDA saat ini sudah memiliki rumah sakit, sehingga mudah-mudahan itu menjadi salah satu hal yang bisa membuat dampak positif bagi masyarakat, khususnya di sekitar kampus UKRIDA dan Indonesia secara umum," ujarnya.
Baca juga: Unhan Cetak 426 Lulusan Unggul, Wamenhan Beri Pesan Penting
Dalam kesempatan wisuda UKRIDA kali ini, ia juga menyampaikan program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemediktisaintek) terbaru bagi perguruan tinggi, yaitu Diktisaintek Berdampak yang mengharapkan seluruh perguruan tinggi beserta insan perguruan tinggi membuat program dengan melakukan aktivitas yang berdampak di sekitar perguruan tinggi seperti, komunitas, industri, serta masyarakat.
Misi UKRIDA dalam menyelenggarakan pendidikan yang berdampak dalam skala nasional dan global juga terus ditingkatkan dengan berbagai kolaborasi antara UKRIDA dan Dunia Usaha Dunia Industri Dunia Kerja (DUDIKA).
Saat ini tercatat adanya 83 mitra dalam negeri dan mitra luar negeri sebanyak 2 perusahaan, mitra perguruan tinggi negeri sebanyak 6, mitra perguruan tinggi swasta sebanyak 58, mitra perguruan tinggi luar negeri sebanyak 23, serta mitra pemerintah daerah sebanyak 9 lembaga yang masih berlangsung di tahun 2025 ini.
Pada acara yang sama Ketua Umum Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Tinggi Kristen (BP YPTK) Krida Wacana, Oki Widjaja juga membagikan langkah mitigasi UKRIDA terkait pengembangan Artificial Intelligence (AI) yang akan berdampak besar bagi mata pencarian masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
“Saat ini, UKRIDA sudah berinisiatif mempunyai Laboratorium AI untuk mengembangkan Artificial Intelligence (AI) yang bukan saja untuk ilmu - ilmu kesehatan tetapi juga untuk ilmu ekonomi, ilmu psikologi dan berbagai ilmu lainnya,” tutur Oki Widjaja.
Dalam wisuda kali ini, lulusan terbaik dengan predikat cum laude adalah Arry Wijaya (Program Studi Magister Manajemen), Micel (Program Studi Psikologi), Marcella Angelica (Program Studi Manajemen), Aisa Valencia (Program Studi Kedokteran), Neil Christian (Program Studi Sistem Informasi), dan Vinsen Revelin Susanto (Program Studi Akuntansi).
Perwakilan wisudawan, Micel dengan perolehan IPK 3,94 dari Program Studi Psikologi yang juga merupakan anak pertama yang berhasil menyandang gelar sarjana dalam keluarganya mengungkapkan kebanggannya, “Di kampus inilah saya menemukan ruang yang aman untuk tumbuh, bukan hanya sebagai mahasiswa, melainkan sebagai manusia. Di antara ruang kelas, diskusi kelompok, seminar, dan kegiatan organisasi, saya belajar bahwa ilmu bukan hanya soal angka atau konsep, tetapi juga soal keberanian untuk menyampaikan gagasan, soal empati, soal menjadi diri sendiri tanpa harus takut dihakimi,” ungkapnya.
Kisah inspiratif wisudawan lainnya juga datang dari Program Studi Magister Manajemen yang meluluskan pasangan yang telah berkontribusi dalam dunia kesehatan, gereja dan masyarakat lebih dari satu dekade ini, yaitu dr. Stephanie Angeline, M.M dan Pdt. Markus Hadinata, M.M.
dr. Stephanie Angeline yang berhasil mendapatkan IPK 3,94 menyampaikan bahwa UKRIDA sangat mendukung kebutuhan pendidikan berbagai lapisan masyarakat, termasuk ibu bekerja, “UKRIDA memiliki program Magister yang relevan dengan minat dan profesi saya, dengan kurikulum yang aplikatif dan fleksibel sehingga bisa saya sesuaikan dengan kesibukan saya sebagai seorang dokter, seorang istri dan seorang ibu,” ujarnya.
Selain itu, Pdt. Marcus Hadinata (IPK 3,83) yang saat ini aktif dalam pembinaan umat, pastoral konseling, dan pelayanan berdampak lainnya bagi gereja dan masyarakat, membagikan kesannya selama menempuh pendidikan di institusi ini.
“UKRIDA tidak hanya menekankan sisi akademis mahasiswanya, tetapi juga nilai-nilai Kristiani seperti kejujuran, ketekunan, kegigihan, etika. Selain itu, setiap dosennya terus gigih meneliti dan mengembangkan pengetahuan serta keterampilan yang kelak diharapkan dapat memberi dampak untuk bangsa dan negara,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :