Kemendiktisaintek Luncurkan Kampus Berdampak: Dorong Perguruan Tinggi Jadi Motor Perubahan Sosial
Sabtu, 10 Mei 2025 - 12:18 WIB
loading...
Dirjen Dikti Kemendiktisaintek Khairul Munadi. Foto/YouTube Kemendiktisaintek.
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ( Kemendiktisaintek ) resmi meluncurkan gerakan "Kampus Berdampak" sebagai upaya mendorong perguruan tinggi lebih dekat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, menegaskan bahwa kampus seharusnya tidak terpisah dari realitas sosial masyarakat.
"Kita menggulirkan gerakan kampus yang berdampak. Perguruan tinggi tidak dilahirkan untuk lebih jauh dari hidup-hidup masyarakat," ujar Khairul, dalam siaran Youtube Festival Kampus Berdampak, diakses Kamis (8/5).
Menurut Khairul, perguruan tinggi harus menjadi ruang tidak hanya untuk mencetuskan gagasan, tetapi juga untuk melahirkan aksi nyata. Lewat gerakan ini, kampus didorong menjadi pusat transformasi sosial yang solutif.
"Kampus bukan hanya menumbuhkan pemikiran kritis, tetapi juga keberpihakan yang solutif," jelasnya.
Ia juga mengajak civitas akademika untuk melampaui sekadar administrasi dan batas akademik semata, dan berperan aktif sebagai mitra masyarakat dalam membangun perubahan nyata. Penilaian keberhasilan perguruan tinggi pun, menurutnya, tidak cukup hanya diukur dari publikasi atau peringkat internasional.
"Mari kita teguhkan tekad dan perkuat langkah. Karena kampus yang hebat adalah kampus yang berdampak," katanya.
Sebagai bagian dari aktualisasi Kampus Berdampak, sejumlah kerja sama dilakukan, antara lain dengan Perpustakaan Nasional melalui KKN tematik literasi dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA) lewat program PKKMB–kampus bebas kekerasan.
"Kita menggulirkan gerakan kampus yang berdampak. Perguruan tinggi tidak dilahirkan untuk lebih jauh dari hidup-hidup masyarakat," ujar Khairul, dalam siaran Youtube Festival Kampus Berdampak, diakses Kamis (8/5).
Menurut Khairul, perguruan tinggi harus menjadi ruang tidak hanya untuk mencetuskan gagasan, tetapi juga untuk melahirkan aksi nyata. Lewat gerakan ini, kampus didorong menjadi pusat transformasi sosial yang solutif.
"Kampus bukan hanya menumbuhkan pemikiran kritis, tetapi juga keberpihakan yang solutif," jelasnya.
Ia juga mengajak civitas akademika untuk melampaui sekadar administrasi dan batas akademik semata, dan berperan aktif sebagai mitra masyarakat dalam membangun perubahan nyata. Penilaian keberhasilan perguruan tinggi pun, menurutnya, tidak cukup hanya diukur dari publikasi atau peringkat internasional.
"Mari kita teguhkan tekad dan perkuat langkah. Karena kampus yang hebat adalah kampus yang berdampak," katanya.
Sebagai bagian dari aktualisasi Kampus Berdampak, sejumlah kerja sama dilakukan, antara lain dengan Perpustakaan Nasional melalui KKN tematik literasi dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA) lewat program PKKMB–kampus bebas kekerasan.
Lihat Juga :