Siswa SMAK 7 Penabur Raih Juara di Olimpiade Fisika, Ini Rahasianya
Rabu, 14 Mei 2025 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
“Kami memberikan dukungan penuh tidak hanya Mikha, tetapi kepada setiap peserta didik di sekolah yang ingin serius menekuni berbagai bidang hingga ikut kompetisi.” tutur Hendro Lumbanraja, Kepala SMAK 7 PENABUR.
Mikha berhasil lolos OSN hingga tingkat nasional pada September 2024 lalu dan mendapatkan medali Perak untuk bidang Fisika. Dari situlah, Ia memulai langkah mengikuti tahapan seleksi APhO 2025, dua minggu setelah pengumuman OSN.
“Ada tiga tahapan seleksi APhO yang aku ikuti dimulai dari bulan September. Puji Tuhan, aku berhasil lolos di tiga seleksi tersebut dan mendapatkan pelatihan secara intensif bersama teman-teman lainnya selama empat bulan, meliputi latihan eksperimen, teori, soal, dan berbagai macam tes lainnya.” cerita Mikha.
Selain itu, Mikha juga mengadakan pelatihan secara mandiri dengan belajar dari buku perkuliahan, buku olimpiade, dan beragam soal olimpiade tahun-tahun sebelumnya.
Perjalanan Mikha dalam mempersiapkan diri tidak semulus itu, Ia kerap kali menemukan tantangan, “Tantangan terberat ketika menemukan tingkat kesulitan soal yang sangat tinggi dan memerlukan kunci jawaban relevan serta perlu verifikasi bahwa ilmu yang didapatkan benar dan akurat.” tuturnya.
Oleh karena itu, Mikha meminta bantuan kepada guru pendamping maupun berdiskusi dengan
teman satu timnya untuk menemukan jawaban dari soal-soal tersebut. Ia juga mencari sumber referensi dari internet dan berbagai buku.
Mikha berhasil lolos OSN hingga tingkat nasional pada September 2024 lalu dan mendapatkan medali Perak untuk bidang Fisika. Dari situlah, Ia memulai langkah mengikuti tahapan seleksi APhO 2025, dua minggu setelah pengumuman OSN.
“Ada tiga tahapan seleksi APhO yang aku ikuti dimulai dari bulan September. Puji Tuhan, aku berhasil lolos di tiga seleksi tersebut dan mendapatkan pelatihan secara intensif bersama teman-teman lainnya selama empat bulan, meliputi latihan eksperimen, teori, soal, dan berbagai macam tes lainnya.” cerita Mikha.
Selain itu, Mikha juga mengadakan pelatihan secara mandiri dengan belajar dari buku perkuliahan, buku olimpiade, dan beragam soal olimpiade tahun-tahun sebelumnya.
Perjalanan Mikha dalam mempersiapkan diri tidak semulus itu, Ia kerap kali menemukan tantangan, “Tantangan terberat ketika menemukan tingkat kesulitan soal yang sangat tinggi dan memerlukan kunci jawaban relevan serta perlu verifikasi bahwa ilmu yang didapatkan benar dan akurat.” tuturnya.
Oleh karena itu, Mikha meminta bantuan kepada guru pendamping maupun berdiskusi dengan
teman satu timnya untuk menemukan jawaban dari soal-soal tersebut. Ia juga mencari sumber referensi dari internet dan berbagai buku.
Lihat Juga :