Kisah Maria Khelli, Lulus Cumlaude dengan IPK Tertinggi di ITB
Rabu, 28 Mei 2025 - 10:23 WIB
loading...
Mahasiswa ITB Maria Khelli lulus dengan status cum laude dan IPK tertinggi. Foto/ITB.
A
A
A
JAKARTA - Momen wisuda Institut Teknologi Bandung ( ITB ) April 2025 lalu menjadi pengalaman tak terlupakan bagi salah seorang wisudawan. Tak hanya lulus cum laude namun juga dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi.
Mahasiswa itu bernama Maria Khelli yang lulus dengan kebanggan dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) di universitas negeri yang berada di Bandung, Jawa Barat ini.
Baca juga: Viral SMK Gelar Wisuda Bak Perguruan Tinggi, Ternyata Seperti Ini Profil Sekolahnya
Bukan hanya lulus dari salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia ini, namun lulusan profdi Teknik Informatika ini juga diwisuda dengan status cumlaude dengan IPK 3,94.
Bisa atau tidak bisa, pokoknya harus bisa. Prinsip ini yang terpatri khusus di Khelli. Awalnya ia mengaku tidak percaya diri masuk STEI karena teman-teman lainnya punya pengalaman mengikuti olimpiade.
Padahal Khelli sendiri mempunyai prestasi penting di bidang desain poster pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).
Baca juga: Kisah Dewi Agustiningsih, Anak Sopir Lulusan SMP Jadi Doktor Termuda UGM dan Jabat Dosen ITB
"Datang dari dunia desain, jadi aku tahu aku harus berusaha lebih," katanya, dikutip dari laman ITB, Rabu (28/5/2025).
Ia pun mengandalkan kedisiplinan an tekad yang kuat untuk meraih prestasi yang tinggi. Hasilnya ia dapat konsisten mempertahankan IPK dan menjuarai beberapa kompetisi.
Khelli yang awalnya bercita-cita masuk Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) itu berbelok ke dunia Teknik ini mempunyai banyak prestasi.
Ia pernah mengharumkan nama ITB dengan menjuarai kompetisi GemasTIK tahun 2023 bidang Data Mining dan meraih runner-up di Hackathon GarudaHacks.
Baca juga: Cerita Rovan dan Rohmat, 2 Mahasiswa Disabilitas Netra Raih Gelar Sarjana di UNJ
Selain mencetak prestasi akademik, Mahasiswa asal Palembang ini juga aktif dalam berbagai kegiatan kampus seperti menjadi community leader bidang Data Science, mentor bootcamp sampai mentor career Data Science/ML related di Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HMIF).
Selain itu, ia aktif mengikuti beberapa proyek di luar kampus seperti project open source dari Google Summer of Code dan SEAcrowd, magang di Garena Indonesia, Ninja Van dan tiket.com serta mengikuti exchange ke National University of Singapore (NUS).
Perjuangannya menyelesaikan skripsi juga tak kalah menantang. Ia mengerjakan skripsi selama 1,5 tahun karena sempat tertunda oleh program exchange ke luar negeri, dan kerap harus mencuri waktu saat magang untuk mencicil skripsinya. Meski begitu, dukungan dosen pembimbing membantunya menyelesaikan tugas akhir tersebut dengan baik.
Setelah lulus dari ITB, Khelli berencana melanjutkan studi S2 dan bekerja di luar negeri. Ia berpesan kepada mahasiswa ITB untuk tidak ragu memanfaatkan jejaring pertemanan dan alumni.
“Jadilah orang yang selalu penasaran dan mau belajar dari siapapun. Kita tidak akan tahu peluang apa yang terbuka kalau kita tidak mulai bertanya,” pungkasnya.
Mahasiswa itu bernama Maria Khelli yang lulus dengan kebanggan dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) di universitas negeri yang berada di Bandung, Jawa Barat ini.
Baca juga: Viral SMK Gelar Wisuda Bak Perguruan Tinggi, Ternyata Seperti Ini Profil Sekolahnya
Bukan hanya lulus dari salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia ini, namun lulusan profdi Teknik Informatika ini juga diwisuda dengan status cumlaude dengan IPK 3,94.
Mahasiswa Ambis
Bisa atau tidak bisa, pokoknya harus bisa. Prinsip ini yang terpatri khusus di Khelli. Awalnya ia mengaku tidak percaya diri masuk STEI karena teman-teman lainnya punya pengalaman mengikuti olimpiade.
Padahal Khelli sendiri mempunyai prestasi penting di bidang desain poster pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).
Baca juga: Kisah Dewi Agustiningsih, Anak Sopir Lulusan SMP Jadi Doktor Termuda UGM dan Jabat Dosen ITB
"Datang dari dunia desain, jadi aku tahu aku harus berusaha lebih," katanya, dikutip dari laman ITB, Rabu (28/5/2025).
Ia pun mengandalkan kedisiplinan an tekad yang kuat untuk meraih prestasi yang tinggi. Hasilnya ia dapat konsisten mempertahankan IPK dan menjuarai beberapa kompetisi.
Banjir Prestasi
Khelli yang awalnya bercita-cita masuk Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) itu berbelok ke dunia Teknik ini mempunyai banyak prestasi.
Ia pernah mengharumkan nama ITB dengan menjuarai kompetisi GemasTIK tahun 2023 bidang Data Mining dan meraih runner-up di Hackathon GarudaHacks.
Baca juga: Cerita Rovan dan Rohmat, 2 Mahasiswa Disabilitas Netra Raih Gelar Sarjana di UNJ
Selain mencetak prestasi akademik, Mahasiswa asal Palembang ini juga aktif dalam berbagai kegiatan kampus seperti menjadi community leader bidang Data Science, mentor bootcamp sampai mentor career Data Science/ML related di Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HMIF).
Selain itu, ia aktif mengikuti beberapa proyek di luar kampus seperti project open source dari Google Summer of Code dan SEAcrowd, magang di Garena Indonesia, Ninja Van dan tiket.com serta mengikuti exchange ke National University of Singapore (NUS).
Tantangan Menyusun Skripsi
Perjuangannya menyelesaikan skripsi juga tak kalah menantang. Ia mengerjakan skripsi selama 1,5 tahun karena sempat tertunda oleh program exchange ke luar negeri, dan kerap harus mencuri waktu saat magang untuk mencicil skripsinya. Meski begitu, dukungan dosen pembimbing membantunya menyelesaikan tugas akhir tersebut dengan baik.
Setelah lulus dari ITB, Khelli berencana melanjutkan studi S2 dan bekerja di luar negeri. Ia berpesan kepada mahasiswa ITB untuk tidak ragu memanfaatkan jejaring pertemanan dan alumni.
“Jadilah orang yang selalu penasaran dan mau belajar dari siapapun. Kita tidak akan tahu peluang apa yang terbuka kalau kita tidak mulai bertanya,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :