Pentingnya Siswa Belajar Transisi Energi Bersih yang Adil dan Inklusif
Jum'at, 30 Mei 2025 - 15:53 WIB
loading...
A
A
A
Pendidikan kritis soal transisi energi bersih terbarukan pun semakin krusial. Sebab, krisis iklim menjadi tantangan yang akan semakin masif dihadapi generasi muda di masa mendatang.
Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO) menyatakan tahun 2024 sebagai tahun paling panas dalam catatan dan diikuti peristiwa el-nino yang berlangsung sejak akhir 2023 sampai 2024.
Kenaikan suhu ini dipengaruhi oleh pelepasan karbon dioksida (CO2) di atmosfer yang meningkat akibat penggunaan bahan bakar fosil, seperti batu bara dan gas, di sektor energi dan melemahnya penyerapan CO2.
Dampak krisis iklim, seperti naiknya suhu, perubahan cuaca, banjir di tengah kemarau, dan kekeringan yang intensitasnya semakin sering membawa pertanyaan besar atas keseriusan dunia memenuhi komitmen Perjanjian Paris.
Transformasi energi bersih dan terbarukan tak hanya menjadi solusi untuk mengentaskan krisis
iklim. Ia juga mendorong masyarakat, terutama yang berada di pelosok Indonesia, untuk mandiri mengelola energi, sumber daya, sampai meningkatkan ekonomi komunitasnya.
Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) di Kampung Tangsi Jaya, Desa Gununghalu, Bandung Barat memanfaatkan debit aliran Sungai Ciputri untuk koperasi pengolahan kopi.
Selain itu di Blora, guru otomotif SMKN 1 Blora, Noer Chanief, menciptakan Omset Pintar atau pembangkit tenaga surya dan angin untuk menerangi jalan Desa Gempolrejo dan Desa Mulyorejo, Blora yang belum mendapatkan akses listrik.
Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO) menyatakan tahun 2024 sebagai tahun paling panas dalam catatan dan diikuti peristiwa el-nino yang berlangsung sejak akhir 2023 sampai 2024.
Kenaikan suhu ini dipengaruhi oleh pelepasan karbon dioksida (CO2) di atmosfer yang meningkat akibat penggunaan bahan bakar fosil, seperti batu bara dan gas, di sektor energi dan melemahnya penyerapan CO2.
Dampak krisis iklim, seperti naiknya suhu, perubahan cuaca, banjir di tengah kemarau, dan kekeringan yang intensitasnya semakin sering membawa pertanyaan besar atas keseriusan dunia memenuhi komitmen Perjanjian Paris.
Transformasi energi bersih dan terbarukan tak hanya menjadi solusi untuk mengentaskan krisis
iklim. Ia juga mendorong masyarakat, terutama yang berada di pelosok Indonesia, untuk mandiri mengelola energi, sumber daya, sampai meningkatkan ekonomi komunitasnya.
Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) di Kampung Tangsi Jaya, Desa Gununghalu, Bandung Barat memanfaatkan debit aliran Sungai Ciputri untuk koperasi pengolahan kopi.
Selain itu di Blora, guru otomotif SMKN 1 Blora, Noer Chanief, menciptakan Omset Pintar atau pembangkit tenaga surya dan angin untuk menerangi jalan Desa Gempolrejo dan Desa Mulyorejo, Blora yang belum mendapatkan akses listrik.
Lihat Juga :