Kampus Masa Depan! Ini Dia Satu-satunya Kampus di Indonesia Peraih Digital Innovation Awards 2025
Minggu, 01 Juni 2025 - 13:43 WIB
loading...
UT meraih Penghargaan Kategori Digital Innovation in Education di Digital Innovation Awards (DIA) 2025 yang digelar oleh iNews MNC Group. Foto/UT.
A
A
A
JAKARTA - Universitas Terbuka (UT) meraih Penghargaan Kategori Digital Innovation in Education dalam ajang bergengsi Digital Innovation Awards (DIA) 2025 yang digelar oleh iNews MNC Group di MNC Conference Hall, iNews Tower, Jakarta, Rabu (28/5/2025).
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas inovasi strategis UT dalam pengembangan Digital Learning Ecosystem (DLE)—sebuah sistem ekosistem pembelajaran digital terpadu yang mengintegrasikan seluruh sistem informasi dan teknologi pendidikan, berbasis cloud computing, artificial intelligence (AI), dan immersive learning.
UT dinilai berhasil menghadirkan model pendidikan tinggi yang inklusif, fleksibel, berkualitas, dan dapat diakses siapa pun, kapan pun, dan dari mana pun.
Baca juga: Daftar Lengkap Pemenang Digital Innovation Awards 2025
Penghargaan tersebut diterima langsung Wakil Rektor Bidang Akademik sekaligus Plt. Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis UT Rahmat Budiman, mewakili Rektor UT.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa inovasi digital di UT bukan sekadar adaptasi, melainkan strategi jangka panjang untuk transformasi pendidikan tinggi jarak jauh di Indonesia.
“Penghargaan ini adalah bukti nyata dari komitmen UT untuk menghadirkan pendidikan jarak jauh yang berkualitas, terbuka, inklusif, dan berkelanjutan. Kami dedikasikan capaian ini untuk lebih dari 1,5 juta mahasiswa UT, serta jutaan alumni yang telah menjadi bagian dari gerakan pendidikan tinggi terbuka di Indonesia dan dunia,” tegas Rahmat Budiman.
Dia menjelaskan, sebagai pelopor Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) berbasis digital di Indonesia, UT terus melakukan berbagai terobosan untuk menjawab tuntutan zaman.
Salah satunya adalah pengembangan Digital Learning Ecosystem (DLE) yang mengintegrasikan sistem teknologi informasi dan komunikasi UT, termasuk kebijakan akademik dan tata kelola digital yang adaptif terhadap ekspektasi mahasiswa dan pemangku kepentingan.
"Dalam penguatan DLE, UT telah mengembangkan Sistem Informasi Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pertanggungjawaban (SIPPP)—sebuah sistem tata kelola digital terintegrasi yang mendukung proses bisnis semua unit kerja UT," ujarnya.
Selain itu, UT juga meluncurkan MyUT, portal mahasiswa berbasis aplikasi yang memberikan akses mudah terhadap layanan akademik dan administrasi.
Tidak hanya itu, UT sedang merintis sistem pembelajaran masa depan seperti Virtual Convergence Learning berbasis AI dan microcredentials, serta menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan global seperti AWS, H3C, dan Microsoft.
"Salah satu implementasinya adalah pelatihan AI Copilot untuk dosen UT, sebagai langkah menuju integrasi AI dalam perencanaan pembelajaran dan peningkatan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU)," terangnya.
Selain itu, UT tengah memperkuat implementasi AI dalam berbagai aspek. Mulai dari AI Proctoring dalam ujian daring, student advising berbasis AI, hingga predictive maintenance untuk fasilitas kampus.
AI juga digunakan untuk personalisasi pembelajaran, seperti learning accelerators yang memungkinkan dosen memantau dan memandu perkembangan mahasiswa secara real time.
"AI bukan hanya alat bantu, tetapi mitra belajar yang aktif. Kami berharap AI dapat membantu mahasiswa dalam memahami konsep, mengevaluasi pemahamannya secara mandiri, serta merancang strategi belajarnya sendiri secara lebih efektif,” jelas Rektor UT, Dr. Mohamad Yunus.
UT pun terus mengedepankan prinsip etika dan tanggung jawab dalam pemanfaatan teknologi mutakhir, termasuk pentingnya literasi AI di kalangan dosen dan mahasiswa. Seminar, pelatihan, dan studi kasus internasional tentang AI telah digelar secara rutin oleh UT sebagai bagian dari transformasi digital berkelanjutan.
Sebagai bagian dari transformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), UT terus memperkuat layanan pendidikan terintegrasi melalui pengembangan cyber university dan Digital Learning Ecosystem. Inisiatif ini, katanya, untuk menegaskan posisi UT sebagai pilar utama pendidikan tinggi jarak jauh (PTJJ) di Indonesia maupun dunia.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas inovasi strategis UT dalam pengembangan Digital Learning Ecosystem (DLE)—sebuah sistem ekosistem pembelajaran digital terpadu yang mengintegrasikan seluruh sistem informasi dan teknologi pendidikan, berbasis cloud computing, artificial intelligence (AI), dan immersive learning.
UT dinilai berhasil menghadirkan model pendidikan tinggi yang inklusif, fleksibel, berkualitas, dan dapat diakses siapa pun, kapan pun, dan dari mana pun.
Baca juga: Daftar Lengkap Pemenang Digital Innovation Awards 2025
Penghargaan tersebut diterima langsung Wakil Rektor Bidang Akademik sekaligus Plt. Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis UT Rahmat Budiman, mewakili Rektor UT.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa inovasi digital di UT bukan sekadar adaptasi, melainkan strategi jangka panjang untuk transformasi pendidikan tinggi jarak jauh di Indonesia.
“Penghargaan ini adalah bukti nyata dari komitmen UT untuk menghadirkan pendidikan jarak jauh yang berkualitas, terbuka, inklusif, dan berkelanjutan. Kami dedikasikan capaian ini untuk lebih dari 1,5 juta mahasiswa UT, serta jutaan alumni yang telah menjadi bagian dari gerakan pendidikan tinggi terbuka di Indonesia dan dunia,” tegas Rahmat Budiman.
Dia menjelaskan, sebagai pelopor Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) berbasis digital di Indonesia, UT terus melakukan berbagai terobosan untuk menjawab tuntutan zaman.
Salah satunya adalah pengembangan Digital Learning Ecosystem (DLE) yang mengintegrasikan sistem teknologi informasi dan komunikasi UT, termasuk kebijakan akademik dan tata kelola digital yang adaptif terhadap ekspektasi mahasiswa dan pemangku kepentingan.
"Dalam penguatan DLE, UT telah mengembangkan Sistem Informasi Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pertanggungjawaban (SIPPP)—sebuah sistem tata kelola digital terintegrasi yang mendukung proses bisnis semua unit kerja UT," ujarnya.
Selain itu, UT juga meluncurkan MyUT, portal mahasiswa berbasis aplikasi yang memberikan akses mudah terhadap layanan akademik dan administrasi.
Tidak hanya itu, UT sedang merintis sistem pembelajaran masa depan seperti Virtual Convergence Learning berbasis AI dan microcredentials, serta menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan global seperti AWS, H3C, dan Microsoft.
"Salah satu implementasinya adalah pelatihan AI Copilot untuk dosen UT, sebagai langkah menuju integrasi AI dalam perencanaan pembelajaran dan peningkatan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU)," terangnya.
Selain itu, UT tengah memperkuat implementasi AI dalam berbagai aspek. Mulai dari AI Proctoring dalam ujian daring, student advising berbasis AI, hingga predictive maintenance untuk fasilitas kampus.
AI juga digunakan untuk personalisasi pembelajaran, seperti learning accelerators yang memungkinkan dosen memantau dan memandu perkembangan mahasiswa secara real time.
"AI bukan hanya alat bantu, tetapi mitra belajar yang aktif. Kami berharap AI dapat membantu mahasiswa dalam memahami konsep, mengevaluasi pemahamannya secara mandiri, serta merancang strategi belajarnya sendiri secara lebih efektif,” jelas Rektor UT, Dr. Mohamad Yunus.
UT pun terus mengedepankan prinsip etika dan tanggung jawab dalam pemanfaatan teknologi mutakhir, termasuk pentingnya literasi AI di kalangan dosen dan mahasiswa. Seminar, pelatihan, dan studi kasus internasional tentang AI telah digelar secara rutin oleh UT sebagai bagian dari transformasi digital berkelanjutan.
Sebagai bagian dari transformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), UT terus memperkuat layanan pendidikan terintegrasi melalui pengembangan cyber university dan Digital Learning Ecosystem. Inisiatif ini, katanya, untuk menegaskan posisi UT sebagai pilar utama pendidikan tinggi jarak jauh (PTJJ) di Indonesia maupun dunia.
(nnz)
Lihat Juga :