PKM Unpam Gelar Pelatihan Kewirausahaan dan Praktik Bijak Bermedia Sosial di SMA Adzkia
Senin, 09 Juni 2025 - 17:56 WIB
loading...
A
A
A
“Empat pilar itu yang kami tanamkan kepada anak didik untuk menjadi bekal hidup di masyarakat. Salah satunya kewirausahaan dan ini sangat sesuai dengan tema pelatihan PKM, “ kata Irwan, yang biasa dipanggil ustad, dalam keterangan resmi, Senin (9/6/2025).
Ia menambahkan bahwa di dalam pesantren telah menyediakan sarana wirausaha yang sifatnya rintisan yakni usaha budidaya sayuran dan ternak ikan. “Hasilnya selain dikonsumsi untuk para santri yang bermukim (boarding) di pesantren, sebagian disalurkan ke warga sekitar,” katanya.
Rangkaian PKM Unpam ini berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama disampaikan oleh Elik Susanto bersama Herik Kurniawan. Keduanya dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Unpam. Topik yang disampaikan berjudul: Pelatihan Kewirausahaan Mencetak Santripreneur Siswa SMA Adzkia Islamic School. Menurut Elik, peluang meraih sukses di bidang wirausaha sangat besar, baik untuk sekarang maupun akan datang. “Wirausaha memberi manfaat kepada banyak orang,” kata Elik.
Ia menjelaskan, idealnya sebuah negara yang maju dalam pembangunan ekonominya mempunyai populasi entrepreneur di atas 10 persen dari total jumlah penduduk. Dibanding negara-negara di kawasan Asia Tenggara, kata Elik, Indonesia masih jauh tertinggal dalam mengembangkan sektor kewirausahaan.
“Persentase jumlah wirausaha kita baru 3,47 persen atau berada di urutan dua dari bawah negara-negara Asia Tenggara,” kata Elik mengungkapkan. Lalu ia menyebutkan Indonesia tertinggal jauh dari Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina dalam mencetak entrepreneur.
Sedangkan materi sesi kedua acara PKM yaitu: Pemanfaatan Media Sosial untuk Personal Branding pada Siswa SMA Adzkia Islamic School. Tema ini dipaparkan oleh dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Unpam, Ni Putu Armiwirayanti bersama Aulia Metha Utami.
Ia menambahkan bahwa di dalam pesantren telah menyediakan sarana wirausaha yang sifatnya rintisan yakni usaha budidaya sayuran dan ternak ikan. “Hasilnya selain dikonsumsi untuk para santri yang bermukim (boarding) di pesantren, sebagian disalurkan ke warga sekitar,” katanya.
Rangkaian PKM Unpam ini berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama disampaikan oleh Elik Susanto bersama Herik Kurniawan. Keduanya dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Unpam. Topik yang disampaikan berjudul: Pelatihan Kewirausahaan Mencetak Santripreneur Siswa SMA Adzkia Islamic School. Menurut Elik, peluang meraih sukses di bidang wirausaha sangat besar, baik untuk sekarang maupun akan datang. “Wirausaha memberi manfaat kepada banyak orang,” kata Elik.
Ia menjelaskan, idealnya sebuah negara yang maju dalam pembangunan ekonominya mempunyai populasi entrepreneur di atas 10 persen dari total jumlah penduduk. Dibanding negara-negara di kawasan Asia Tenggara, kata Elik, Indonesia masih jauh tertinggal dalam mengembangkan sektor kewirausahaan.
“Persentase jumlah wirausaha kita baru 3,47 persen atau berada di urutan dua dari bawah negara-negara Asia Tenggara,” kata Elik mengungkapkan. Lalu ia menyebutkan Indonesia tertinggal jauh dari Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina dalam mencetak entrepreneur.
Sedangkan materi sesi kedua acara PKM yaitu: Pemanfaatan Media Sosial untuk Personal Branding pada Siswa SMA Adzkia Islamic School. Tema ini dipaparkan oleh dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Unpam, Ni Putu Armiwirayanti bersama Aulia Metha Utami.
Lihat Juga :