Tim Sapuangin ITS Juara 1 Shell Eco-Marathon 2025, Kalahkan Jerman hingga Inggris!
Selasa, 10 Juni 2025 - 16:37 WIB
loading...
Tim Sapuangin ITS kembali berhasil meraih juara pertama dalam Autonomous Programming Competition (APC), sebuah subkompetisi dari ajang Shell Eco-Marathon (SEM) 2025. Foto/ITS.
A
A
A
JAKARTA - Tim Sapuangin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali berhasil meraih juara pertama dalam Autonomous Programming Competition (APC), sebuah subkompetisi dari ajang Shell Eco-Marathon (SEM) 2025.
Kompetisi yang dilaksanakan secara daring selama April hingga Mei 2025 ini diikuti oleh tim-tim dari berbagai belahan dunia.
Selain Indonesia, tim dari negara lain ikut dalam kompetisi ini seperti Mesir, Pakistan, Brunei Darussalam, Brasil, Jerman, Inggris, Hungaria, India, Itali, hingga Nigeria.
Baca juga: ITS Terima 2.363 Mahasiswa Baru Lewat Jalur SNBT 2025
APC merupakan perlombaan berbasis simulasi kendaraan otonom yang menguji algoritma terbaik dalam mengendalikan mobil autonomous, agar dapat menempuh lintasan tertentu dengan konsumsi energi paling efisien.
Menggunakan simulator Robot Operating System (ROS) dan CARLA serta mobil virtual Tesla Model 3, tiap tim diberi waktu sepuluh menit untuk menyelesaikan rute pada titik-titik tertentu dengan energi seminimal mungkin. Performa dinilai berdasarkan konsumsi energi yang diukur dari jarak tempuh dan efisiensi penggunaan energi yang diberikan.
Baca juga: ITS Buka Prodi S1 Teknik Pertambangan, Daftar di Jalur Mandiri
Ketua Tim Autonomous Programming Competition Sapuangin ITS Nurul Ilmi Rojabia Hermuttaqien menjelaskan bahwa persiapan tim dimulai sejak Februari 2025 lalu. Tim berfokus mempelajari teori dasar dan menyusun algoritma yang sesuai dengan peraturan terbaru dari Shell selaku penyelenggara.
“Kami juga perlu menyesuaikan dengan perubahan teknis karena peta simulasi yang diberikan tahun ini jauh lebih sempit dari sebelumnya,” ujarnya, melalui siaran pers, Selasa (10/6/2025).
Dalam pengembangannya, tim merancang sistem pemrograman agar mobil dapat melaju secara otomatis tanpa menabrak mobil lain yang juga berada di jalur lintasan. Algoritma yang diterapkan telah melalui proses penyempurnaan hingga mencapai performa optimal pada simulator.
Baca juga: ITS Terima 2.363 Mahasiswa Baru Lewat Jalur SNBT 2025
“Strategi kami adalah menghindari pergerakan yang tidak efisien, serta memanfaatkan setiap detik secara cermat,” tambah mahasiswa Departemen Teknik Elektro tersebut.
Tidak hanya meraih juara pertama di APC, tahun ini Tim Sapuangin ITS juga sukses mengukir prestasi di berbagai kategori lain dalam SEM kali ini.
Tim ini juga berhasil membawa pulang juara pertama Urban Concept Commercial Engine, juara pertama Vehicle Design (kategori off-track), juara dua kategori Data and Telemetry, serta menjadi juara ketiga dalam Regional Championship.
“Capaian ini menunjukkan konsistensi dan kualitas Tim Sapuangin ITS di berbagai lini,” tuturnya bangga.
Menanggapi pencapaian tersebut, salah satu anggota Divisi Electrical and Programming Tim Sapuangin ITS Bagus Subekti menyampaikan bahwa kunci kemenangan tim terletak pada sikap pantang menyerah seluruh anggota. Kami tidak menyerah meski sumber daya terbatas dan jadwal bertabrakan dengan kompetisi lain.
“Semangat untuk membawa nama ITS ke pentas dunia menjadi pemacu kami,” tegas mahasiswa tahun kedua Departemen Sistem Informasi ITS ini.
Dukungan penuh dari ITS juga menjadi faktor penting kesuksesan tim. Salah satunya mendapatkan bantuan berupa pagu anggaran dan sumber daya yang memungkinkan tim untuk menjalankan riset serta pengembangan sistem secara maksimal. Ke depan, tim ITS ini berencana untuk terus mengikuti kompetisi serupa dan menyempurnakan rancangannya agar lebih optimal.
Kompetisi yang dilaksanakan secara daring selama April hingga Mei 2025 ini diikuti oleh tim-tim dari berbagai belahan dunia.
Selain Indonesia, tim dari negara lain ikut dalam kompetisi ini seperti Mesir, Pakistan, Brunei Darussalam, Brasil, Jerman, Inggris, Hungaria, India, Itali, hingga Nigeria.
Baca juga: ITS Terima 2.363 Mahasiswa Baru Lewat Jalur SNBT 2025
APC merupakan perlombaan berbasis simulasi kendaraan otonom yang menguji algoritma terbaik dalam mengendalikan mobil autonomous, agar dapat menempuh lintasan tertentu dengan konsumsi energi paling efisien.
Menggunakan simulator Robot Operating System (ROS) dan CARLA serta mobil virtual Tesla Model 3, tiap tim diberi waktu sepuluh menit untuk menyelesaikan rute pada titik-titik tertentu dengan energi seminimal mungkin. Performa dinilai berdasarkan konsumsi energi yang diukur dari jarak tempuh dan efisiensi penggunaan energi yang diberikan.
Baca juga: ITS Buka Prodi S1 Teknik Pertambangan, Daftar di Jalur Mandiri
Ketua Tim Autonomous Programming Competition Sapuangin ITS Nurul Ilmi Rojabia Hermuttaqien menjelaskan bahwa persiapan tim dimulai sejak Februari 2025 lalu. Tim berfokus mempelajari teori dasar dan menyusun algoritma yang sesuai dengan peraturan terbaru dari Shell selaku penyelenggara.
“Kami juga perlu menyesuaikan dengan perubahan teknis karena peta simulasi yang diberikan tahun ini jauh lebih sempit dari sebelumnya,” ujarnya, melalui siaran pers, Selasa (10/6/2025).
Dalam pengembangannya, tim merancang sistem pemrograman agar mobil dapat melaju secara otomatis tanpa menabrak mobil lain yang juga berada di jalur lintasan. Algoritma yang diterapkan telah melalui proses penyempurnaan hingga mencapai performa optimal pada simulator.
Baca juga: ITS Terima 2.363 Mahasiswa Baru Lewat Jalur SNBT 2025
“Strategi kami adalah menghindari pergerakan yang tidak efisien, serta memanfaatkan setiap detik secara cermat,” tambah mahasiswa Departemen Teknik Elektro tersebut.
Tidak hanya meraih juara pertama di APC, tahun ini Tim Sapuangin ITS juga sukses mengukir prestasi di berbagai kategori lain dalam SEM kali ini.
Tim ini juga berhasil membawa pulang juara pertama Urban Concept Commercial Engine, juara pertama Vehicle Design (kategori off-track), juara dua kategori Data and Telemetry, serta menjadi juara ketiga dalam Regional Championship.
“Capaian ini menunjukkan konsistensi dan kualitas Tim Sapuangin ITS di berbagai lini,” tuturnya bangga.
Menanggapi pencapaian tersebut, salah satu anggota Divisi Electrical and Programming Tim Sapuangin ITS Bagus Subekti menyampaikan bahwa kunci kemenangan tim terletak pada sikap pantang menyerah seluruh anggota. Kami tidak menyerah meski sumber daya terbatas dan jadwal bertabrakan dengan kompetisi lain.
“Semangat untuk membawa nama ITS ke pentas dunia menjadi pemacu kami,” tegas mahasiswa tahun kedua Departemen Sistem Informasi ITS ini.
Dukungan penuh dari ITS juga menjadi faktor penting kesuksesan tim. Salah satunya mendapatkan bantuan berupa pagu anggaran dan sumber daya yang memungkinkan tim untuk menjalankan riset serta pengembangan sistem secara maksimal. Ke depan, tim ITS ini berencana untuk terus mengikuti kompetisi serupa dan menyempurnakan rancangannya agar lebih optimal.
(nnz)
Lihat Juga :