Siswa De Britto Angkat Isu Perempuan dan Sosial Politik dalam Teater Revollier
Senin, 09 Juni 2025 - 19:17 WIB
loading...
Teater JB, kelompok teater dari SMA Kolese De Britto menghadirkan pertunjukan bertajuk Revollier.
A
A
A
YOGYAKARTA - Teater JB, kelompok teater dari SMA Kolese De Britto, kembali menggebrak panggung seni dengan pementasan tahunan mereka. Kali ini, mereka akan menghadirkan pertunjukan bertajuk "Revollier" pada Sabtu, 14 Juni 2025, di Taman Budaya Embung Giwangan Yogyakarta. Pementasan ini mengangkat isu-isu krusial seperti ketidakadilan, kebebasan, dan keberanian berpikir, khususnya bagi perempuan, di tengah tantangan sosial-politik.
Produser pertunjukan, Yosef Fidelio Dyasworo Adi, mengungkapkan bahwa "Revollier" terinspirasi dari naskah klasik "Domba-Domba Revolusi" karya B. Soelarto. Judul "Revollier" sendiri merupakan gabungan dari kata "Revol" yang berarti revolusi, dan "Lier" dari kata "Mullier" yang dalam bahasa Latin berarti wanita. Hal ini secara gamblang menunjukkan fokus pementasan pada perjuangan eksistensi manusia, khususnya perempuan dewasa, dalam menghadapi krisis dan memilih untuk tetap bermartabat.
Disutradarai oleh Hoshe Satria Yuda, "Revollier" bukan sekadar panggung seni biasa. Pertunjukan ini dirancang untuk menyampaikan pesan kritis dan reflektif kepada masyarakat. Dengan memadukan naskah klasik dan semangat kekinian, Teater JB menjanjikan pengalaman sinematik yang kuat melalui akting, visualisasi, dan narasi. Penonton diajak untuk tidak hanya terhibur, tetapi juga tergugah kesadarannya dan lebih peka terhadap situasi sosial politik di Indonesia.
Yohannes Arcel Bintang Pamungkas, salah satu panitia, menjelaskan bahwa pementasan ini melibatkan seluruh siswa ekstrakurikuler teater SMA Kolese De Britto, mulai dari panitia hingga para pemeran. "Kami juga berkolaborasi dengan individu-individu yang tepat di bidangnya masing-masing untuk memastikan kualitas pertunjukan," tambahnya.
Pementasan "Revollier" terbuka untuk umum dan semua kalangan. Panitia mengundang pegiat seni, pelaku seni peran, dan masyarakat luas untuk datang dan menyaksikan langsung karya siswa-siswa SMA Kolese De Britto ini. Jangan lewatkan pengalaman teater yang syarat makna dan penuh sensasi baru ini di Taman Budaya Embung Giwangan Yogyakarta.
Produser pertunjukan, Yosef Fidelio Dyasworo Adi, mengungkapkan bahwa "Revollier" terinspirasi dari naskah klasik "Domba-Domba Revolusi" karya B. Soelarto. Judul "Revollier" sendiri merupakan gabungan dari kata "Revol" yang berarti revolusi, dan "Lier" dari kata "Mullier" yang dalam bahasa Latin berarti wanita. Hal ini secara gamblang menunjukkan fokus pementasan pada perjuangan eksistensi manusia, khususnya perempuan dewasa, dalam menghadapi krisis dan memilih untuk tetap bermartabat.
Disutradarai oleh Hoshe Satria Yuda, "Revollier" bukan sekadar panggung seni biasa. Pertunjukan ini dirancang untuk menyampaikan pesan kritis dan reflektif kepada masyarakat. Dengan memadukan naskah klasik dan semangat kekinian, Teater JB menjanjikan pengalaman sinematik yang kuat melalui akting, visualisasi, dan narasi. Penonton diajak untuk tidak hanya terhibur, tetapi juga tergugah kesadarannya dan lebih peka terhadap situasi sosial politik di Indonesia.
Yohannes Arcel Bintang Pamungkas, salah satu panitia, menjelaskan bahwa pementasan ini melibatkan seluruh siswa ekstrakurikuler teater SMA Kolese De Britto, mulai dari panitia hingga para pemeran. "Kami juga berkolaborasi dengan individu-individu yang tepat di bidangnya masing-masing untuk memastikan kualitas pertunjukan," tambahnya.
Pementasan "Revollier" terbuka untuk umum dan semua kalangan. Panitia mengundang pegiat seni, pelaku seni peran, dan masyarakat luas untuk datang dan menyaksikan langsung karya siswa-siswa SMA Kolese De Britto ini. Jangan lewatkan pengalaman teater yang syarat makna dan penuh sensasi baru ini di Taman Budaya Embung Giwangan Yogyakarta.
(unt)
Lihat Juga :