Dua Pelajar Tewas Diduga Akibat Kekerasan, Ketua Komisi X DPR: Usut Tuntas
Sabtu, 28 September 2024 - 17:35 WIB
loading...
Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda menilai kasus tewasnya dua pelajar di Blitar dan Deli Serdang diduga akibat kekerasan menjadi indikator rendahnya literasi dampak kekerasan di kalangan pendidik. Foto/Is
A
A
A
JAKARTA - Kekerasan oleh oknum guru di lingkungan sekolah yang memicu peserta didik tewas kembali terjadi. Peristiwa ini menjadi indikator rendahnya literasi dampak kekerasan di kalangan pendidik.
“Kami tak lelah mengingatkan jika kekerasan di lingkungan pendidikan itu nyata. Kami mendorong investigasi menyeluruh untuk mengetahui kenapa peristiwa yang memicu hilanganya nyawa dua peseta didik terjadi baik di Deli Serdang maupun di Blitar,” ujar Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda dalam keterangan resminya, Sabtu (29/9/2024).
Untuk diketahui dua orang siswa dari sekolah berbeda meregang nyawa akibat aksi pendisiplinan yang dilakukan oleh oknum guru. Korban pertama bernama Rindu Syahputra Sinaga (14 tahun) siswa SMP Negeri 1 STM Hilir Deli Serdang, Sumatera Utara yang meninggal sepekan setelah disuruh squat jam 100 kali oleh gurunya.
Sedangkan korban kedua berinisial KAF (13 tahun) dari MTs Blitar Jawa Timur yang meninggal setelah dilempar kayu di bagian kepala oleh gurunya karena telat salat Dhuha.
Baca juga: LPSK Terima 107 Permohonan Perlindungan Terkait Kasus Kekerasan di Lingkungan Pendidikan
Huda mengatakan kasus kekerasan di Blitar dan Deli Serdang oleh oknum guru menjadi indikator rendahnya literasi dampak kekerasan di kalangan pendidik.
Meskipun kekerasan tersebut awalnya diniatkan sebagai bagian pembentukan sikap disiplin, namun jika tidak dibarengi dengan pemahaman utuh mengenai dampaknya maka bisa berakibat fatal.
“Kami tak lelah mengingatkan jika kekerasan di lingkungan pendidikan itu nyata. Kami mendorong investigasi menyeluruh untuk mengetahui kenapa peristiwa yang memicu hilanganya nyawa dua peseta didik terjadi baik di Deli Serdang maupun di Blitar,” ujar Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda dalam keterangan resminya, Sabtu (29/9/2024).
Untuk diketahui dua orang siswa dari sekolah berbeda meregang nyawa akibat aksi pendisiplinan yang dilakukan oleh oknum guru. Korban pertama bernama Rindu Syahputra Sinaga (14 tahun) siswa SMP Negeri 1 STM Hilir Deli Serdang, Sumatera Utara yang meninggal sepekan setelah disuruh squat jam 100 kali oleh gurunya.
Sedangkan korban kedua berinisial KAF (13 tahun) dari MTs Blitar Jawa Timur yang meninggal setelah dilempar kayu di bagian kepala oleh gurunya karena telat salat Dhuha.
Baca juga: LPSK Terima 107 Permohonan Perlindungan Terkait Kasus Kekerasan di Lingkungan Pendidikan
Huda mengatakan kasus kekerasan di Blitar dan Deli Serdang oleh oknum guru menjadi indikator rendahnya literasi dampak kekerasan di kalangan pendidik.
Meskipun kekerasan tersebut awalnya diniatkan sebagai bagian pembentukan sikap disiplin, namun jika tidak dibarengi dengan pemahaman utuh mengenai dampaknya maka bisa berakibat fatal.
Lihat Juga :