Cerita Febi, Anak Penjaga Warung Kelontong Lolos UGM Tanpa Tes dan Raih Beasiswa Penuh
Kamis, 12 Juni 2025 - 15:25 WIB
loading...
A
A
A
"“Kebetulan saya memang suka belajar dan memasak. Walau uang saku saya hanya Rp 5.000 sampai Rp 7.000 per hari, saya selalu berusaha mengatur sebaik mungkin. Biasanya saya diantar ibu naik motor ke sekolah, pulangnya naik TransJogja,” katanya, melansir laman UGM , Kamis (12/6/2025).
Baca juga: Kisah 3 Lulusan Kedokteran UGM dengan IPK 4.00: Tangis Mengerjakan Skripsi Sudah Biasa
Ayah Febi, almarhum Ismuni Sutrisno, dahulu bekerja sebagai tukang fotokopi rumahan dan wafat pada 2021 karena diabetes. Sejak itu, ibunya memegang penuh peran sebagai orang tua tunggal dan pencari nafkah.
Namun kondisi itu tak pernah membuat Febi kehilangan semangat. Saat bersekolah di SMA Negeri 7 Yogyakarta, ia aktif di berbagai kegiatan, mulai dari OSIS, Peleton Inti, hingga komunitas sosial seperti Forum Anak Sleman.
Di tengah keterbatasan uang saku yang hanya Rp5.000 hingga Rp7.000 per hari, ia tetap mampu berprestasi akademik, bahkan masuk peringkat 7 tertinggi (eligible) di jurusannya.
Baca juga: Kisah 3 Lulusan Kedokteran UGM dengan IPK 4.00: Tangis Mengerjakan Skripsi Sudah Biasa
Ayah Febi, almarhum Ismuni Sutrisno, dahulu bekerja sebagai tukang fotokopi rumahan dan wafat pada 2021 karena diabetes. Sejak itu, ibunya memegang penuh peran sebagai orang tua tunggal dan pencari nafkah.
Namun kondisi itu tak pernah membuat Febi kehilangan semangat. Saat bersekolah di SMA Negeri 7 Yogyakarta, ia aktif di berbagai kegiatan, mulai dari OSIS, Peleton Inti, hingga komunitas sosial seperti Forum Anak Sleman.
Di tengah keterbatasan uang saku yang hanya Rp5.000 hingga Rp7.000 per hari, ia tetap mampu berprestasi akademik, bahkan masuk peringkat 7 tertinggi (eligible) di jurusannya.
Lihat Juga :