Pendidikan Nurhayati Subakat, Pemilik Wardah Lulusan Farmasi ITB
Rabu, 18 Juni 2025 - 20:02 WIB
loading...
A
A
A
Ia meraih gelar sarjana Farmasi pada tahun 1975 dengan predikat lulusan terbaik, dan kembali mencetak prestasi serupa saat menuntaskan pendidikan profesi apoteker di ITB tahun 1976.
Dedikasinya dalam pendidikan bahkan membuahkan gelar Doktor Honoris Causa dari almamaternya, sebagai penghargaan atas kontribusinya dalam dunia sains dan industri.
Baca juga: Nurhayati Subakat, Bos Wardah yang Pernah Jadi Apoteker Bergaji Minim
Namun jalan hidup tak selalu mulus.
Dalam sebuah diskusi di ITB pada 2019 lalu, Nurhayati menceritakan jatuh bangun dirinya dalam mendirikan bisnis kosmetik.
“Walaupun saya berhasil lulus dari ITB dengan predikat terbaik, namun saya bukanlah orang yang beruntung dalam mendapatkan pekerjaan. Saya kerap kali ditolak saat melamar kerja dan itu berkali-kali. Awalnya saya bercita-cita menjadi dosen, namun saya ditolak. Memang setiap kemauan kita belum tentu kemauan Allah namun kita jangan kecewa atas jalan-Nya,” kenang Nurhayati, melansir laman ITB, Rabu (18/6/2025).
Setelah menikah, Nurhayati hijrah ke Jakarta dan kembali mencoba peruntungan. Ia akhirnya diterima bekerja sebagai apoteker di perusahaan kosmetik multinasional. “Saat itu saya sudah berpuas diri karena saya akhirnya mendapatkan kerja yang saya inginkan dengan gaji yang lumayan,” katanya.
Dedikasinya dalam pendidikan bahkan membuahkan gelar Doktor Honoris Causa dari almamaternya, sebagai penghargaan atas kontribusinya dalam dunia sains dan industri.
Baca juga: Nurhayati Subakat, Bos Wardah yang Pernah Jadi Apoteker Bergaji Minim
Namun jalan hidup tak selalu mulus.
Dalam sebuah diskusi di ITB pada 2019 lalu, Nurhayati menceritakan jatuh bangun dirinya dalam mendirikan bisnis kosmetik.
“Walaupun saya berhasil lulus dari ITB dengan predikat terbaik, namun saya bukanlah orang yang beruntung dalam mendapatkan pekerjaan. Saya kerap kali ditolak saat melamar kerja dan itu berkali-kali. Awalnya saya bercita-cita menjadi dosen, namun saya ditolak. Memang setiap kemauan kita belum tentu kemauan Allah namun kita jangan kecewa atas jalan-Nya,” kenang Nurhayati, melansir laman ITB, Rabu (18/6/2025).
Titik Balik: Dari Apoteker ke Pengusaha
Setelah menikah, Nurhayati hijrah ke Jakarta dan kembali mencoba peruntungan. Ia akhirnya diterima bekerja sebagai apoteker di perusahaan kosmetik multinasional. “Saat itu saya sudah berpuas diri karena saya akhirnya mendapatkan kerja yang saya inginkan dengan gaji yang lumayan,” katanya.
Lihat Juga :