Kisah Varen, Anak Pedagang di Kantin SD yang Lolos UGM Tanpa Bayar UKT
Kamis, 19 Juni 2025 - 07:51 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya itu, ia juga aktif membantu memasarkan dagangan sang ibu dengan menitipkan makanan ke kantin sekolahnya. “Sejak SD sampai SMA sekolah Varen memang jauh dari rumah, itu saya lakukan supaya dia nggak dapat tekanan sosial kalau bersekolah di sekitar lingkungan rumah dan ditanya tentang ayahnya,” kisah Siti dengan mata berkaca.
Sejak jenjang SMP, Varen telah menanamkan impian untuk kuliah di UGM . Keterbatasan biaya tak menyurutkan tekadnya. Ia tetap belajar giat lewat les murah, sumber pembelajaran daring, dan tentu saja, dukungan doa dari sang ibu.
Baca juga: Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Polda Metro Jaya Klarifikasi ke SMAN 6 Surakarta dan UGM
“Ibu saya tidak pernah bilang keberatan, selalu mendukung dan membebaskan pilihan saya. Saya percaya kalau kita niat cari ilmu, Allah pasti kasih jalan,” tutur Varen penuh keyakinan.
Meski dikenal pendiam, Varen memiliki prestasi gemilang di setiap jenjang sekolah. Ia langganan juara kelas dan kerap menjuarai lomba menggambar. Kepribadiannya yang ramah dan peduli membuatnya disukai oleh guru maupun teman sebaya.
“Anaknya memang pendiam, tapi dia tanggap sama lingkungan sekitar, baik sama keluarga atau ke teman-temannya,” ujar sang ibu.
Sejak jenjang SMP, Varen telah menanamkan impian untuk kuliah di UGM . Keterbatasan biaya tak menyurutkan tekadnya. Ia tetap belajar giat lewat les murah, sumber pembelajaran daring, dan tentu saja, dukungan doa dari sang ibu.
Baca juga: Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Polda Metro Jaya Klarifikasi ke SMAN 6 Surakarta dan UGM
“Ibu saya tidak pernah bilang keberatan, selalu mendukung dan membebaskan pilihan saya. Saya percaya kalau kita niat cari ilmu, Allah pasti kasih jalan,” tutur Varen penuh keyakinan.
Meski dikenal pendiam, Varen memiliki prestasi gemilang di setiap jenjang sekolah. Ia langganan juara kelas dan kerap menjuarai lomba menggambar. Kepribadiannya yang ramah dan peduli membuatnya disukai oleh guru maupun teman sebaya.
“Anaknya memang pendiam, tapi dia tanggap sama lingkungan sekitar, baik sama keluarga atau ke teman-temannya,” ujar sang ibu.
Lihat Juga :