SMP Al Azhar Pusat Siap Guncang Eropa dengan Tarian Nusantara!
Jum'at, 20 Juni 2025 - 13:39 WIB
loading...
SMP Islam Al Azhar Pusat siap mengharumkan keragaman budaya Indonesia dengan tampil dalam festival The 21st International Festival Eurofolk di Polandia.
A
A
A
JAKARTA - Tim kesenian SMP Islam Al Azhar Pusat siap mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional! Mereka mendapat undangan kehormatan untuk tampil dalam The 19th Miedzynarodowy Festival Folklorystyczny “Dzieci Gor i Dolin” yang akan digelar di Polandia. Festival bergengsi ini akan diikuti oleh berbagai negara di Eropa.
Tim yang akan berangkat terdiri dari 14 pemusik dan 8 penari pilihan, semuanya adalah murid SMP Islam Al Azhar Pusat. Mereka telah berlatih keras selama kurang lebih dua bulan di bawah bimbingan CIOFF Indonesia, didampingi tim ofisial yang terdiri dari pengurus, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru pendamping.
Kepala SMP Islam Al Azhar Pusat, Husin Chalid, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah misi kebudayaan ke Polandia, di mana mereka akan menampilkan beberapa tarian seperti Yapong, Tor Tor, Saman, dan lainnya. "Selama empat bulan latihan, tiga kali seminggu, banyak hal peserta dapatkan dari teknik tari sampai ekspresi dan percaya diri," ujar Husin. Ia menambahkan, kriteria anak yang ikut harus memiliki tanggung jawab, mandiri, serta tidak memiliki masalah sosial dan akademik di sekolah.
Said Rachmat, Presiden CIOFF Indonesia, mengungkapkan kebanggaannya. "Ini adalah kesekian kalinya Al Azhar Pusat mengikuti festival folklore. Saya bangga dengan mereka dan semoga banyak lagi duta budaya muda seperti mereka semua ini," katanya.
Momen paling berkesan saat latihan adalah saat mencoba seluruh rangkaian pertunjukan dari awal dan langsung mengulang jika ada kesalahan. Meski melelahkan, peserta percaya dengan prinsip yang diajarkan oleh Pak Said Rachmat dan CIOFF Indonesia: "practice makes perfect". Mereka juga sangat semangat mengingat akan membawa nama Indonesia di level internasional.
"Dari pengalaman saya mendampingi waktu di Prancis, anak yang tampil mewakili begitu bangga budaya Indonesia disaksikan penonton yang kebanyakan asing," ungkap Husin. "Mereka makin mencintai budayanya, di sisi lain punya wawasan global kebhinekaan budaya tumbuh saat tampil dalam acara ini."
Selain tampil di festival, Husin Chalid menuturkan bahwa tim juga akan melakukan studi banding dan wisata ke beberapa negara di Eropa. "Setelah menjalankan misi budaya di Polandia, anak diajak mengenal negara lain di Eropa karena alat musik diminta tampilan negara lain sebatas turis setelah Polandia ke Ceko, Italia, dan Swiss," sebutnya.
Lebih lanjut, Husin Chalid memaparkan dua target utama yang ingin dicapai. Target internal adalah mengembangkan kecakapan abad 21 pada siswa, seperti kemampuan berbahasa Inggris, kolaborasi dalam tim, serta kreativitas dalam membuat tarian medley dan berkolaborasi secara internasional. "Tanggung jawab kepada mereka jadi dibangun," tambahnya.
Sedangkan target eksternal adalah membawa nama baik sekolah Al Azhar, sekaligus bangsa dan Muslim. "Selain perkenalan budaya dan Muslim Indonesia yang baik dan moderat, jauh dari stigma negatif, dengan bahasa seni komunikasi terlihat sosoknya," tutup Husin.
Selamat menuai pengalaman baru, anak-anak! Sukses selalu.
Tim yang akan berangkat terdiri dari 14 pemusik dan 8 penari pilihan, semuanya adalah murid SMP Islam Al Azhar Pusat. Mereka telah berlatih keras selama kurang lebih dua bulan di bawah bimbingan CIOFF Indonesia, didampingi tim ofisial yang terdiri dari pengurus, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru pendamping.
Kepala SMP Islam Al Azhar Pusat, Husin Chalid, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah misi kebudayaan ke Polandia, di mana mereka akan menampilkan beberapa tarian seperti Yapong, Tor Tor, Saman, dan lainnya. "Selama empat bulan latihan, tiga kali seminggu, banyak hal peserta dapatkan dari teknik tari sampai ekspresi dan percaya diri," ujar Husin. Ia menambahkan, kriteria anak yang ikut harus memiliki tanggung jawab, mandiri, serta tidak memiliki masalah sosial dan akademik di sekolah.
Said Rachmat, Presiden CIOFF Indonesia, mengungkapkan kebanggaannya. "Ini adalah kesekian kalinya Al Azhar Pusat mengikuti festival folklore. Saya bangga dengan mereka dan semoga banyak lagi duta budaya muda seperti mereka semua ini," katanya.
Momen paling berkesan saat latihan adalah saat mencoba seluruh rangkaian pertunjukan dari awal dan langsung mengulang jika ada kesalahan. Meski melelahkan, peserta percaya dengan prinsip yang diajarkan oleh Pak Said Rachmat dan CIOFF Indonesia: "practice makes perfect". Mereka juga sangat semangat mengingat akan membawa nama Indonesia di level internasional.
"Dari pengalaman saya mendampingi waktu di Prancis, anak yang tampil mewakili begitu bangga budaya Indonesia disaksikan penonton yang kebanyakan asing," ungkap Husin. "Mereka makin mencintai budayanya, di sisi lain punya wawasan global kebhinekaan budaya tumbuh saat tampil dalam acara ini."
Selain tampil di festival, Husin Chalid menuturkan bahwa tim juga akan melakukan studi banding dan wisata ke beberapa negara di Eropa. "Setelah menjalankan misi budaya di Polandia, anak diajak mengenal negara lain di Eropa karena alat musik diminta tampilan negara lain sebatas turis setelah Polandia ke Ceko, Italia, dan Swiss," sebutnya.
Lebih lanjut, Husin Chalid memaparkan dua target utama yang ingin dicapai. Target internal adalah mengembangkan kecakapan abad 21 pada siswa, seperti kemampuan berbahasa Inggris, kolaborasi dalam tim, serta kreativitas dalam membuat tarian medley dan berkolaborasi secara internasional. "Tanggung jawab kepada mereka jadi dibangun," tambahnya.
Sedangkan target eksternal adalah membawa nama baik sekolah Al Azhar, sekaligus bangsa dan Muslim. "Selain perkenalan budaya dan Muslim Indonesia yang baik dan moderat, jauh dari stigma negatif, dengan bahasa seni komunikasi terlihat sosoknya," tutup Husin.
Selamat menuai pengalaman baru, anak-anak! Sukses selalu.
(unt)
Lihat Juga :