Grand Final Ambassador UPH 2025: Melahirkan Talenta Unggul Penuh Dampak
Senin, 23 Juni 2025 - 15:28 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Kireina Hikkari, perwakilan Ambassador of UPH 2024 dan juga Head of Organizing Committee AoU 2025, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan hati dalam mempersiapkan acara ini. Ia juga menitipkan pesan kepada para duta yang terpilih, “Perjalanan kalian baru saja dimulai. Jadilah terang dan berkat. Gunakan wadah ini bukan untuk bersinar sendiri, tapi untuk menjadi berkat bagi banyak orang,” kata Kireina.
Ignite: Gagasan Menginspirasi Generasi Berpikir dan Berkarya
Sebagai bagian dari komitmennya menjalani masa pengabdian, Kelly sebagai Ambassador of UPH 2025 memperkenalkan proyek pribadinya yang bertajuk Ignite. Terinspirasi dari realitas dunia digital yang serba cepat dan serba mudah, Ignite hadir sebagai ruang kreatif di mana mahasiswa UPH dapat mengembangkan ide, menyalurkan bakat seni, dan merancang karya yang berdampak.
Kelly melihat bagaimana kecanggihan teknologi terutama AI telah mengubah cara mahasiswa belajar, berpikir, bahkan berkarya. Di tengah semua kemudahan ini, ia ingin mengembalikan semangat mencipta dan berpikir mandiri di kalangan generasi muda.
Melalui komunitas kreatif yang akan disinergikan dalam bentuk program podcast, produksi konten sosial media, hingga creative lab, Ignite akan menjadi platform yang menghidupkan semangat kolaborasi dan pelayanan melalui seni dan teknologi. Kelly juga akan menerapkan pendekatan MBDL (More, Better, Different, Let Go) dalam proyek ini untuk mendorong perubahan perilaku mahasiswa agar lebih produktif, inovatif, dan berani keluar dari zona nyaman.
“Saya benar-benar bersyukur dan masih sulit percaya bisa berdiri di sini sebagai pemenang Ambassador of UPH 2025. Seluruh proses training dan pendampingan, telah membuka mata saya tentang siapa saya sebenarnya, potensi yang Tuhan titipkan, dan bagaimana saya bisa menggunakannya untuk menjadi berkat. Saya belajar bahwa menjadi seorang Ambassador bukan hanya soal tampil, tapi juga tentang tanggung jawab untuk membawa nilai-nilai UPH ke dalam tindakan nyata. Ke depannya, saya ingin mengajak mahasiswa untuk tetap berpikir kritis, kreatif, dan punya arah. Ignite akan menjadi wadah ide, tempat mahasiswa bisa bereksplorasi lewat konten, seni, dan komunitas. Saya berharap melalui proyek ini, saya dan teman-teman finalis lainnya bisa mendorong perubahan, bukan hanya lebih produktif, tapi juga lebih sadar akan panggilan hidup masing-masing,” ujarnya.
Salah satu juri, Sarah Sentoso, menyampaikan apresiasinya terhadap performa Kelly selama sesi penilaian. Menurutnya, Kelly tampil dengan kepercayaan diri yang seimbang dengan kerendahan hati.
“Penilaian tentu saja bukan hanya dari penampilan malam ini saja, tetapi juga sudah dari training-training sebelumnya. Kami melihat Kelly memiliki kehadiran yang kuat. Ia tahu persis apa yang ingin ia sampaikan dan berhasil menyampaikannya dengan tulus, jelas, dan menggugah. Ketiga pemenang tahun ini bukan hanya siap mewakili UPH secara representatif, tetapi juga punya kepedulian dan potensi besar untuk menjadi penggerak di lingkungannya masing-masing. Saya percaya mereka bisa menginspirasi, tidak hanya teman-temannya di kampus, tapi juga generasi muda lainnya,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Dr. Andry Panjaitan, yang menekankan bahwa Ambassador of UPH adalah wajah dan suara kampus yang membawa nilai integritas, iman, dan pelayanan ke tengah masyarakat. Ia berharap para finalis dapat menunjukkan komitmennya untuk menjadi terang dan garam, serta menjadi teladan di mana pun mereka berada.
Ignite: Gagasan Menginspirasi Generasi Berpikir dan Berkarya
Sebagai bagian dari komitmennya menjalani masa pengabdian, Kelly sebagai Ambassador of UPH 2025 memperkenalkan proyek pribadinya yang bertajuk Ignite. Terinspirasi dari realitas dunia digital yang serba cepat dan serba mudah, Ignite hadir sebagai ruang kreatif di mana mahasiswa UPH dapat mengembangkan ide, menyalurkan bakat seni, dan merancang karya yang berdampak.
Kelly melihat bagaimana kecanggihan teknologi terutama AI telah mengubah cara mahasiswa belajar, berpikir, bahkan berkarya. Di tengah semua kemudahan ini, ia ingin mengembalikan semangat mencipta dan berpikir mandiri di kalangan generasi muda.
Melalui komunitas kreatif yang akan disinergikan dalam bentuk program podcast, produksi konten sosial media, hingga creative lab, Ignite akan menjadi platform yang menghidupkan semangat kolaborasi dan pelayanan melalui seni dan teknologi. Kelly juga akan menerapkan pendekatan MBDL (More, Better, Different, Let Go) dalam proyek ini untuk mendorong perubahan perilaku mahasiswa agar lebih produktif, inovatif, dan berani keluar dari zona nyaman.
“Saya benar-benar bersyukur dan masih sulit percaya bisa berdiri di sini sebagai pemenang Ambassador of UPH 2025. Seluruh proses training dan pendampingan, telah membuka mata saya tentang siapa saya sebenarnya, potensi yang Tuhan titipkan, dan bagaimana saya bisa menggunakannya untuk menjadi berkat. Saya belajar bahwa menjadi seorang Ambassador bukan hanya soal tampil, tapi juga tentang tanggung jawab untuk membawa nilai-nilai UPH ke dalam tindakan nyata. Ke depannya, saya ingin mengajak mahasiswa untuk tetap berpikir kritis, kreatif, dan punya arah. Ignite akan menjadi wadah ide, tempat mahasiswa bisa bereksplorasi lewat konten, seni, dan komunitas. Saya berharap melalui proyek ini, saya dan teman-teman finalis lainnya bisa mendorong perubahan, bukan hanya lebih produktif, tapi juga lebih sadar akan panggilan hidup masing-masing,” ujarnya.
Salah satu juri, Sarah Sentoso, menyampaikan apresiasinya terhadap performa Kelly selama sesi penilaian. Menurutnya, Kelly tampil dengan kepercayaan diri yang seimbang dengan kerendahan hati.
“Penilaian tentu saja bukan hanya dari penampilan malam ini saja, tetapi juga sudah dari training-training sebelumnya. Kami melihat Kelly memiliki kehadiran yang kuat. Ia tahu persis apa yang ingin ia sampaikan dan berhasil menyampaikannya dengan tulus, jelas, dan menggugah. Ketiga pemenang tahun ini bukan hanya siap mewakili UPH secara representatif, tetapi juga punya kepedulian dan potensi besar untuk menjadi penggerak di lingkungannya masing-masing. Saya percaya mereka bisa menginspirasi, tidak hanya teman-temannya di kampus, tapi juga generasi muda lainnya,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Dr. Andry Panjaitan, yang menekankan bahwa Ambassador of UPH adalah wajah dan suara kampus yang membawa nilai integritas, iman, dan pelayanan ke tengah masyarakat. Ia berharap para finalis dapat menunjukkan komitmennya untuk menjadi terang dan garam, serta menjadi teladan di mana pun mereka berada.
Lihat Juga :