Anak Pedagang Cireng Lolos UGM Tanpa Tes, Raih Beasiswa UKT Rp0
Rabu, 25 Juni 2025 - 09:02 WIB
loading...
A
A
A
“Biasanya latihan soal-soal pakai buku sama hp, setiap hari di ruang tamu ini,” ucapnya sambil menunjukkan meja penuh buku dan rumus.
Baca juga: UGM Tembus 10 Besar Universitas Terbaik ASEAN Versi QS WUR 2026
“Kalau sebelum ini di sekolah-sekolah jadi nuansanya familiar, kalau yang di Vredeburg lebih grogi karena penontonnya dari luar,” kenangnya.
Setelah resmi menyandang status mahasiswa, ia berencana bergabung dengan UKM kesenian guna terus menekuni hobinya.
“Saya ingat pesan suaminya dahulu agar bisa menjaga dan membesarkan Artita sepenuh hati,” kata Teluning dengan mata berkaca-kaca.
Aktif di Dunia Seni
Di sela padatnya jadwal belajar, Artita menyalurkan bakat menggambar dan menari tradisional. Ia pernah membawakan tari Harmoni Nusantara serta kecak di berbagai acara sekolah, dan mengenang tampil di Museum Benteng Vredeburg sebagai pengalaman paling menantang.Baca juga: UGM Tembus 10 Besar Universitas Terbaik ASEAN Versi QS WUR 2026
“Kalau sebelum ini di sekolah-sekolah jadi nuansanya familiar, kalau yang di Vredeburg lebih grogi karena penontonnya dari luar,” kenangnya.
Setelah resmi menyandang status mahasiswa, ia berencana bergabung dengan UKM kesenian guna terus menekuni hobinya.
Perjuangan Sang Ibu
Teluning (41), sang ibu, menjadi tulang punggung keluarga sejak suaminya meninggal lima tahun lalu. Setiap hari ia berjualan cireng di Purwokerto—sekitar 130 kilometer dari tempat tinggalnya di Tegalrejo, Yogyakarta—dengan penghasilan rata-rata Rp900 ribu per bulan.“Saya ingat pesan suaminya dahulu agar bisa menjaga dan membesarkan Artita sepenuh hati,” kata Teluning dengan mata berkaca-kaca.
Lihat Juga :