Anak Pedagang Cireng Lolos UGM Tanpa Tes, Raih Beasiswa UKT Rp0
Rabu, 25 Juni 2025 - 09:02 WIB
loading...
Artita Lindu Rilawati (19), anak pedagang cireng yang lolos UGM tanpa tes dan meraih beasiswa UKT Rp0. Foto/UGM.
A
A
A
JAKARTA - Impian Artita Lindu Rilawati (19) untuk menjadi mahasiswa UGM akhirnya terwujud. Putri tunggal seorang pedagang cireng itu resmi diterima sebagai mahasiswa Program Studi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Lebih istimewa lagi, ia langsung memperoleh skema Uang Kuliah Tunggal ( UKT ) Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen (UKT Nol), sehingga tak perlu membayar biaya kuliah sepeser pun.
Baca juga: Kisah Varen, Anak Pedagang di Kantin SD yang Lolos UGM Tanpa Bayar UKT
“Saya sangat bersyukur sekali, bisa meringankan beban ibu untuk membiayai saya kuliah nanti,” katanya, mengutip laman UGM, Rabu (25/6/2025).
Baca juga: Anak Mantan Kades Semasa Jokowi KKN Beri Kesaksian: Orangnya Nggak Banyak Bicara!
“Biasanya latihan soal-soal pakai buku sama hp, setiap hari di ruang tamu ini,” ucapnya sambil menunjukkan meja penuh buku dan rumus.
Baca juga: UGM Tembus 10 Besar Universitas Terbaik ASEAN Versi QS WUR 2026
“Kalau sebelum ini di sekolah-sekolah jadi nuansanya familiar, kalau yang di Vredeburg lebih grogi karena penontonnya dari luar,” kenangnya.
Setelah resmi menyandang status mahasiswa, ia berencana bergabung dengan UKM kesenian guna terus menekuni hobinya.
“Saya ingat pesan suaminya dahulu agar bisa menjaga dan membesarkan Artita sepenuh hati,” kata Teluning dengan mata berkaca-kaca.
Rutinitas pulang-pergi Yogyakarta–Purwokerto membuat Teluning jarang bertemu putrinya.
“Memang sejak kecil, karena cucu satu-satunya Artita ini selalu di rumah. Mandiri juga, tahu-tahu keterima di UGM, saya ini nggak ngeh,” kenangnya.
“Saya merasa kehilangan waktu bersama, karena harus pergi pagi pulang malam,” tambahnya.
“Jangan ragu dan jangan takut, buat teman-teman karena apapun selama berusaha pasti ada jalannya,” pungkasnya.
Lebih istimewa lagi, ia langsung memperoleh skema Uang Kuliah Tunggal ( UKT ) Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen (UKT Nol), sehingga tak perlu membayar biaya kuliah sepeser pun.
Baca juga: Kisah Varen, Anak Pedagang di Kantin SD yang Lolos UGM Tanpa Bayar UKT
“Saya sangat bersyukur sekali, bisa meringankan beban ibu untuk membiayai saya kuliah nanti,” katanya, mengutip laman UGM, Rabu (25/6/2025).
Langganan Juara Sejak SMA
Sejak duduk di bangku SMAN 2 Yogyakarta, Artita konsisten berada di peringkat teratas. Nilai sejarah Indonesia menjadi salah satu yang paling menonjol, namun ia menerapkan strategi belajar menyeluruh demi menjaga rapor tetap stabil.Baca juga: Anak Mantan Kades Semasa Jokowi KKN Beri Kesaksian: Orangnya Nggak Banyak Bicara!
“Biasanya latihan soal-soal pakai buku sama hp, setiap hari di ruang tamu ini,” ucapnya sambil menunjukkan meja penuh buku dan rumus.
Aktif di Dunia Seni
Di sela padatnya jadwal belajar, Artita menyalurkan bakat menggambar dan menari tradisional. Ia pernah membawakan tari Harmoni Nusantara serta kecak di berbagai acara sekolah, dan mengenang tampil di Museum Benteng Vredeburg sebagai pengalaman paling menantang.Baca juga: UGM Tembus 10 Besar Universitas Terbaik ASEAN Versi QS WUR 2026
“Kalau sebelum ini di sekolah-sekolah jadi nuansanya familiar, kalau yang di Vredeburg lebih grogi karena penontonnya dari luar,” kenangnya.
Setelah resmi menyandang status mahasiswa, ia berencana bergabung dengan UKM kesenian guna terus menekuni hobinya.
Perjuangan Sang Ibu
Teluning (41), sang ibu, menjadi tulang punggung keluarga sejak suaminya meninggal lima tahun lalu. Setiap hari ia berjualan cireng di Purwokerto—sekitar 130 kilometer dari tempat tinggalnya di Tegalrejo, Yogyakarta—dengan penghasilan rata-rata Rp900 ribu per bulan.“Saya ingat pesan suaminya dahulu agar bisa menjaga dan membesarkan Artita sepenuh hati,” kata Teluning dengan mata berkaca-kaca.
Rutinitas pulang-pergi Yogyakarta–Purwokerto membuat Teluning jarang bertemu putrinya.
“Memang sejak kecil, karena cucu satu-satunya Artita ini selalu di rumah. Mandiri juga, tahu-tahu keterima di UGM, saya ini nggak ngeh,” kenangnya.
“Saya merasa kehilangan waktu bersama, karena harus pergi pagi pulang malam,” tambahnya.
Motivasi untuk Teman Sebaya
Di tengah keterbatasan ekonomi, Artita menegaskan bahwa mimpi siapa pun bisa tercapai asal mau berusaha dan berdoa.“Jangan ragu dan jangan takut, buat teman-teman karena apapun selama berusaha pasti ada jalannya,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :