Gelar Rapimnas 2025, PB PGRI Sorot 6 Isu Aktual Pendidikan

Jum'at, 27 Juni 2025 - 15:39 WIB
loading...
Gelar Rapimnas 2025,...
PB PGRI menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2025 di Jakarta, 25-28 Juni 2025. Foto/PB PGRI.
A A A
JAKARTA - PB PGRI menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Jakarta, 25-28 Juni 2025. Melalui forum ini PB PGRI menyoroti enam isu aktual pendidikan saat ini.

Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi menyerukan agar kebijakan pendidikan tidak hanya dibentuk di atas meja birokrasi, tetapi juga diuji melalui realitas di ruang kelas, daerah terpencil, dan lingkungan sekolah yang sesungguhnya.

"Sebagai organisasi profesi guru yang berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan, perjuangan, dan keberagaman, PB PGRI merasa berkewajiban menyampaikan pandangan kritis namun konstruktif atas sejumlah kebijakan dan wacana pendidikan nasional yang berkembang saat ini," ujarnya, melalui keterangan tertulis, Jumat (27/6/2025).

Baca juga: Kritisi SPMB 2025, PB PGRI: Sekolah Swasta Jangan Sekedar sebagai Pelengkap

Rapimnas ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional di antaranya mantan wakil presiden RI Jusuf Kalla, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wardiman Djojonegoro, Sesjen Kemendikdasmen Suharti, dan lainnya.

Mengenai penjurusan SMA, Unifah mengatakan, pihaknya mendukung kebijakan tersebut namun fleksibilitas pembelajaran di SMA harus tetap memperhatikan kesiapan siswa, kapasitas guru, serta ketersediaan sumber daya sekolah.

"PGRI mendorong model diferensiasi pembelajaran yang terstruktur dan terarah, agar siswa tetap mendapatkan pendampingan dalam memilih mata pelajaran yang sesuai dengan minat, bakat, dan rencana masa depan mereka," katanya.

Baca juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti Resmi Cabut Program Sekolah Penggerak, Apa Alasannya?

Terkait dengan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), dia menjelaskan, SPMB harus tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas juga menekankan pentingnya keterlibatan sekolah swasta.

"Keadilan dan transparansi dalam penerimaan siswa baru masih menjadi titik rawan dalam sistem pendidikan kita, terutama dengan sistem domisili dan jalur prestasi yang belum seragam pelaksanaannya di daerah," ujarnya.

PGRI juga mendukung pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning namun implementasi kebijakan ini harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas guru, penyediaan kurikulum yang adaptif, serta waktu belajar yang memadai. Kualitas dan Kesejahteraan Guru adalah kunci keberhasilan dalam implementasi kebijakan pendidikan.

Mengenai pembelajaran koding dan kecerdasan buatan, lanjutnya, pihaknya menyambut baik integrasi koding dan AI dalam kurikulum namun penguatan literasi digital ini harus disertai pelatihan berkelanjutan bagi guru, pengembangan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di sekolah-sekolah, serta penyusunan materi ajar yang relevan dengan konteks lokal.

Sementara untuk Tes Kompetensi Akademik (TKA), terangnya, tes kompetensi akademik bagi peserta didik maupun pendidik harus bersifat formatif, mendidik, dan membangun semangat belajar. "Evaluasi kompetensi perlu dirancang untuk mendorong peningkatan mutu pembelajaran, bukan sebagai alat seleksi semata," tegas Unifah.

PGRI juga menyoroti mengenai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai pendidikan gratis, dia menjelaskan, pemerintah diharapkan membantu peningkatan kualitas sekolah swasta, mulai dari guru, fasilitas, hingga operasionalnya.

"Pendidikan berkualitas bisa diraih dengan menjadikannya sebagai prioritas pembangunan. Bidang-bidang tertentu bisa dilakukan efisiensi, namun tidak bidang pendidikan," pungkasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perbedaan SPMB Bersama...
Perbedaan SPMB Bersama dan PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
SPMB Banten 2026 Jenjang...
SPMB Banten 2026 Jenjang SMK Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Daftarnya
SPMB Jateng 2026 Dibuka,...
SPMB Jateng 2026 Dibuka, Cek Tata Cara Pemilihan Sekolah Tujuan
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
SPMB Lampung 2026 Resmi...
SPMB Lampung 2026 Resmi Dibuka, Cek Jalur, Kuota, dan Link Pendaftarannya
SPMB Jakarta 2026 Resmi...
SPMB Jakarta 2026 Resmi Dibuka Hari Ini, Begini Cara Pemilihan Sekolah
Sekolah Swasta Gratis...
Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Lewat SPMB Bersama 2026, Cek Persyaratan dan Jadwal
Terbitkan SE Pengendalian...
Terbitkan SE Pengendalian Gratifikasi SPMB, KPK Soroti Calon Siswa Titipan
Menggugat Tiga Dosa...
Menggugat Tiga Dosa Besar dan Agenda Restorasi Pendidikan Nasional
Rekomendasi
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Berita Terkini
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
UNJ Expo 2026 Dibuka,...
UNJ Expo 2026 Dibuka, Hadirkan Pameran Inovasi, Tes Kesehatan, hingga Kuliner Nusantara
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Menag: Insentif Guru...
Menag: Insentif Guru Madrasah Non-ASN Akan Cair Akhir Juni 2026
Jadwal TKA SMA 2026...
Jadwal TKA SMA 2026 Resmi Dirilis, Simak Tips Jitu Raih Nilai Tertinggi
KIP Kuliah Jalur Seleksi...
KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2026 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved