4 Tim Pemenang Genera-Z Berbakti Siap Wujudkan Ide dan Inovasi di Desa Bakti BCA
Senin, 30 Juni 2025 - 19:04 WIB
loading...
A
A
A
Dari jumlah tersebut, delapan kelompok mahasiswa terpilih untuk mengikuti fase penjurian di hadapan tiga panelis, yakni Duta Bakti BCA Nicholas Saputra; Aktris, Produser, & Pengusaha Happy Salma, serta Ilmuwan & Pencetus Metode GASING Prof. Yohanes Surya. Proses penjurian dapat disaksikan melalui tautan bca.id/genzjuara.
Sebelum berangkat ke daerah tujuan, seluruh tim pemenang akan mengikuti sesi bootcamp untuk mendapatkan pembekalan dari Bakti BCA. Pada akhir periode, para peserta wajib menyerahkan laporan kegiatannya untuk memastikan keberlanjutan setelah Genera-Z Berbakti berakhir.
Melalui program Genera-Z Berbakti, BCA berupaya menghadirkan ruang kolaborasi antara perusahaan, mahasiswa, perguruan tinggi, dan Desa Bakti BCA beserta semua komunitas dan ekosistem yang ada di dalamnya untuk melakukan berbagai inisiatif pengembangan masyarakat. Aspirasi dari generasi muda merupakan sumber gagasan segar dan inovatif. ”Keterlibatan generasi muda dalam program ini diharapkan dapat mempersiapkan mereka untuk menjadi agen perubahan dalam mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik,” tuturnya.
Mengenal Para Pemenang Generasi-Z Berbakti
Tim perwakilan UI membawa program “SAVANA: Sustainable Action for Village, Agriculture, Nature, and Health” di Desa Wisata Edelweiss Wonokitri. Kelompok ini akan melakukan kegiatan edukasi di alam terbuka yang memadukan pembelajaran dengan ekosistem pegunungan, pengelolaan sampah, dan penerapan gaya hidup sehat bagi anak-anak usia sekolah. Mereka juga merancang workshop pembuatan pestisida dan pupuk organik, bioplastik, serta pelatihan bahasa Inggris untuk warga.
Kelompok UNSRAT memiliki tiga program utama untuk diterapkan di Desa Wisata Pulau Derawan melalui tema “Derawan Sehat, Derawan Hebat: Bakti Nyata untuk Negeri”. Program pertama yaitu Bakti Mengalir, berfokus pada edukasi sanitasi dan penerapan sistem filtrasi air bersih menggunakan filter keramik dan UV Sterilizer. Program kedua, Bakti untuk Bumi, menargetkan inovasi pemilahan sampah berbasis Internet of Things (IoT), pembuatan biogas satu tahap, serta produksi arang briket dari limbah serabut kelapa dan plastik.
Sebelum berangkat ke daerah tujuan, seluruh tim pemenang akan mengikuti sesi bootcamp untuk mendapatkan pembekalan dari Bakti BCA. Pada akhir periode, para peserta wajib menyerahkan laporan kegiatannya untuk memastikan keberlanjutan setelah Genera-Z Berbakti berakhir.
Melalui program Genera-Z Berbakti, BCA berupaya menghadirkan ruang kolaborasi antara perusahaan, mahasiswa, perguruan tinggi, dan Desa Bakti BCA beserta semua komunitas dan ekosistem yang ada di dalamnya untuk melakukan berbagai inisiatif pengembangan masyarakat. Aspirasi dari generasi muda merupakan sumber gagasan segar dan inovatif. ”Keterlibatan generasi muda dalam program ini diharapkan dapat mempersiapkan mereka untuk menjadi agen perubahan dalam mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik,” tuturnya.
Mengenal Para Pemenang Generasi-Z Berbakti
Tim perwakilan UI membawa program “SAVANA: Sustainable Action for Village, Agriculture, Nature, and Health” di Desa Wisata Edelweiss Wonokitri. Kelompok ini akan melakukan kegiatan edukasi di alam terbuka yang memadukan pembelajaran dengan ekosistem pegunungan, pengelolaan sampah, dan penerapan gaya hidup sehat bagi anak-anak usia sekolah. Mereka juga merancang workshop pembuatan pestisida dan pupuk organik, bioplastik, serta pelatihan bahasa Inggris untuk warga.
Kelompok UNSRAT memiliki tiga program utama untuk diterapkan di Desa Wisata Pulau Derawan melalui tema “Derawan Sehat, Derawan Hebat: Bakti Nyata untuk Negeri”. Program pertama yaitu Bakti Mengalir, berfokus pada edukasi sanitasi dan penerapan sistem filtrasi air bersih menggunakan filter keramik dan UV Sterilizer. Program kedua, Bakti untuk Bumi, menargetkan inovasi pemilahan sampah berbasis Internet of Things (IoT), pembuatan biogas satu tahap, serta produksi arang briket dari limbah serabut kelapa dan plastik.
Lihat Juga :