Sosok Bagus Adi, Mahasiswa UGM yang Wafat saat KKN: Aktif dan Peduli Lingkungan
Rabu, 02 Juli 2025 - 16:26 WIB
loading...
UGM menyampaikan duka mendalam atas wafatnya dua mahasiswa peserta KKN?PPM Unit Manyeuw di Kabupaten?Maluku?Tenggara. Foto/UGM.
A
A
A
JAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan duka mendalam atas wafatnya dua mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata –Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN‑PPM) Unit Manyeuw di Kabupaten Maluku Tenggara.
Salah satu korban, Bagus Adi Prayogo—mahasiswa Program Sarjana Fakultas Kehutanan—ditemukan meninggal pada Selasa, 1 Juli 2025 pukul 23.00 WIT, setelah sempat hilang akibat kecelakaan laut di perairan Debut.
Baca juga: MNC University Siap Berkolaborasi dengan LLDIKTI 3 dalam Program KKN Tematik dan IAB
Insiden terjadi saat tujuh mahasiswa UGM dan lima warga setempat menjalankan program Revitalisasi Terumbu Karang. Mereka memakai dua perahu motor untuk mengambil pasir sebagai bahan Artificial Patch Reef (APR).
Perjalanan pulang berubah tragedi ketika salah satu perahu terbalik karena gelombang tinggi dan angin kencang. Lima mahasiswa berhasil diselamatkan, satu mahasiswa tewas di tempat, dan Bagus baru ditemukan tak bernyawa oleh warga sekitar.
Baca juga: Rismon Sianipar Datangi Lokasi KKN, Jokowi: Seingat Saya 1985 Awal
Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM Rustamadji, menyampaikan belasungkawa sekaligus penghargaan atas dedikasi almarhum:
“Kami sangat kehilangan. Bagus adalah mahasiswa yang aktif, peduli terhadap lingkungan, dan menunjukkan dedikasi tinggi dalam setiap kegiatan pengabdian. Semoga Almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan," mengutip laman UGM, Rabu (2/7/2025).
Bagus dikenal sebagai pribadi cerdas, rendah hati, dan kolaboratif, aktif di kegiatan akademik maupun sosial. UGM kini berkoordinasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Pemerintah Provinsi Maluku, dosen pembimbing lapangan, dan KAGAMA Maluku untuk penanganan darurat, pendampingan psikologis mahasiswa lain, serta pemulangan jenazah.
UGM juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian dan evakuasi—mulai pemerintah daerah hingga warga setempat—serta menegaskan komitmennya mengevaluasi prosedur keselamatan demi melindungi seluruh peserta KKN‑PPM di masa mendatang.
Salah satu korban, Bagus Adi Prayogo—mahasiswa Program Sarjana Fakultas Kehutanan—ditemukan meninggal pada Selasa, 1 Juli 2025 pukul 23.00 WIT, setelah sempat hilang akibat kecelakaan laut di perairan Debut.
Baca juga: MNC University Siap Berkolaborasi dengan LLDIKTI 3 dalam Program KKN Tematik dan IAB
Insiden terjadi saat tujuh mahasiswa UGM dan lima warga setempat menjalankan program Revitalisasi Terumbu Karang. Mereka memakai dua perahu motor untuk mengambil pasir sebagai bahan Artificial Patch Reef (APR).
Perjalanan pulang berubah tragedi ketika salah satu perahu terbalik karena gelombang tinggi dan angin kencang. Lima mahasiswa berhasil diselamatkan, satu mahasiswa tewas di tempat, dan Bagus baru ditemukan tak bernyawa oleh warga sekitar.
Baca juga: Rismon Sianipar Datangi Lokasi KKN, Jokowi: Seingat Saya 1985 Awal
Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM Rustamadji, menyampaikan belasungkawa sekaligus penghargaan atas dedikasi almarhum:
“Kami sangat kehilangan. Bagus adalah mahasiswa yang aktif, peduli terhadap lingkungan, dan menunjukkan dedikasi tinggi dalam setiap kegiatan pengabdian. Semoga Almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan," mengutip laman UGM, Rabu (2/7/2025).
Bagus dikenal sebagai pribadi cerdas, rendah hati, dan kolaboratif, aktif di kegiatan akademik maupun sosial. UGM kini berkoordinasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Pemerintah Provinsi Maluku, dosen pembimbing lapangan, dan KAGAMA Maluku untuk penanganan darurat, pendampingan psikologis mahasiswa lain, serta pemulangan jenazah.
UGM juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian dan evakuasi—mulai pemerintah daerah hingga warga setempat—serta menegaskan komitmennya mengevaluasi prosedur keselamatan demi melindungi seluruh peserta KKN‑PPM di masa mendatang.
(nnz)
Lihat Juga :