Kisah Haru Soraya, Anak Penjual Kelontong yang Lolos Kuliah Gratis di UGM
Jum'at, 04 Juli 2025 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
“Berasa beban yang semula berat, perlahan diangkat. Saya pesankan pada Soraya untuk mensyukuri ini,” kata Rosliana saat ditemui di rumah mereka yang juga berfungsi sebagai warung kelontong.
Kisah Soraya bukan sekadar tentang lolos masuk UGM. Ia tumbuh tanpa sosok ayah sejak usia dua tahun. Sang ibu menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga, berjuang menjual kebutuhan sehari-hari demi membesarkan keempat anaknya. Di tengah keterbatasan itu, Soraya justru tumbuh menjadi sosok tangguh dan penuh semangat belajar.
Baca juga: UGM Berduka, Mahasiswa KKN-PPM Meninggal setelah Kapal yang Ditumpangi Terbalik di Maluku Tenggara
Sejak SD, ia sudah menunjukkan prestasi di berbagai bidang: dari lomba cerdas cermat hingga fashion show. Puncaknya, saat duduk di SMA Negeri 3 Medan, Soraya mencatat sederet prestasi gemilang, antara lain:
Top 10 nasional International Science Qualification Olympiad 2023 (dari 45.846 peserta),
Gold Medal Eduexpo Himatek USU Student Olympiad 2024,
Kisah Soraya bukan sekadar tentang lolos masuk UGM. Ia tumbuh tanpa sosok ayah sejak usia dua tahun. Sang ibu menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga, berjuang menjual kebutuhan sehari-hari demi membesarkan keempat anaknya. Di tengah keterbatasan itu, Soraya justru tumbuh menjadi sosok tangguh dan penuh semangat belajar.
Baca juga: UGM Berduka, Mahasiswa KKN-PPM Meninggal setelah Kapal yang Ditumpangi Terbalik di Maluku Tenggara
Sejak SD, ia sudah menunjukkan prestasi di berbagai bidang: dari lomba cerdas cermat hingga fashion show. Puncaknya, saat duduk di SMA Negeri 3 Medan, Soraya mencatat sederet prestasi gemilang, antara lain:
Top 10 nasional International Science Qualification Olympiad 2023 (dari 45.846 peserta),
Gold Medal Eduexpo Himatek USU Student Olympiad 2024,
Lihat Juga :