Dies Natalis ke-55 IKJ, FSRD Gelar Seminar Seni Rupa Partisipatif
Selasa, 08 Juli 2025 - 08:30 WIB
loading...
A
A
A
Seminar ini menghadirkan pembicara utama Indira Estiyanti Nurjadin (Direktur Eksekutif Museum dan Cagar Budaya (Indonesian Heritage Agency), dan Owner dari D’Gallerie Jakarta yang memaparkan studi lapangan dalam “Seni di Tengah Kota: dari Tindakan Estetik ke Praktik Sosial, Peran Seni dalam Membangun Ruang Publik yang Inklusif,” melalui mengajak para seniman mural/graffiti untuk membuat karya seni di tembok RPTRA juga masyarakat untuk ikut aktif berkarya. Sehingga seni dapat menjadi media edukasi sekaligus mengangkat isu sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
Narasumber Mikke Susanto, Kurator dan Akademisi - ISI Yogyakarta menguraikan analisanya dalam “Kuratorial Seni Publik” melalui bagaimana Pengalaman, Gagasan, Dampak dan Manajemen diaplikasikan dalam seni di ruang publik. Dengan demikian, praktik kuratorial yang reflektif, inklusif, kolaboratif dan kontekstual dapat mereposisi seni.
Aries Budi Marwanto, Praktisi Seni Rupa dan Akademisi - ISI Surakarta mengungkap studi di Desa Juron, Sukoharjo di Jawa Tengah melalui “Membangun Kampung Wisata dengan Seni Partisipatoris” dimana seni partisipatoris diawali dengan pendekatan emik yang mengedepankan budaya lokal, nilai/kepercayaan dan praktik budaya masyarakatnya.
Nicholas Wila Adi Pratama, Peneliti Seni dan Akademisi IKJ, Kandidat Doktor ISI Denpasar menganalisa seni lukis bak truk dalam “Pusaran Urban Menjadi Simbol Kekuatan dan Kreativitas Komunitas Truk dalam Membentuk Identitas”. Temuannya mengungkap bahwa komunitas truk merujuk pada beragam aspek yakni dinamika kota, kreativitas urban dan transformasi kota.
Dengan demikian, melalui seni rupa partisipatif maka keterlibatan masyarakat dalam kegiatan seni diharapkan akan membuka peluang transformasi ekonomi melalui penguatan sektor ekonomi kreatif lokal, pemberdayaan komunitas, penciptaan ruang kerja dan apresiasi baru di luar sistem seni konvensional.
Narasumber Mikke Susanto, Kurator dan Akademisi - ISI Yogyakarta menguraikan analisanya dalam “Kuratorial Seni Publik” melalui bagaimana Pengalaman, Gagasan, Dampak dan Manajemen diaplikasikan dalam seni di ruang publik. Dengan demikian, praktik kuratorial yang reflektif, inklusif, kolaboratif dan kontekstual dapat mereposisi seni.
Aries Budi Marwanto, Praktisi Seni Rupa dan Akademisi - ISI Surakarta mengungkap studi di Desa Juron, Sukoharjo di Jawa Tengah melalui “Membangun Kampung Wisata dengan Seni Partisipatoris” dimana seni partisipatoris diawali dengan pendekatan emik yang mengedepankan budaya lokal, nilai/kepercayaan dan praktik budaya masyarakatnya.
Nicholas Wila Adi Pratama, Peneliti Seni dan Akademisi IKJ, Kandidat Doktor ISI Denpasar menganalisa seni lukis bak truk dalam “Pusaran Urban Menjadi Simbol Kekuatan dan Kreativitas Komunitas Truk dalam Membentuk Identitas”. Temuannya mengungkap bahwa komunitas truk merujuk pada beragam aspek yakni dinamika kota, kreativitas urban dan transformasi kota.
Dengan demikian, melalui seni rupa partisipatif maka keterlibatan masyarakat dalam kegiatan seni diharapkan akan membuka peluang transformasi ekonomi melalui penguatan sektor ekonomi kreatif lokal, pemberdayaan komunitas, penciptaan ruang kerja dan apresiasi baru di luar sistem seni konvensional.
(nnz)
Lihat Juga :