Generasi Muda Cerdas Membaca Label Pangan, LPkM Universitas Bakrie Adakan Edukasi Digital
Jum'at, 11 Juli 2025 - 18:20 WIB
loading...
A
A
A
“Menjalani hidup sehat bukan berarti harus meninggalkan makanan favorit. Cukup dengan memahami batas aman konsumsi gula, garam, dan lemak, kita bisa tetap menikmati hidup sambil menjaga tubuh tetap sehat” ujar Rendy.
Pembicara kedua, Ruth Putryani Saragih, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, memaparkan pentingnya platform digital dalam meningkatkan literasi pangan sehat. Ia menyoroti tren generasi muda, khususnya Gen Z dan Gen Alpha, yang semakin intensif menggunakan media digital seperti TikTok, Instagram, dan YouTube untuk
mendapatkan informasi tentang kesehatan.
“Konten pendek di media sosial efektif untuk mengedukasi generasi muda. Tapi, kita juga harus kritis, karena tidak semua konten yang viral itu akurat. Di sini peran komunikasi menjadi krusial untuk mengedukasi sekaligus mendorong partisipasi masyarakat secara positif” jelas Ruth.
Acara yang dipandu oleh Rizki Maryam Astuti ini diikuti oleh peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum. Melalui sesi diskusi interaktif, peserta diajak berdialog tentang tantangan dalam menerapkan pola makan sehat serta bagaimana bijak menyaring informasi dari media sosial.
“Harapan kami sederhana, setelah kegiatan ini, peserta jadi lebih cerdas memilih pangan khususnya di media sosial, sadar akan pentingnya menjalani gaya hidup sehat, dan perlunya kolaborasi antar pihak kepentingan dalam program literasi pangan” tutup Prof. Ardiansyah.
Pembicara kedua, Ruth Putryani Saragih, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, memaparkan pentingnya platform digital dalam meningkatkan literasi pangan sehat. Ia menyoroti tren generasi muda, khususnya Gen Z dan Gen Alpha, yang semakin intensif menggunakan media digital seperti TikTok, Instagram, dan YouTube untuk
mendapatkan informasi tentang kesehatan.
“Konten pendek di media sosial efektif untuk mengedukasi generasi muda. Tapi, kita juga harus kritis, karena tidak semua konten yang viral itu akurat. Di sini peran komunikasi menjadi krusial untuk mengedukasi sekaligus mendorong partisipasi masyarakat secara positif” jelas Ruth.
Acara yang dipandu oleh Rizki Maryam Astuti ini diikuti oleh peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum. Melalui sesi diskusi interaktif, peserta diajak berdialog tentang tantangan dalam menerapkan pola makan sehat serta bagaimana bijak menyaring informasi dari media sosial.
“Harapan kami sederhana, setelah kegiatan ini, peserta jadi lebih cerdas memilih pangan khususnya di media sosial, sadar akan pentingnya menjalani gaya hidup sehat, dan perlunya kolaborasi antar pihak kepentingan dalam program literasi pangan” tutup Prof. Ardiansyah.
(nnz)
Lihat Juga :