Prodi S1 Bisnis Digital UNJ Jadi yang Pertama Raih Akreditasi Unggul LAMEMBA

Kamis, 17 Juli 2025 - 09:55 WIB
loading...
Prodi S1 Bisnis Digital...
Program Studi S1 Bisnis Digital secara resmi meraih akreditasi Unggul dari Perkumpulan LAMEMBA. Foto/UNJ.
A A A
JAKARTA - Program Studi S1 Bisnis Digital secara resmi meraih akreditasi Unggul dari Perkumpulan Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA).

Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan LAMEMBA No. 2452/DE/A.5/AR.10/VII/2025, dan berlaku selama lima tahun, terhitung sejak 4 Juli 2025 hingga 4 Juli 2030.

Dengan raihan ini, Prodi S1 Bisnis Digital FEB UNJ tidak hanya masuk dalam jajaran prodi terbaik di Indonesia, tetapi juga menjadi pelopor sebagai program studi bisnis digital pertama di Indonesia yang memperoleh status akreditasi Unggul.

Baca juga: Teknik Pertambangan ITS Resmi Dibuka di Jalur Mandiri, Peluang Kerja Tinggi

Sebuah tonggak pencapaian yang menunjukkan keunggulan mutu akademik dan relevansi kurikulum di tengah derasnya transformasi digital global.

Keputusan akreditasi tersebut diperoleh setelah melalui proses asesmen komprehensif oleh tim asesor LAMEMBA, yang mencakup penilaian terhadap aspek tata kelola, kurikulum, kualitas dosen, infrastruktur, hingga capaian dan kompetensi lulusan. Hasil asesmen ini menegaskan kualitas dan daya saing Prodi S1 Bisnis Digital FEB UNJ di tingkat nasional.

Baca juga: Mengenal 5 Prodi Baru UNS dengan Prospek Kerjanya yang Menjanjikan

“Akreditasi ‘Unggul’ ini merupakan bentuk pengakuan nasional atas kualitas dan komitmen kami dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri digital,” ungkap Osly Usman, Ketua Program Studi S1 Bisnis Digital FEB UNJ Periode 2021–2025, melalui siaran pers, Kamis (17/7/2025).

Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja tim dan visi besar untuk mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan kompeten dalam era digital.

Senada dengan itu, Prof. Mohamad Rizan, Dekan FEB UNJ, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh sivitas akademika. “Pencapaian ini adalah hasil kerja keras kolektif dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta dukungan penuh dari universitas dan mitra industri. Kami akan terus memperkuat kerja sama dan inovasi demi menghasilkan lulusan yang berdaya saing global”, ujarnya.

Prof. Mohamad Rizan menambahkan bahwa Program Studi S1 Bisnis Digital FEB UNJ dirancang sebagai respons atas tuntutan zaman. Kurikulumnya menggabungkan pendekatan multidisipliner antara ilmu ekonomi, manajemen, teknologi digital, dan kewirausahaan. Tujuan utamanya adalah mencetak talenta unggul yang mampu memimpin inovasi di tengah revolusi industri 4.0 dan ekonomi digital yang terus berkembang.

Sebagai prodi yang terus tumbuh, dukungan terhadap keberlanjutan mutu pendidikan menjadi perhatian utama. “Atas nama pimpinan FEB UNJ, Saya menyampaikan apresiasi kepada Dr. Ryna Parlyna, Ketua Program Studi periode 2025–2030, atas semangat dan komitmen melanjutkan estafet kepemimpinan prodi ini dalam menjaga standar unggul ke depan," tambah Prof. Mohamad Rizan.

Dia menjelaskan, lebih dari sekadar pengakuan administratif, status akreditasi Unggul membuka peluang strategis bagi Prodi S1 Bisnis Digital FEB UNJ, seperti peningkatan kepercayaan publik, perluasan jejaring kolaborasi internasional, akses beasiswa dan dana riset, serta penguatan kapabilitas inovasi berbasis teknologi.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UNJ Expo 2026 Dibuka,...
UNJ Expo 2026 Dibuka, Hadirkan Pameran Inovasi, Tes Kesehatan, hingga Kuliner Nusantara
UNJ Diganjar Penghargaan...
UNJ Diganjar Penghargaan KONI Pusat, Jadi Rujukan Ilmu Keolahragaan Nasional
Prodi Teknik Berubah...
Prodi Teknik Berubah Nama Jadi Rekayasa, DPR Berharap Riset dan Inovasi Bisa Makin Maju
Jurusan Teknik Berganti...
Jurusan Teknik Berganti Nama Menjadi Rekayasa, Berikut Daftar Lengkapnya
UNEJ Buka Prodi Baru...
UNEJ Buka Prodi Baru S1 Sains Data, Siap Cetak Ahli Big Data dan AI
Penutupan Prodi Tak...
Penutupan Prodi Tak Bisa Sembarangan, UB Ungkap Faktor Kunci dan Tahapan Resminya
Ungkap Risiko, MODANTARA...
Ungkap Risiko, MODANTARA Minta Batas Potongan Platform 8% Ditinjau Kembali
Ubedilah Badrun Dilaporkan...
Ubedilah Badrun Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Buntut Pernyataannya Soal Prabowo-Gibran
Metro Timur Indonusa...
Metro Timur Indonusa Investasi USD1 Juta, Dukung Pengembangan Alat AI bagi Kreator
Rekomendasi
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
FIFA Hukum Assim Madibo...
FIFA Hukum Assim Madibo 5 Laga Usai Patahkan Kaki Gelandang Kanada
Prinsip Berkelanjutan,...
Prinsip Berkelanjutan, Jasa Marga Tingkatkan Pengelolaan Green Toll Road
Berita Terkini
Rekrutmen Penggerak...
Rekrutmen Penggerak HAM 2026 Resmi Diperpanjang, Daftar di Link Ini
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Tak Kenal Menyerah,...
Tak Kenal Menyerah, Maryanti Jadi Lulusan Terbaik UNY 2026 Meski Kuliah Sambil Berwirausaha
UGM Masuk Peringkat...
UGM Masuk Peringkat 41 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026, Naik Signifikan
ITS Tembus Peringkat...
ITS Tembus Peringkat 101-200 Besar Dunia di THE Impact Ratings 2026
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved