Kuliah di Mana Sahdan Ketua RT Gen Z yang Viral? Ternyata Mahasiswa Jurusan Teknik
Sabtu, 19 Juli 2025 - 08:14 WIB
loading...
Sosok Sahdan Arya Maulana viral karena jadi ketua RT gen z di tempat tingggalnya di Koja, Jakarta Utara. Foto/muhammadiyah.or.id.
A
A
A
JAKARTA - Sosok Sahdan Arya Maulana viral karena jadi ketua RT gen z di tempat tingggalnya di Koja, Jakarta Utara. Ternyata, Sahdan yang baru berusia 20 tahun ini berstatus mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
Sosok Sahdan viral karena sebuah unggahan video jalan di lingkungan tempat tinggalnya yang rusak kemudian dicor secara swadaya oleh warga. Bahkan pengecoran itu dilakukannya ketika ia baru dua bulan menjadi ketua RT .
Baca juga: Pertama di Indonesia, Kota Jambi Siap Gelar Pemilihan Ketua RT Serentak
Gaya kepemimpinannya yang sat set atau sangat cepat tanggap dan solutif dalam menyelesaikan masalah warga tak hanya itu, ia menginisiasi pemasangan CCTV untuk keamanan, penyediaan dana dan bansos lainnya yang dikelola mandiri tanpa dukungan pemerintah.
Sahdan pun makin dikenal, diwawancara oleh sejumlah stasiun televisi swasta, hingga diundang Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat, dan terakhir bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan kembali viral karena menolak uang pemberian Kang Dedi.
Ketua RT 07 RW 08, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara ini sebelumnya menang pemilihan ketua RT dengan 126 suara. Ia resmi menjabat sejak 25 April 2025.
“Alhamdulillah saya menang dengan 126 suara, sedangkan lawan saya memperoleh 17 suara,” katanya, mengutip laman UMJ, Sabtu (19/7/2025).
Baca juga: Tiru Prabowo, Wali Kota Jambi Akan Gelar Retreat Ketua RT Hasil Pilkate Serentak
Di usianya yang baru menginjak 20 tahun, Sahdan mematahkan stigma akan penilaian masyarakat yang meragukan potensi anak muda. Lebih lanjut ia mengatakan “Ada yang bilang Gen Z itu males gerak, gak bisa kerja, atau gak bakal ada pembangunan,” ungkap Sahdan.
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) ini maju sebagai ketua RT dengan sejumlah program yang akan memberi kebermanfaatan bagi warganya, salah satunya pengecoran jalan yang sukses dilakukan pada usia 2 bulan menjabat.
Baca juga: Tak Terima Ditegur, Pelaku Balap Liar Robohkan Pagar Milik Ketua RT di Pasar Rebo
Namun tak hanya itu, dengan pengelolaan swadaya Sahdan ingin menunaikan program berbagi sembako jelang ramadan, pemasangan CCTV di sejumlah titik rawan pencurian, hingga pembelian hewan kurban setiap iduladha.
Lebih lanjut, program bantuan sosial lainnya yaitu sumbangan bagi warga yang sakit sebesar Rp200.000 dan warga yang meninggal sebesar Rp500.000 lengkap dengan penyediaan kain kafan, papan nisan, hingga ongkos gali kubur.
“Setiap warga hanya membayar iuran sebesar Rp10.000 per bulan yang dialokasikan untuk dana bantuan bagi warga yang sakit atau meninggal, serta untuk kebutuhan keamanan lingkungan,” jelasnya.
Baca juga: Aurel Hermansyah Kaget Atta Halilintar Ditawarkan Jabatan, Jadi Ketua RT di Pondok Indah
Program ini ia gagas dengan mengadaptasi nilai-nilai Muhammadiyah seperti kebaikan sosial dan kebermanfaatan mulai dari bantuan warga, pemberdayaan ekonomi kecil, hingga pelayanan cepat.
“Prinsip saya sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama,” ungkapnya.
Mahasiswa jurusan Teknik Industri itu ternyata tidak main-main dengan jabatannya sebagai ketua RT.
Sahdan mempersiapkan langkah yang akan ditempuh ke depan, dengan meneruskan pendidikan yang relevan untuk menggapai mimpinya menjadi seorang pemimpin.
“Cita-cita saya menjadi gubernur Jakarta. Jadi ini langkah awal buat membuktikan bahwa saya mampu,” ungkap mahasiswa semester empat ini.
Alasan ia menempuh jurusan Teknik Industri dikarenakan saat ini sedang melakukan usaha kecil. Sahdan mengatakan setelah menempuh jenjang S1 di jurusan Teknik Industri dia akan melanjutkan program studinya di bidang ilmu sosial, utamanya ilmu politik.
“Saya ingin memperdalam dunia usaha dulu. Tapi untuk S2, mungkin akan ke arah ilmu politik,” tutup Sahdan.
Sosok Sahdan viral karena sebuah unggahan video jalan di lingkungan tempat tinggalnya yang rusak kemudian dicor secara swadaya oleh warga. Bahkan pengecoran itu dilakukannya ketika ia baru dua bulan menjadi ketua RT .
Baca juga: Pertama di Indonesia, Kota Jambi Siap Gelar Pemilihan Ketua RT Serentak
Gaya kepemimpinannya yang sat set atau sangat cepat tanggap dan solutif dalam menyelesaikan masalah warga tak hanya itu, ia menginisiasi pemasangan CCTV untuk keamanan, penyediaan dana dan bansos lainnya yang dikelola mandiri tanpa dukungan pemerintah.
Sahdan pun makin dikenal, diwawancara oleh sejumlah stasiun televisi swasta, hingga diundang Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat, dan terakhir bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan kembali viral karena menolak uang pemberian Kang Dedi.
Menang dengan 126 Suara
Ketua RT 07 RW 08, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara ini sebelumnya menang pemilihan ketua RT dengan 126 suara. Ia resmi menjabat sejak 25 April 2025.
“Alhamdulillah saya menang dengan 126 suara, sedangkan lawan saya memperoleh 17 suara,” katanya, mengutip laman UMJ, Sabtu (19/7/2025).
Baca juga: Tiru Prabowo, Wali Kota Jambi Akan Gelar Retreat Ketua RT Hasil Pilkate Serentak
Di usianya yang baru menginjak 20 tahun, Sahdan mematahkan stigma akan penilaian masyarakat yang meragukan potensi anak muda. Lebih lanjut ia mengatakan “Ada yang bilang Gen Z itu males gerak, gak bisa kerja, atau gak bakal ada pembangunan,” ungkap Sahdan.
Program Kerja
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) ini maju sebagai ketua RT dengan sejumlah program yang akan memberi kebermanfaatan bagi warganya, salah satunya pengecoran jalan yang sukses dilakukan pada usia 2 bulan menjabat.
Baca juga: Tak Terima Ditegur, Pelaku Balap Liar Robohkan Pagar Milik Ketua RT di Pasar Rebo
Namun tak hanya itu, dengan pengelolaan swadaya Sahdan ingin menunaikan program berbagi sembako jelang ramadan, pemasangan CCTV di sejumlah titik rawan pencurian, hingga pembelian hewan kurban setiap iduladha.
Lebih lanjut, program bantuan sosial lainnya yaitu sumbangan bagi warga yang sakit sebesar Rp200.000 dan warga yang meninggal sebesar Rp500.000 lengkap dengan penyediaan kain kafan, papan nisan, hingga ongkos gali kubur.
“Setiap warga hanya membayar iuran sebesar Rp10.000 per bulan yang dialokasikan untuk dana bantuan bagi warga yang sakit atau meninggal, serta untuk kebutuhan keamanan lingkungan,” jelasnya.
Baca juga: Aurel Hermansyah Kaget Atta Halilintar Ditawarkan Jabatan, Jadi Ketua RT di Pondok Indah
Program ini ia gagas dengan mengadaptasi nilai-nilai Muhammadiyah seperti kebaikan sosial dan kebermanfaatan mulai dari bantuan warga, pemberdayaan ekonomi kecil, hingga pelayanan cepat.
“Prinsip saya sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama,” ungkapnya.
Cita-cita Jadi Gubernur
Mahasiswa jurusan Teknik Industri itu ternyata tidak main-main dengan jabatannya sebagai ketua RT.
Sahdan mempersiapkan langkah yang akan ditempuh ke depan, dengan meneruskan pendidikan yang relevan untuk menggapai mimpinya menjadi seorang pemimpin.
“Cita-cita saya menjadi gubernur Jakarta. Jadi ini langkah awal buat membuktikan bahwa saya mampu,” ungkap mahasiswa semester empat ini.
Alasan ia menempuh jurusan Teknik Industri dikarenakan saat ini sedang melakukan usaha kecil. Sahdan mengatakan setelah menempuh jenjang S1 di jurusan Teknik Industri dia akan melanjutkan program studinya di bidang ilmu sosial, utamanya ilmu politik.
“Saya ingin memperdalam dunia usaha dulu. Tapi untuk S2, mungkin akan ke arah ilmu politik,” tutup Sahdan.
(nnz)
Lihat Juga :