Universitas Indonesia Gencar Gaet Mahasiswa Asing Demi Reputasi Global
Sabtu, 19 Juli 2025 - 15:08 WIB
loading...
A
A
A
UI selama ini aktif menggaungkan program internasionalisasi melalui berbagai beasiswa, seperti UI Grant, The Indonesian AID Scholarship (TIAS), dan Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dari Kementerian Pendidikan. Tak hanya mengandalkan beasiswa, UI juga berupaya menjaring mahasiswa asing dengan mengandalkan reputasi akademiknya.
“Tahun ini, penerimaan mahasiswa asing dibuka cukup besar. Meski tidak semua melalui jalur beasiswa, kami tetap ajak mereka untuk kuliah di UI. Ke depannya, kami akan bekerja lebih keras lagi lewat kerja sama dengan kedutaan-kedutaan besar dalam menyebarluaskan informasi ini ke negara-negara tujuan,” ungkapnya.
Sebagai bentuk apresiasi, UI juga menyelenggarakan kegiatan bertajuk “The 2025 Degree Awarding Ceremony for UI International Students” yang memberikan penghargaan kepada mahasiswa asing yang telah menamatkan studi mereka.
“Ini kegiatan yang sangat bagus. Kalau tahun lalu hanya seremonial makan-makan, tahun ini kami gelar layaknya wisuda resmi. Ini karena sebagian besar mahasiswa internasional beasiswanya berakhir Juli, sementara pulang ke negara asalnya pada September,” ujar Prof. Mahmud.
Pada tahun ini, tercatat ada 61 mahasiswa dari 13 negara yang mengikuti acara tersebut. Mereka berasal dari berbagai negara seperti Pakistan, Zimbabwe, Timor Leste, India, dan lainnya, dengan jumlah terbanyak dari Pakistan.
“Tahun ini, penerimaan mahasiswa asing dibuka cukup besar. Meski tidak semua melalui jalur beasiswa, kami tetap ajak mereka untuk kuliah di UI. Ke depannya, kami akan bekerja lebih keras lagi lewat kerja sama dengan kedutaan-kedutaan besar dalam menyebarluaskan informasi ini ke negara-negara tujuan,” ungkapnya.
Sebagai bentuk apresiasi, UI juga menyelenggarakan kegiatan bertajuk “The 2025 Degree Awarding Ceremony for UI International Students” yang memberikan penghargaan kepada mahasiswa asing yang telah menamatkan studi mereka.
“Ini kegiatan yang sangat bagus. Kalau tahun lalu hanya seremonial makan-makan, tahun ini kami gelar layaknya wisuda resmi. Ini karena sebagian besar mahasiswa internasional beasiswanya berakhir Juli, sementara pulang ke negara asalnya pada September,” ujar Prof. Mahmud.
Pada tahun ini, tercatat ada 61 mahasiswa dari 13 negara yang mengikuti acara tersebut. Mereka berasal dari berbagai negara seperti Pakistan, Zimbabwe, Timor Leste, India, dan lainnya, dengan jumlah terbanyak dari Pakistan.
(nnz)
Lihat Juga :