Jawa Terlalu Padat Dokter, Pemerintah Gerak Cepat Sebar Ribuan Spesialis ke Daerah
Selasa, 22 Juli 2025 - 17:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kemenkes Tutup 3 Prodi di Fakultas Kedokteran Buntut Laporan Perundungan dan Pelecehan Seksual
Menempatkan residen senior di rumah sakit pendidikan prioritas.
Memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait.
Kemendiktisaintek bekerja sama dengan AIPKI (Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia) dan 350 rumah sakit untuk membuka 148 prodi baru. Targetnya, kuota mahasiswa dokter spesialis meningkat dua kali lipat menjadi 8.000 pada 2026, dan jumlah lulusan mencapai 6.000 per tahun pada 2030.
Jumlah Fakultas Kedokteran saat ini mencapai 144 institusi dengan kuota mahasiswa sekitar 18.000 per tahun. Dengan pertumbuhan jumlah FK dan kelulusan UKMPPD, pemerintah menargetkan mencetak 48.000 dokter tambahan sepanjang 2025–2030, guna menjawab kekurangan dokter nasional.
Baca juga: Biaya Kuliah Kedokteran di 5 PTN Pulau Sumatera Jalur Mandiri 2025: Unand, Unsri, USK, USU, dan Unri
Menempatkan residen senior di rumah sakit pendidikan prioritas.
Memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait.
Kemendiktisaintek bekerja sama dengan AIPKI (Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia) dan 350 rumah sakit untuk membuka 148 prodi baru. Targetnya, kuota mahasiswa dokter spesialis meningkat dua kali lipat menjadi 8.000 pada 2026, dan jumlah lulusan mencapai 6.000 per tahun pada 2030.
Jumlah Fakultas Kedokteran saat ini mencapai 144 institusi dengan kuota mahasiswa sekitar 18.000 per tahun. Dengan pertumbuhan jumlah FK dan kelulusan UKMPPD, pemerintah menargetkan mencetak 48.000 dokter tambahan sepanjang 2025–2030, guna menjawab kekurangan dokter nasional.
Baca juga: Biaya Kuliah Kedokteran di 5 PTN Pulau Sumatera Jalur Mandiri 2025: Unand, Unsri, USK, USU, dan Unri
Lihat Juga :