Lolos Kedokteran UGM, Anak Buruh Sawit dari Merauke Wujudkan Mimpi sejak Kelas 5 SD
Rabu, 23 Juli 2025 - 09:09 WIB
loading...
A
A
A
- Juara debat bahasa Indonesia tingkat nasional mewakili Papua
- Juara lomba sumpah pemuda dalam kegiatan Pramuka
Raih Beasiswa 100 %
Meskipun uang saku dari orang tua tak menentu, prestasinya membuahkan beasiswa sekolah dan kini beasiswa UKT 100 persen dari UGM. “Tanpa beasiswa ini, saya tidak bisa kuliah di luar Papua. Penghasilan Ayah hanya dua juta per bulan,” kata Erlin.
Fereonika, ibunda Erlin, mengaku sangat bersyukur anaknya bisa berkuliah gratis di prodi impian. “Semoga dia jadi dokter yang bertanggung jawab dan tulus melayani,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan sang ayah. “Kami tidak sanggup ikut jalur mandiri. Terima kasih UGM, sudah ringankan beban kami,” ucap Dominikus.
Kini, Erlin tengah mempersiapkan diri menghadapi dunia perkuliahan. Ia sadar tantangan baru sudah menanti, namun semangatnya tak padam. Baginya, menjadi dokter bukan sekadar impian pribadi, tetapi bentuk pengabdian untuk mereka yang kurang beruntung.
Kepada para pemuda lain yang sedang mengejar mimpi, Erlin berpesan agar tidak pernah menyerah. “Mimpi itu milik siapa saja. Jangan takut bermimpi besar. Kalau niat kita tulus, Tuhan pasti buka jalan,” tutupnya penuh harap.
- Juara lomba sumpah pemuda dalam kegiatan Pramuka
Raih Beasiswa 100 %
Meskipun uang saku dari orang tua tak menentu, prestasinya membuahkan beasiswa sekolah dan kini beasiswa UKT 100 persen dari UGM. “Tanpa beasiswa ini, saya tidak bisa kuliah di luar Papua. Penghasilan Ayah hanya dua juta per bulan,” kata Erlin.
Fereonika, ibunda Erlin, mengaku sangat bersyukur anaknya bisa berkuliah gratis di prodi impian. “Semoga dia jadi dokter yang bertanggung jawab dan tulus melayani,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan sang ayah. “Kami tidak sanggup ikut jalur mandiri. Terima kasih UGM, sudah ringankan beban kami,” ucap Dominikus.
Kini, Erlin tengah mempersiapkan diri menghadapi dunia perkuliahan. Ia sadar tantangan baru sudah menanti, namun semangatnya tak padam. Baginya, menjadi dokter bukan sekadar impian pribadi, tetapi bentuk pengabdian untuk mereka yang kurang beruntung.
Kepada para pemuda lain yang sedang mengejar mimpi, Erlin berpesan agar tidak pernah menyerah. “Mimpi itu milik siapa saja. Jangan takut bermimpi besar. Kalau niat kita tulus, Tuhan pasti buka jalan,” tutupnya penuh harap.
(nnz)
Lihat Juga :