Kukuhkan Iswanto Sucandy sebagai Anjunct Profesor, FK Unair Siap Kembangkan Bedah Robotik
Kamis, 24 Juli 2025 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
Iswanto juga mengajak mahsiswa kedokteran dan dokter di Surabaya untuk belajar lebih banyak lagi di Amerika. Sehingga ke depannya bisa membantu penanganan operasi-operasi kanker di Indonesia. "Indonesia butuh ahli bedah robotik," terangnya.
Diketahui, robotic surgery merupakan metode bedah dimana dokter bedah menggunakan sistem robotik ketika melakukan tindakan operasi. Walaupun menggunakan istilah robotic, namun kontrol penuh tetap berada di tangan dokter spesialis bedah yang melakukan tindakan.
Instrumen bedah seperti pisau bedah dan alat lainnya akan dipegang oleh lengan robot yang kemudian dihubungkan dengan alat pengontrol yang diarahkan oleh dokter. Dokter juga akan melihat gambaran kondisi area yang akan dibedah secara langsung menggunakan layar. Baca juga: Kisah Al Zahrawi, Sosok Ilmuwan Muslim Berjuluk Bapak Bedah Modern
Dengan menggunakan metode ini, maka tindakan operasi akan lebih presisi, fleksibel dan terkontrol dibandingkan dengan metode konvensional. Namun di sisi lain, dokter tetap dapat melakukan kontrol secara penuh.
Metode ini seringkali digunakan pada tindakan operasi yang bersifat kompleks seperti yang berkaitan dengan urologi, ginekologi, onkologi dan jantung. Dengan metode ini, biasanya proses pemulihan akan relatif lebih cepat karena luka insisi yang lebih kecil. Selain itu, risiko mengalami komplikasi juga akan lebih rendah.
Diketahui, robotic surgery merupakan metode bedah dimana dokter bedah menggunakan sistem robotik ketika melakukan tindakan operasi. Walaupun menggunakan istilah robotic, namun kontrol penuh tetap berada di tangan dokter spesialis bedah yang melakukan tindakan.
Instrumen bedah seperti pisau bedah dan alat lainnya akan dipegang oleh lengan robot yang kemudian dihubungkan dengan alat pengontrol yang diarahkan oleh dokter. Dokter juga akan melihat gambaran kondisi area yang akan dibedah secara langsung menggunakan layar. Baca juga: Kisah Al Zahrawi, Sosok Ilmuwan Muslim Berjuluk Bapak Bedah Modern
Dengan menggunakan metode ini, maka tindakan operasi akan lebih presisi, fleksibel dan terkontrol dibandingkan dengan metode konvensional. Namun di sisi lain, dokter tetap dapat melakukan kontrol secara penuh.
Metode ini seringkali digunakan pada tindakan operasi yang bersifat kompleks seperti yang berkaitan dengan urologi, ginekologi, onkologi dan jantung. Dengan metode ini, biasanya proses pemulihan akan relatif lebih cepat karena luka insisi yang lebih kecil. Selain itu, risiko mengalami komplikasi juga akan lebih rendah.
(poe)
Lihat Juga :