IPB Luncurkan Kurikulum Berbasis OBE untuk Cetak Lulusan Siap Hadapi Masa Depan
Kamis, 31 Juli 2025 - 06:01 WIB
loading...
IPB University secara resmi memperkenalkan kurikulum terbaru yang mengadopsi pendekatan Outcome Based Education (OBE). Foto/IPB University.
A
A
A
BOGOR - IPB University secara resmi memperkenalkan kurikulum terbaru yang mengadopsi pendekatan Outcome Based Education (OBE). Inisiatif ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang tangguh, inovatif, serta mampu beradaptasi dengan dinamika dunia kerja yang terus berubah.
Kurikulum ini juga memastikan bahwa capaian pembelajaran lulusan (CPL) selaras dengan kebutuhan industri dan masyarakat masa depan.
Baca juga: UIII dan HCHF Resmikan Deklarasi Jakarta 2025: Komitmen Global untuk Persaudaraan Manusia
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof. Deni Noviana, menegaskan bahwa penyusunan kurikulum harus mengacu pada kebijakan nasional sekaligus adaptif terhadap perkembangan global.
“Kita perlu menyadari bahwa dalam 50 tahun ke depan, para lulusan akan menghadapi tantangan yang sama sekali berbeda,” ucap Prof. Deni saat membuka acara Kick-off Penerapan dan Simulasi Sistem OBE di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Kampus IPB Dramaga (28/7).
Baca juga: Pendidikan Amalia Adininggar, Kepala BPS Lulusan ITB dan Doktor Ekonomi dari Australia
Ia menambahkan bahwa kurikulum modern tidak boleh terlepas dari kemajuan teknologi, permintaan pasar kerja, serta dinamika sosial masyarakat. Menurutnya, ada tiga pilar utama dalam sistem OBE, yaitu:
Kurikulum berbasis capaian (Outcome-based Curriculum),
Proses pembelajaran berbasis capaian (Outcome-based Learning and Teaching), dan
Evaluasi berbasis capaian (Outcome-based Assessment and Evaluation).
“Ketiga elemen ini harus diintegrasikan secara konsisten agar OBE tidak hanya menjadi wacana, tetapi memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa,” jelasnya.
Rektor IPB University, Prof. Arif Satria, menyampaikan bahwa peluncuran kurikulum ini merupakan bagian dari pembaruan Kurikulum 2020 menjadi Kurikulum 2025, yang menandai komitmen kampus terhadap perubahan dan peningkatan kualitas pendidikan.
“Peluncuran kurikulum OBE ini adalah bagian dari upaya kami dalam menyempurnakan sistem pembelajaran agar semakin relevan dengan perkembangan zaman,” kata Prof. Arif melalui sambutan video.
Sementara itu, Direktur Transformasi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran (DTPTP), Prof. Yulin Lestari, menjelaskan bahwa penerapan kurikulum OBE mencakup integrasi berbagai komponen penting, seperti dokumen panduan pelaksanaan dan pemetaan capaian pembelajaran.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan OBE hanya bisa dicapai melalui proses bertahap yang didukung oleh semua elemen akademik. “Ada dua aspek penting yang harus diperhatikan dalam implementasi OBE, yakni panduan penetapan dan pelaksanaannya. Keduanya harus sinergis agar hasilnya optimal,” ujarnya.
Sebagai tambahan, IPB University telah menyiapkan berbagai dokumen pendukung yang siap digunakan untuk proses akreditasi nasional dan internasional. Dengan sistem yang sudah tertata rapi, diharapkan proses reakreditasi di masa depan dapat berjalan lebih efisien dan lancar.
Kurikulum ini juga memastikan bahwa capaian pembelajaran lulusan (CPL) selaras dengan kebutuhan industri dan masyarakat masa depan.
Baca juga: UIII dan HCHF Resmikan Deklarasi Jakarta 2025: Komitmen Global untuk Persaudaraan Manusia
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof. Deni Noviana, menegaskan bahwa penyusunan kurikulum harus mengacu pada kebijakan nasional sekaligus adaptif terhadap perkembangan global.
“Kita perlu menyadari bahwa dalam 50 tahun ke depan, para lulusan akan menghadapi tantangan yang sama sekali berbeda,” ucap Prof. Deni saat membuka acara Kick-off Penerapan dan Simulasi Sistem OBE di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Kampus IPB Dramaga (28/7).
Baca juga: Pendidikan Amalia Adininggar, Kepala BPS Lulusan ITB dan Doktor Ekonomi dari Australia
Ia menambahkan bahwa kurikulum modern tidak boleh terlepas dari kemajuan teknologi, permintaan pasar kerja, serta dinamika sosial masyarakat. Menurutnya, ada tiga pilar utama dalam sistem OBE, yaitu:
Kurikulum berbasis capaian (Outcome-based Curriculum),
Proses pembelajaran berbasis capaian (Outcome-based Learning and Teaching), dan
Evaluasi berbasis capaian (Outcome-based Assessment and Evaluation).
“Ketiga elemen ini harus diintegrasikan secara konsisten agar OBE tidak hanya menjadi wacana, tetapi memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa,” jelasnya.
Rektor IPB University, Prof. Arif Satria, menyampaikan bahwa peluncuran kurikulum ini merupakan bagian dari pembaruan Kurikulum 2020 menjadi Kurikulum 2025, yang menandai komitmen kampus terhadap perubahan dan peningkatan kualitas pendidikan.
“Peluncuran kurikulum OBE ini adalah bagian dari upaya kami dalam menyempurnakan sistem pembelajaran agar semakin relevan dengan perkembangan zaman,” kata Prof. Arif melalui sambutan video.
Sementara itu, Direktur Transformasi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran (DTPTP), Prof. Yulin Lestari, menjelaskan bahwa penerapan kurikulum OBE mencakup integrasi berbagai komponen penting, seperti dokumen panduan pelaksanaan dan pemetaan capaian pembelajaran.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan OBE hanya bisa dicapai melalui proses bertahap yang didukung oleh semua elemen akademik. “Ada dua aspek penting yang harus diperhatikan dalam implementasi OBE, yakni panduan penetapan dan pelaksanaannya. Keduanya harus sinergis agar hasilnya optimal,” ujarnya.
Sebagai tambahan, IPB University telah menyiapkan berbagai dokumen pendukung yang siap digunakan untuk proses akreditasi nasional dan internasional. Dengan sistem yang sudah tertata rapi, diharapkan proses reakreditasi di masa depan dapat berjalan lebih efisien dan lancar.
(nnz)
Lihat Juga :