Begini Cara Kemendiktisaintek Membumikan Sains dan Teknologi kepada Masyarakat

Jum'at, 01 Agustus 2025 - 17:35 WIB
loading...
Begini Cara Kemendiktisaintek...
Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Yudi Darma (kiri) pada taklimat media peluncuran program Semesta 2025. Foto/Diktisaintek.
A A A
JAKARTA - Ditjen Sains dan Teknologi melalui Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi (Dit. Minat Saintek) Kemendiktisaintek akan meluncurkan program bertema Semesta (Sinergi Kreasi Masyarakat dan Akademisi untuk Sains Teknologi Nusantara) sebagai payung komunikasi utama dalam memperkenalkan program-program strategis yang akan menjadi motor penggerak diseminasi dan pemanfaatan sains dan teknologi (saintek).

Program Semesta dibuat untuk menghadirkan saintek yang inklusif, aplikatif, dan berkelanjutan, sehingga dapat dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat.

Baca juga: 9 Menteri dan Wamen Lulusan ITB di Kabinet Prabowo, Nomor 1 Ilmuwan Nanoteknologi

Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Yudi Darma mengatakan, berdasarkan studi Nature Human Behaviour tahun 2025, tingkat kepercayaan publik Indonesia terhadap ilmuwan tercatat sebesar 3,84 dari skala 5, lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 3,62 dan sejajar dengan Malaysia serta Meksiko.

"Secara global, Indonesia termasuk dalam kelompok negara dengan tingkatkepercayaan tinggi terhadap ilmuwan. Fakta ini tentu menggembirakan, namun sekaligus mengandung tantangan besar,” ujarnya melalui siaran pers, Jumat (1/8/2025).

Menurut Yudi, hasil studi tersebut merupakan momentum untuk meningkatkan minat serta partisipasi masyarakat terhadap saintek. Perguruan tinggi perlu didorong untuk menjadi katalisator perubahan dalam membumikan saintek, sehingga dalam j angka panjang akan terwujud masyarakat berbasis ilmu pengetahuan (citizen science), ekosistem saintek yang inklusif, serta ekonomi berbasis inovasi yang berdampak pada kesejahteraan bersama.

Hal ini yang kemudian menjadi misi Direktorat Minat Saintek melalui empat program yang tergabung dalam Semesta.
Semesta merupakan pendekatan terpadu dalam membangun budaya sains yang hidup di tengah masyarakat dengan mengintegrasikan tiga spektrum komunikasi sains, yaitu literasi sains (science literacy), pemahaman publik (public understranding), dan keterlibatan publik (public engagement).

Ketiga pola tersebut mengedepankan prinsip kolaborasi, ko-kreasi, pelestarian pengetahuan, diplomasi sains, integrasi lintas sektor, dan orientasi pada dampak jangka panjang.

“Keempat program yang tergabung dalam Semesta adalah, In Saintek, Tera Saintek, Resona Saintek, dan
Panen Raya Berdikari. Program-program ini selaras dengan arahan Mendiktisaintek untuk menghadirkan
program yang berdampak, khususnya bagi masyarakat,” tutur Yudi.

Keempat program ini diyakini tidak hanya memperluas jangkauan hasil riset dan inovasi, tetapi juga membangun jejaring antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem saintek yang hidup dan berkelanjutan.

Yudi menambahkan, saintek harus hadir di tengah masyarakat, mudah dipahami, dirasakan manfaatnya, dan mampu menjawab persoalan nyata. Program Semesta juga disusun untuk memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai simpul utama dalam menyebarluaskan ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi ke masyarakat, serta menjawab berbagai
tantangan kebutuhan literasi saintek melalui kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan.

“Kami berharap program-program ini dapat diakses oleh seluruh sivitas akademika perguruan tinggi. Kami
rencana akan melakukan sosialisasi secara daring terkait Program Semesta besok, Jumat 1 Agustus 2025
kepada seluruh perguruan tinggi. Kami ingin agar sains dan teknologi tidak hanya diposisikan sebagai ranah
akademik, tetapi juga sebagai kekuatan budaya dan pemberdayaan masyarakat," pungkasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harmonisasi Spiritualitas...
Harmonisasi Spiritualitas dan Teknologi, UAI Bekali Sertifikasi AI hingga Penguasaan Bahasa Mandarin
329 Tim dari 10 Provinsi...
329 Tim dari 10 Provinsi Ramaikan Kompetisi Greenmech 2026
Jadwal Pendaftaran OSN...
Jadwal Pendaftaran OSN SMA 2026 Lengkap dengan Link Resmi, Catat Tahapannya
Cetak Inovator Sejak...
Cetak Inovator Sejak Dini, Sekolah Kharisma Bangsa Gelar STEAM Expo 2026
Atasi Luka Akibat Diabetes,...
Atasi Luka Akibat Diabetes, Madalyn dan Matthew Si Kembar yang Berhasil Raih Emas di OPSI 2025
Untar Kukuhkan Guru...
Untar Kukuhkan Guru Besar Bidang Manajemen, Bahas Fenomena Konten Digital
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Rekomendasi
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Suka Microdrama Singkat?...
Suka Microdrama Singkat? Intip Sinopsis Don’t Hurt Me, Daddy, Mommy’s Leaving di V+Short
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Berita Terkini
Kemendikdasmen Terapkan...
Kemendikdasmen Terapkan MPLS Ramah 2026, Murid Baru Disambut Tanpa Perpeloncoan
Pradita University Terapkan...
Pradita University Terapkan Living Laboratory, Mahasiswa Kuliah Sambil Praktik di Hotel
Beasiswa Keolahragaan...
Beasiswa Keolahragaan LPDP-Kemenpora 2026 Kembali Dibuka, Kuliah S2-S3 Gratis
Unpad Umumkan Hasil...
Unpad Umumkan Hasil SMUP 2026 Hari Ini, Cek Info Registrasi hingga UKT
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
BAZNAS DKI Jakarta Buka...
BAZNAS DKI Jakarta Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Posisi yang Dibuka
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved