Pesan Veronica Tan untuk Mahasiswa: Seimbangkan IQ Tinggi dengan Akal Budi

Rabu, 06 Agustus 2025 - 15:08 WIB
loading...
Pesan Veronica Tan untuk...
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica dalam acara Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2025. Foto/Tanoto Foundation.
A A A
JAKARTA - Di tengah sorotan terhadap generasi muda yang kerap dicap sebagai generasi strawberry, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan , mengajak para mahasiswa untuk kembali ke dasar: mengasah akal budi dan mendengarkan hati nurani.

Pernyataan itu disampaikan Veronica dalam acara Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2025 di Komplek PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Pangkalan Kerinci, Riau. Generasi strawberry sendiri adalahgenerasi yang tampak menarik di permukaan namun rapuh saat menghadapi tekanan hidup.

Dalam acara yang mempertemukan hampir 300 Tanoto Scholars (sebutan untuk penerima beasiswa TELADAN Tanoto Foundation) dari seluruh Indonesia ini, Veronica menekankan bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk menjadi manusia utuh di era digital yang penuh distraksi.

Baca juga: Apa Itu Ma'had Aly dan Bedanya dengan Perguruan Tinggi Islam Lainnya?

“Akal itu intellect, kemampuan. Kita bisa punya IQ tinggi, tapi itu harus ditempelin dengan budi. Artinya, akal budi itu tidak bisa dipisahkan,” ujar Veronica.

Tantangan Generasi Muda di Era Digital

Julukan generasi strawberry pertama kali mencuat di Taiwan dan digunakan untuk menggambarkan generasi muda yang tampak hebat namun cepat ‘memar’ ketika menghadapi tekanan. Fenomena ini kini mencuat di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Berdasarkan Survei Nasional Kesehatan Mental Remaja Indonesia tahun 2024, ditemukan bahwa sebanyak 15,5 juta remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, setara dengan sekitar 34,9% dari total jumlah remaja di Indonesia.

Sementara itu, Riskesdas 2023 menunjukkan sekitar 2 % penduduk usia di atas 15 tahun mengalami gangguan mental seperti depresi, kecemasan, dan skizofrenia. Data ini menempatkan Indonesia pada risiko masyarakat rapuh secara mental, terutama di kalangan Gen Z.

Tekanan akademik, paparan media sosial, dan ekspektasi sosial yang tinggi menjadi beberapa faktor penyebabnya. Generasi muda hari ini tumbuh dalam lanskap digital yang begitu cepat dan tak selalu ramah.

Meski demikian, Veronica meyakini bahwa mereka memiliki kapasitas luar biasa untuk beradaptasi dan berkembang, asal mampu menjaga keseimbangan antara logika dan nurani.

“Kalian sekarang jauh lebih terpapar informasi dari berbagai sumber. Resiliensi kalian harus lebih kuat dari generasi kami dulu. Jangan biarkan emosi kalian melebihi akal sehat,” ujarnya kepada para Tanoto Scholars.

Keseimbangan antara Emosi, Nalar, dan Nilai

Veronica menyoroti pentingnya kemampuan generasi muda untuk menyeleksi informasi dan konten yang mereka konsumsi setiap hari. Ia menyebut paparan konten yang bersifat sensasional dan emosional di media sosial sebagai tantangan tersendiri dalam menjaga ketenangan batin dan kejernihan berpikir.

Alih-alih mengikuti arus konten viral yang tak mendidik, ia mendorong mahasiswa untuk memperkaya diri dengan bacaan bermutu, refleksi moral, dan dialog yang berlandaskan nilai.

“Kalau mau jadi champion of good, carilah bacaan yang berkualitas. Keseimbangan antara emosi dan akal budi itu penting. Jangan sampai kehilangan akal hanya karena emosi sesaat,” tuturnya.

Pesannya sederhana namun kuat: jadikan hati nurani sebagai kompas moral, dan gunakan akal budi sebagai alat navigasi. Ini adalah fondasi penting bagi generasi muda agar tidak larut dalam gelombang dunia maya yang deras.
Membangun Perubahan lewat Kolaborasi dan Komunitas

Selain penguatan nilai individual, Veronica juga menekankan pentingnya komunitas dan dukungan sosial dalam membentuk karakter dan semangat perubahan. Dalam pandangannya, seseorang tidak bisa menjadi agen perubahan sendirian.

“Kalau kita punya teman yang mendukung moral dan pemikiran kita, satu orang saja bisa memberi dampak. Tapi kalau seribu orang bergerak bersama, dampaknya bisa jauh lebih besar,” katanya.

Ia mengajak Tanoto Scholars untuk membangun solidaritas di tengah tantangan zaman, terutama dalam memperjuangkan nilai-nilai kebaikan dan integritas yang saat ini justru semakin dibutuhkan.

Salah satu poin penting dari pidato Veronica adalah seruan untuk speak up. Menurutnya, generasi muda harus berani menyuarakan nilai-nilai kebaikan yang mereka yakini. Di tengah dominasi konten negatif dan destruktif di media sosial, suara yang berpihak pada moralitas tidak boleh diam.

“Kalau memang kita harus speak up on behalf of the morality, maka kita harus lakukan. Ini cara kita membuat perubahan,” ujarnya.

Dalam konteks inilah, peran Tanoto Scholars sebagai pemimpin muda masa depan diuji. Mereka tak hanya ditantang untuk unggul secara akademik, tetapi juga membawa nilai—dalam sikap, perkataan, dan tindakan.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC University Jadi...
MNC University Jadi Tuan Rumah EduTalk Youth Summit 2026, Bekali Ratusan Pelajar se-Jabodetabek
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
Kreasa Fest 2026 Jadi...
Kreasa Fest 2026 Jadi Ajang Mahasiswa Untar Perkenalkan Budaya Indonesia di Era Digital
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Rektor UIN Jakarta Tekankan...
Rektor UIN Jakarta Tekankan Dosen Hebat Kunci Lahirnya Mahasiswa Berkualitas dan Adaptif
President University...
President University Cetak 359 Inovasi Mahasiswa Lewat Economic Survival Exhibition 2026
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Rekomendasi
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
Gelar Upacara HUT ke-499...
Gelar Upacara HUT ke-499 di Monas, Pemprov DKI Jakarta Tampilkan Tarian dan Defile OPD
Momen Pelimpahan Roy...
Momen Pelimpahan Roy Suryo ke Kejaksaan, Sempat Adu Mulut Tolak Pakai Baju Tahanan
Berita Terkini
Beasiswa GrabScholar...
Beasiswa GrabScholar 2026 untuk SD, SMP, SMA hingga S1 Dibuka, Cek Syarat Dokumen
Ashanty Raih Gelar Doktor,...
Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved