Lebih dari Seribu Peneliti Unggul Hadiri Konvensi Sains Teknologi KSTI 2025
Kamis, 07 Agustus 2025 - 16:25 WIB
loading...
Lebih dari 1.000 peneliti unggul menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 yang digelar di Sabuga ITB. Foto/Diktisaintek.
A
A
A
BANDUNG - Lebih dari 1.000 peneliti unggul di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 yang digelar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Institut Teknologi Bandung (ITB).
Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi ( Mendiktisaintek ), Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa konvensi ini menjadi ajang strategis untuk menyatukan para pemikir dan praktisi sains serta teknologi dari berbagai penjuru tanah air. Tujuannya adalah memperkuat sinergi riset dan inovasi demi kemajuan bangsa.
Baca juga: Momen Presiden Prabowo Sapa Menteri Sambil Sebut Almamater Kampus Mereka di KSTI 2025
“KSTI mempertemukan, mengumpulkan para peneliti dan guru besar, khususnya bidang STEM, untuk bersama-sama menyamakan visi berkontribusi memajukan bangsa dan negara Indonesia,” ujar Brian dalam sambutannya, Rabu (6/8/2025).
Lebih dari sekadar konvensi ilmiah, KSTI juga menjadi bagian dari peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang jatuh pada 10 Agustus 2025. Menurut Brian, kegiatan ini mencerminkan semangat dan tekad nasional untuk menjadikan sains dan teknologi sebagai kekuatan utama dalam pembangunan.
Baca juga: KSTI 2025 Jadi Ajang Penyusunan Peta Jalan Riset dan Inovasi Teknologi Nasional
“Sebagai wujud, tekad kita bersama menjadikan sains dan teknologi sebagai salah satu senjata perjuangan bangsa,” tegas Brian.
Dalam laporannya kepada Presiden RI, Brian menyebutkan bahwa jumlah peserta KSTI 2025 melampaui 2.200 orang, yang terdiri dari berbagai unsur penting dalam ekosistem riset dan inovasi nasional. Rinciannya 1.066 peneliti unggul bidang STEM dari seluruh Indonesia, 401 rektor dan wakil rektor dari perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta (PTS), serta perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti).
Kemudian hadir juga 351 dosen STEM dari wilayah Jawa Barat dan Jakarta, 26 diaspora Indonesia yang sedang menjalani studi atau bekerja di luar negeri, 171 mahasiswa doktor bidang STEM, 150 guru besar dan anggota senat akademik ITB.
Lebih dari 250 peserta dari 18 kementerian/lembaga, 15 BUMN dan anak perusahaannya, serta 54 industri yang aktif bermitra dengan perguruan tinggi dalam bidang riset dan pengembangan (R&D).
Kehadiran para ilmuwan, pendidik, praktisi industri, dan perwakilan pemerintah ini menjadikan KSTI 2025 sebagai forum kolaborasi nasional yang inklusif dan visioner.
Brian menekankan bahwa Indonesia tidak bisa bertumpu pada satu sektor semata untuk mencapai lompatan kemajuan. Oleh karena itu, kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah menjadi kunci utama. KSTI 2025 membuka ruang diskusi strategis, peta jalan riset nasional, dan peluang kerja sama konkret.
“Konvensi ini bukan hanya seremoni. Ini momentum strategis untuk membangun komitmen bersama, mengarahkan riset agar relevan dengan kebutuhan bangsa dan industri,” tutur Brian.
Ia berharap kegiatan seperti KSTI dapat terus dilanjutkan dan diperluas skalanya sebagai bagian dari strategi nasional peningkatan kapasitas sains dan teknologi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi ( Mendiktisaintek ), Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa konvensi ini menjadi ajang strategis untuk menyatukan para pemikir dan praktisi sains serta teknologi dari berbagai penjuru tanah air. Tujuannya adalah memperkuat sinergi riset dan inovasi demi kemajuan bangsa.
Baca juga: Momen Presiden Prabowo Sapa Menteri Sambil Sebut Almamater Kampus Mereka di KSTI 2025
“KSTI mempertemukan, mengumpulkan para peneliti dan guru besar, khususnya bidang STEM, untuk bersama-sama menyamakan visi berkontribusi memajukan bangsa dan negara Indonesia,” ujar Brian dalam sambutannya, Rabu (6/8/2025).
Lebih dari sekadar konvensi ilmiah, KSTI juga menjadi bagian dari peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang jatuh pada 10 Agustus 2025. Menurut Brian, kegiatan ini mencerminkan semangat dan tekad nasional untuk menjadikan sains dan teknologi sebagai kekuatan utama dalam pembangunan.
Baca juga: KSTI 2025 Jadi Ajang Penyusunan Peta Jalan Riset dan Inovasi Teknologi Nasional
“Sebagai wujud, tekad kita bersama menjadikan sains dan teknologi sebagai salah satu senjata perjuangan bangsa,” tegas Brian.
Dalam laporannya kepada Presiden RI, Brian menyebutkan bahwa jumlah peserta KSTI 2025 melampaui 2.200 orang, yang terdiri dari berbagai unsur penting dalam ekosistem riset dan inovasi nasional. Rinciannya 1.066 peneliti unggul bidang STEM dari seluruh Indonesia, 401 rektor dan wakil rektor dari perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta (PTS), serta perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti).
Kemudian hadir juga 351 dosen STEM dari wilayah Jawa Barat dan Jakarta, 26 diaspora Indonesia yang sedang menjalani studi atau bekerja di luar negeri, 171 mahasiswa doktor bidang STEM, 150 guru besar dan anggota senat akademik ITB.
Lebih dari 250 peserta dari 18 kementerian/lembaga, 15 BUMN dan anak perusahaannya, serta 54 industri yang aktif bermitra dengan perguruan tinggi dalam bidang riset dan pengembangan (R&D).
Kehadiran para ilmuwan, pendidik, praktisi industri, dan perwakilan pemerintah ini menjadikan KSTI 2025 sebagai forum kolaborasi nasional yang inklusif dan visioner.
Brian menekankan bahwa Indonesia tidak bisa bertumpu pada satu sektor semata untuk mencapai lompatan kemajuan. Oleh karena itu, kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah menjadi kunci utama. KSTI 2025 membuka ruang diskusi strategis, peta jalan riset nasional, dan peluang kerja sama konkret.
“Konvensi ini bukan hanya seremoni. Ini momentum strategis untuk membangun komitmen bersama, mengarahkan riset agar relevan dengan kebutuhan bangsa dan industri,” tutur Brian.
Ia berharap kegiatan seperti KSTI dapat terus dilanjutkan dan diperluas skalanya sebagai bagian dari strategi nasional peningkatan kapasitas sains dan teknologi.
(nnz)
Lihat Juga :