KSTI 2025 Hadirkan Ilmuwan Fisika Peraih Nobel, Indonesia Mantapkan Arah Riset
Kamis, 07 Agustus 2025 - 18:16 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Lebih dari Seribu Peneliti Unggul Hadiri Konvensi Sains Teknologi KSTI 2025
2 ilmuwan peraih nobel itu yakni Prof. Konstantin Novoselov, fisikawan Rusia–Inggris dan penerima Nobel Fisika 2010 atas penemuan graphene, hadir membagikan perspektif tentang revolusi material 2D.
Penelitiannya telah membuka jalan baru dalam pengembangan teknologi elektronika dan energi masa depan. Ia saat ini menjabat di National University of Singapore dan University of Manchester.
Sementara itu, Prof. Brian Schmidt, peraih Nobel Fisika 2011, dikenal luas lewat temuan percepatan ekspansi alam semesta. Rektor Australian National University ini merupakan pemimpin tim High-Z Supernova Search Team yang menjadi pionir dalam pengembangan astrofisika modern.
Selain dua peraih Nobel tersebut, KSTI 2025 juga menghadirkan Prof. Chennupati Jagadish, ilmuwan fisika dan nanoteknologi dari ANU serta Presiden Australian Academy of Science, yang fokus pada pengembangan semikonduktor, fotonik, dan sensor.
2 ilmuwan peraih nobel itu yakni Prof. Konstantin Novoselov, fisikawan Rusia–Inggris dan penerima Nobel Fisika 2010 atas penemuan graphene, hadir membagikan perspektif tentang revolusi material 2D.
Penelitiannya telah membuka jalan baru dalam pengembangan teknologi elektronika dan energi masa depan. Ia saat ini menjabat di National University of Singapore dan University of Manchester.
Sementara itu, Prof. Brian Schmidt, peraih Nobel Fisika 2011, dikenal luas lewat temuan percepatan ekspansi alam semesta. Rektor Australian National University ini merupakan pemimpin tim High-Z Supernova Search Team yang menjadi pionir dalam pengembangan astrofisika modern.
Selain dua peraih Nobel tersebut, KSTI 2025 juga menghadirkan Prof. Chennupati Jagadish, ilmuwan fisika dan nanoteknologi dari ANU serta Presiden Australian Academy of Science, yang fokus pada pengembangan semikonduktor, fotonik, dan sensor.
Lihat Juga :