Pemerintah Sediakan Rp1,8 Triliun untuk Riset di 8 Bidang Prioritas Nasional

Jum'at, 08 Agustus 2025 - 18:14 WIB
loading...
Pemerintah Sediakan...
Pemerintah melalui Kemendiktisaintek menyiapkan skema pendanaan riset senilai Rp1,8 triliun. Foto/Diktisaintek.
A A A
BANDUNG - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ( Kemendiktisaintek ) menyiapkan skema pendanaan riset senilai Rp1,8 triliun yang akan difokuskan untuk delapan bidang prioritas. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem riset nasional dan mendorong lahirnya inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Delapan bidang prioritas tersebut meliputi energi, pertahanan, digitalisasi (kecerdasan buatan/AI dan semikonduktor), hilirisasi dan industrialisasi, kesehatan, pangan, maritim, serta material dan manufaktur. Pendanaan akan disalurkan langsung kepada para peneliti, terutama di universitas, untuk mempercepat pengembangan riset strategis.

Baca juga: Wamendiktisaintek Stella Christie: Duplikasi di Dunia Sains Itu Baik

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menegaskan bahwa pembangunan ekosistem riset membutuhkan dua faktor penting, yakni pendanaan dan regulasi.

"Untuk pendanaan, setelah sembilan bulan berada di pemerintahan, kita berhasil hampir melipatgandakan, sekitar 80% kenaikan dana riset. Dana ini akan langsung diberikan kepada peneliti-peneliti di universitas," ujar Stella dalam sesi konferensi pers Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Bandung, Jumat (8/8/2025).

Baca juga: Momen Presiden Prabowo Sapa Menteri Sambil Sebut Almamater Kampus Mereka di KSTI 2025

Dari sisi regulasi, Kemendiktisaintek menyiapkan sejumlah insentif untuk mempermudah akses pendanaan bagi peneliti. Salah satunya, memungkinkan peneliti menerima dana langsung secara pribadi ketika memenangkan hibah riset.

Skema Rp1,8 triliun ini juga akan didukung oleh perbaikan regulasi agar beban administrasi bagi peneliti dan industri semakin ringan.

"Kami ingin beban administrasi diperlancar dan dipermudah, sehingga peneliti bisa fokus menghasilkan inovasi," tambah Stella.

Baca juga: Menkeu Sri Mulyani: Skema Super Tax Deduction Tarik 224 Proposal Riset Senilai Rp1,46 Triliun

Stella juga menekankan pentingnya Indonesia memiliki keunggulan riset di bidang tertentu, layaknya prestasi olahraga yang sudah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

"Kita di olahraga pernah meraih emas Olimpiade di badminton dan panjat tebing. Kita juga perlu kebanggaan seperti itu di sains," tegasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia-Prancis Sepakat...
Indonesia-Prancis Sepakat Perkuat Riset, Inovasi, dan Mobilitas Mahasiswa 2026
Disertasi Doktor Komunikasi...
Disertasi Doktor Komunikasi Ungkap Bahaya Ketergantungan pada AI Smartwatch
Riset LAPI ITB: Konektivitas...
Riset LAPI ITB: Konektivitas Digital Dongkrak PDRB dan Serap 685 Ribu Tenaga Kerja
Dugaan Kekerasan Seksual...
Dugaan Kekerasan Seksual di FHUI, Kemendiktisaintek Tegaskan Pemeriksaan Masih Berjalan
UAI dan University of...
UAI dan University of Edinburgh Dorong Inklusivitas di Dunia Riset dan Pendidikan Tinggi
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan Didorong Lewat Pelatihan Guru dan Kampus Berdampak Nyata
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Rekomendasi
Menjelajah Batavia Lama,...
Menjelajah Batavia Lama, Jejak Bung Karno hingga Charlie Chaplin di Kota Tua Jakarta
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Amanda Manopo Sambangi...
Amanda Manopo Sambangi Polres Metro Jakarta Selatan, Diduga Jadi Korban Pemalsuan Tanda Tangan
Berita Terkini
THE Sustainability Impact...
THE Sustainability Impact Ratings 2026, Western Sydney University Raih Peringkat 3 Dunia
Penting, Ini Jadwal...
Penting, Ini Jadwal Simulasi dan Tes AKAP Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2026
Daftar 34 PTS yang Masuk...
Daftar 34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026, Ada Kampusmu?
Rekrutmen BPKH 2026...
Rekrutmen BPKH 2026 Resmi Dibuka, Simak 9 Formasi, Syarat, Jadwal, dan Link Pendaftaran
Unair Jadi Kampus Terbaik...
Unair Jadi Kampus Terbaik di Indonesia Versi THE Sustainability Impact Ratings 2026
Jangan Jadi Korban!...
Jangan Jadi Korban! Ini Strategi Melawan Hoaks Lowongan Kerja yang Wajib Diketahui
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved