UT Hadirkan Gedung Baru untuk Perluas Akses dan Kualitas Pembelajaran
Rabu, 13 Agustus 2025 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
“Hari ini merupakan momen bersejarah, bukan hanya bagi Universitas Terbuka, tetapi juga bagi pendidikan tinggi Indonesia. Penamaan Gedung Prof. Setijadi adalah bentuk penghormatan terhadap guru besar kita yang telah merintis dan membesarkan UT. Saya berharap UT dapat semakin berperan di era transformasi ini, termasuk dengan mempersiapkan modul pembelajaran berbahasa Inggris dan mengembangkan bahan ajar berkualitas yang bisa digunakan dosen di seluruh Indonesia,” ujar Menteri Brian di Kampus Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, (13/8).
Rektor UT, Mohamad Yunus, menegaskan bahwa pembangunan Gedung Prof. Setijadi bukan semata menambah fasilitas fisik, melainkan juga simbol dari visi dan dedikasi Prof. Setijadi.
Baca juga: Pendidikan Yaqut Cholil Qoumas, Eks Menag yang Dicegah KPK ke Luar Negeri Terkait Kasus Kuota Haji
“Gedung ini menjadi ruang kolaborasi untuk riset, pengembangan teknologi pembelajaran, dan pemanfaatan data guna menciptakan sistem pendidikan yang adaptif menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 dan 5.0. Dengan luas lahan 5.000 m² dan bangunan 2.700 m², kami mengintegrasikan teknologi mutakhir, praktik ramah lingkungan, dan tata kelola modern sebagai pelopor driving digital change di pendidikan tinggi,” ungkap Yunus.
Selain fungsi akademik, gedung ini diharapkan menjadi pusat inovasi yang memperluas akses pendidikan jarak jauh dan mendorong peningkatan kualitas pembelajaran lintas negara. Melalui visi menjangkau seluruh pelosok negeri, UT berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi pendidikan berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Rektor UT, Mohamad Yunus, menegaskan bahwa pembangunan Gedung Prof. Setijadi bukan semata menambah fasilitas fisik, melainkan juga simbol dari visi dan dedikasi Prof. Setijadi.
Baca juga: Pendidikan Yaqut Cholil Qoumas, Eks Menag yang Dicegah KPK ke Luar Negeri Terkait Kasus Kuota Haji
“Gedung ini menjadi ruang kolaborasi untuk riset, pengembangan teknologi pembelajaran, dan pemanfaatan data guna menciptakan sistem pendidikan yang adaptif menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 dan 5.0. Dengan luas lahan 5.000 m² dan bangunan 2.700 m², kami mengintegrasikan teknologi mutakhir, praktik ramah lingkungan, dan tata kelola modern sebagai pelopor driving digital change di pendidikan tinggi,” ungkap Yunus.
Selain fungsi akademik, gedung ini diharapkan menjadi pusat inovasi yang memperluas akses pendidikan jarak jauh dan mendorong peningkatan kualitas pembelajaran lintas negara. Melalui visi menjangkau seluruh pelosok negeri, UT berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi pendidikan berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
(nnz)
Lihat Juga :