ITB-AD Jakarta Cetak Sejarah dengan Konsep Kampus Affiliate Pertama di Indonesia
Kamis, 21 Agustus 2025 - 05:50 WIB
loading...
ITB-AD siap mencetak sejarah baru dengan mempersiapkan diri menjadi kampus affiliate pertama di Indonesia. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta (ITB-AD) siap mencetak sejarah baru dengan mempersiapkan diri menjadi kampus affiliate pertama di Indonesia.
Wacana strategis ini resmi disampaikan dalam Rapat Kerja Tahunan, yang dihadiri seluruh Badan Pembina Harian (BPH), Pimpinan, Dosen dan Tenaga Kependidikan.
Konsep Kampus Affiliate yang diusung ITB-AD menjadi langkah inovatif dalam dunia pendidikan tinggi, menghadirkan model pembelajaran yang memadukan akademik dengan semangat kewirausahaan digital. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya akan belajar teori di ruang kuliah, tetapi juga dilibatkan langsung dalam ekosistem bisnis berbasis afiliasi digital.
Baca juga: Profil Pendidikan Adi Adrian, Ketua WAMI yang Dikritik Musisi soal Pembayaran Royalti
Rektor ITB-AD, Dr. Yayat Sujatna menegaskan bahwa program ini adalah jawaban atas tantangan zaman.
“Kami ingin mahasiswa ITB-AD tidak sekadar lulus dengan ijazah, tetapi juga dengan pengalaman nyata membangun jejaring usaha. Kampus affiliate akan menjadi wadah mahasiswa untuk belajar, berlatih, sekaligus memperoleh pendapatan sejak masih kuliah,” ujarnya dalam Rapat Kerja, melalui siaran pers, Kamis (21/8/2025).
Program Kampus Affiliate akan dijalankan di bawah koordinasi Socio-Technopreneur Center (STC) selaku lembaga Inkubator Bisnis ITB-AD, dengan dukungan para dosen, praktisi industri, serta platform e-commerce. Mahasiswa akan didorong untuk memasarkan produk dan layanan secara digital, mengasah kreativitas, sekaligus membangun personal branding di era ekonomi digital.
Baca juga: Jejak Akademis Hasto Kristiyanto, Kembali Jabat Sekjen PDIP Periode 2025–2030
Lebih lanjut, Yayat menyampaikan inisiatif ini sejalan dengan tren global dan kebutuhan mahasiswa di era digital.
“Kami percaya, affiliate program dapat menjadi media pembelajaran praktis yang memperkuat daya saing lulusan. Mahasiswa tidak hanya siap bekerja, tapi juga siap menciptakan lapangan kerja,” jelasnya.
Dengan misi ini, ITB-AD optimis mampu melahirkan generasi muda yang adaptif, mandiri, dan berjiwa wirausaha. Jika berhasil, model Kampus Affiliate ITBAD berpotensi menjadi rujukan bagi perguruan tinggi lain di Indonesia.
Wacana strategis ini resmi disampaikan dalam Rapat Kerja Tahunan, yang dihadiri seluruh Badan Pembina Harian (BPH), Pimpinan, Dosen dan Tenaga Kependidikan.
Konsep Kampus Affiliate yang diusung ITB-AD menjadi langkah inovatif dalam dunia pendidikan tinggi, menghadirkan model pembelajaran yang memadukan akademik dengan semangat kewirausahaan digital. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya akan belajar teori di ruang kuliah, tetapi juga dilibatkan langsung dalam ekosistem bisnis berbasis afiliasi digital.
Baca juga: Profil Pendidikan Adi Adrian, Ketua WAMI yang Dikritik Musisi soal Pembayaran Royalti
Rektor ITB-AD, Dr. Yayat Sujatna menegaskan bahwa program ini adalah jawaban atas tantangan zaman.
“Kami ingin mahasiswa ITB-AD tidak sekadar lulus dengan ijazah, tetapi juga dengan pengalaman nyata membangun jejaring usaha. Kampus affiliate akan menjadi wadah mahasiswa untuk belajar, berlatih, sekaligus memperoleh pendapatan sejak masih kuliah,” ujarnya dalam Rapat Kerja, melalui siaran pers, Kamis (21/8/2025).
Program Kampus Affiliate akan dijalankan di bawah koordinasi Socio-Technopreneur Center (STC) selaku lembaga Inkubator Bisnis ITB-AD, dengan dukungan para dosen, praktisi industri, serta platform e-commerce. Mahasiswa akan didorong untuk memasarkan produk dan layanan secara digital, mengasah kreativitas, sekaligus membangun personal branding di era ekonomi digital.
Baca juga: Jejak Akademis Hasto Kristiyanto, Kembali Jabat Sekjen PDIP Periode 2025–2030
Lebih lanjut, Yayat menyampaikan inisiatif ini sejalan dengan tren global dan kebutuhan mahasiswa di era digital.
“Kami percaya, affiliate program dapat menjadi media pembelajaran praktis yang memperkuat daya saing lulusan. Mahasiswa tidak hanya siap bekerja, tapi juga siap menciptakan lapangan kerja,” jelasnya.
Dengan misi ini, ITB-AD optimis mampu melahirkan generasi muda yang adaptif, mandiri, dan berjiwa wirausaha. Jika berhasil, model Kampus Affiliate ITBAD berpotensi menjadi rujukan bagi perguruan tinggi lain di Indonesia.
(nnz)
Lihat Juga :