Belajar Lewat Bermain: Strategi Membentuk Anak Cerdas, Mandiri, dan Siap Sekolah
Kamis, 21 Agustus 2025 - 10:04 WIB
loading...
Pendidikan berkualitas merupakan hak mendasar bagi manusia umumnya dan anak Indonesia khususnya. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Pendidikan berkualitas merupakan hak mendasar bagi manusia umumnya dan anak Indonesia khususnya. Hak mendasar ini bahkan sudah diamanatkan dalam UUD 1945 ketika para pendiri bangsa merumuskan bahwa tugas negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pendidikan berkualitas menjadi pintu masuk anak Indonesia untuk menjadi generasi emas. Salah satu aspek yang mendukung pendidikan berkualitas adalah proses pembelajaran.
Anak-anak harus menikmati prosesnya. Lingkungan dan prosesnya harus membuat anak-anak jatuh cinta pada apa yang mereka belajar.
Baca juga: Sri Mulyani Bantah Sebut Guru Beban Negara, Ungkap Video Deepfake
"Kami percaya pembelajaran paling efektif bagi anak-anak, ketika mereka menikmati prosesnya. Kami tidak mengajar anak-anak untuk bisa membaca usia 3 tahun. Kami menciptakan lingkungan di mana mereka jatuh cinta pada proses belajar," kata Arthalia Larsen, Co-founder & Academic Advisor LILLIPODS Indonesia, dalam keterangan resmi, Kamis (21/8/2025).
Arthalia menyampaikan itu pada acara pembukaan LILLIPODS Preschool, di kawasan The Icon BSD, Tangerang, beberapa Waktu lalu.
Peresmian pendidikan anak usia dini (PAUD) berbasis kurikulum pedagogi Finlandia ini dalam rangka merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80
Hadir dalam acara ini Teemu Laakkonen, Chargé d'Affaires of the Finnish Embassy in Jakarta, Inkeri Aimonen, Chief Executive Officer HEI Schools & LILIPODS Headquarter Representative, hingga seluruh jajaran LILLIPODS Preschool Indonesia.
Lanjut Arthalia, filosofi LILLIPODS adalah "Learning with Joy". Matematika dipelajari melalui permainan balok, sains melalui berkebun, dan bahasa Inggris melalui lagu, permainan
dan cerita.
"Hasilnya? Mereka tidak hanya menguasai konsep akademik, tapi juga memiliki rasa percaya diri dan kemampuan memecahkan masalah yang luar biasa." tutur Arthalia.
Dia mengatakan, pendekatan berbasis bermain ini mampu mempersiapkan anak secara akademik. Selain itu, juga mengembangkan keterampilan kognitif, sosial dan kemandirian yang penting untuk membuat anak-anak siap menyambut pendidikan formal.
Anak-anak diajak belajar melalui bermain untuk membangun fondasi akademik yang kuat sekaligus mengembangkan keterampilan sosial, di masa golden age mereka.
"Yang kami tanamkan adalah kecintaan belajar seumur hidup, bersama dengan kemampuan akademik yang dibutuhkan di jenjang edukasi mereka berikutnya," jelas Arthalia.
Pada kesempatan yang sama, Astrid Triandini, Principal of LILLIPODS Preschool at The Icon BSD menyatakan, pihaknya tidak sekadar mengimpor kurikulum Finlandia, tetapi mengadaptasikannya dengan konteks Indonesia.
"Kami percaya bahwa pendidikan berkualitas hak seluruh mendasar seluruh manusia. Oleh sebab itu kami berupaya menawarkan kurikulum pendidikan terbaik untuk anak usia dini, dengan memasukkan unsur budaya lokal Indonesia seperti permainan tradisional dan cerita rakyat dalam pembelajaran.” jelas Astrid.
Lanjut Astrid, meskipun LILLIPODS berupaya menghadirkan pendekatan pendidikan Finlandia yang telah diakui secara internasional, Preschool ini tetap memperhatikan kearifan dan budaya lokal yang sangat sesuai untuk anak-anak Indonesia.
Pendidikan berkualitas menjadi pintu masuk anak Indonesia untuk menjadi generasi emas. Salah satu aspek yang mendukung pendidikan berkualitas adalah proses pembelajaran.
Anak-anak harus menikmati prosesnya. Lingkungan dan prosesnya harus membuat anak-anak jatuh cinta pada apa yang mereka belajar.
Baca juga: Sri Mulyani Bantah Sebut Guru Beban Negara, Ungkap Video Deepfake
"Kami percaya pembelajaran paling efektif bagi anak-anak, ketika mereka menikmati prosesnya. Kami tidak mengajar anak-anak untuk bisa membaca usia 3 tahun. Kami menciptakan lingkungan di mana mereka jatuh cinta pada proses belajar," kata Arthalia Larsen, Co-founder & Academic Advisor LILLIPODS Indonesia, dalam keterangan resmi, Kamis (21/8/2025).
Arthalia menyampaikan itu pada acara pembukaan LILLIPODS Preschool, di kawasan The Icon BSD, Tangerang, beberapa Waktu lalu.
Peresmian pendidikan anak usia dini (PAUD) berbasis kurikulum pedagogi Finlandia ini dalam rangka merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80
Hadir dalam acara ini Teemu Laakkonen, Chargé d'Affaires of the Finnish Embassy in Jakarta, Inkeri Aimonen, Chief Executive Officer HEI Schools & LILIPODS Headquarter Representative, hingga seluruh jajaran LILLIPODS Preschool Indonesia.
Lanjut Arthalia, filosofi LILLIPODS adalah "Learning with Joy". Matematika dipelajari melalui permainan balok, sains melalui berkebun, dan bahasa Inggris melalui lagu, permainan
dan cerita.
"Hasilnya? Mereka tidak hanya menguasai konsep akademik, tapi juga memiliki rasa percaya diri dan kemampuan memecahkan masalah yang luar biasa." tutur Arthalia.
Dia mengatakan, pendekatan berbasis bermain ini mampu mempersiapkan anak secara akademik. Selain itu, juga mengembangkan keterampilan kognitif, sosial dan kemandirian yang penting untuk membuat anak-anak siap menyambut pendidikan formal.
Anak-anak diajak belajar melalui bermain untuk membangun fondasi akademik yang kuat sekaligus mengembangkan keterampilan sosial, di masa golden age mereka.
"Yang kami tanamkan adalah kecintaan belajar seumur hidup, bersama dengan kemampuan akademik yang dibutuhkan di jenjang edukasi mereka berikutnya," jelas Arthalia.
Pada kesempatan yang sama, Astrid Triandini, Principal of LILLIPODS Preschool at The Icon BSD menyatakan, pihaknya tidak sekadar mengimpor kurikulum Finlandia, tetapi mengadaptasikannya dengan konteks Indonesia.
"Kami percaya bahwa pendidikan berkualitas hak seluruh mendasar seluruh manusia. Oleh sebab itu kami berupaya menawarkan kurikulum pendidikan terbaik untuk anak usia dini, dengan memasukkan unsur budaya lokal Indonesia seperti permainan tradisional dan cerita rakyat dalam pembelajaran.” jelas Astrid.
Lanjut Astrid, meskipun LILLIPODS berupaya menghadirkan pendekatan pendidikan Finlandia yang telah diakui secara internasional, Preschool ini tetap memperhatikan kearifan dan budaya lokal yang sangat sesuai untuk anak-anak Indonesia.
(nnz)
Lihat Juga :