Sekolah Rakyat Terapkan Pendekatan Multi-Entry Multi-Exit untuk Fleksibilitas Belajar
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 12:31 WIB
loading...
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan Sekolah Rakyat akan menerapkan pendekatan Multi-Entry Multi-Exit (MEME). Foto/BKHM.
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ( Mendikdasmen ), Abdul Mu’ti, menyampaikan Sekolah Rakyat akan menerapkan pendekatan Multi-Entry Multi-Exit (MEME) yang memberikan fleksibilitas bagi murid untuk memulai dan menyelesaikan studi sesuai dengan kemampuan mereka.
Materi pelajaran dalam Sekolah Rakyat disusun mengikuti pendidikan formal, tetapi dikemas dalam bentuk modul. Dengan begitu, murid memiliki keleluasaan untuk menyelesaikan modul secara berbeda-beda sesuai dengan kapasitas mereka.
Baca juga: Ketika Prabowo Meneteskan Air Mata Mendengar Pesan Siswi Sekolah Rakyat NTT
“Sistemnya, murid tidak harus menempuh mata pelajaran dalam waktu yang sama, tetapi bisa berbeda-beda satu dengan lainnya, sesuai dengan tingkat kemampuannya,” ujar Abdul Mu’ti, melalui siaran pers, Sabtu (23/8/2025).
Mendikdasmen menyampaikan hal ini dalam acara Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di Jakarta, Jumat (22/8/2025).
Lebih lanjut, Mendikdasmen menjelaskan bahwa kurikulum untuk Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan kemampuan praktis dan keahlian yang disesuaikan dengan kondisi sosial maupun lingkungan tempat tinggal murid.
Baca juga: Menko Polkam: Sekolah Rakyat Investasi Bangsa untuk Indonesia Emas 2045
Selain itu, mereka juga dapat mengasah kemampuan yang memungkinkan mereka untuk melanjutkan studi atau bekerja setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Rakyat.
Selain itu, Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya hidden curriculum yang hadir melalui pengalaman belajar sehari-hari di lingkungan sekolah. “Hidden curriculum bermakna bahwa semua pengalaman yang diperoleh selama murid belajar di Sekolah Rakyat adalah bagian tak terpisahkan dari kurikulum,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengapresiasi kerja Kemendikdasmen yang dinilai tepat waktu dalam menyiapkan kurikulum serta menyeleksi kepala sekolah dan guru. Ia menyebut kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci agar program Sekolah Rakyat berjalan dengan baik.
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Muhammad Nuh, menambahkan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidak lepas dari dukungan kuat Kemendikdasmen, termasuk dalam pemetaan talenta murid, guru, dan kepala sekolah.
“Ada korelasi yang sangat kuat antara gaya belajar, guru, dan murid. Ada juga korelasi dengan latar belakang pendidikan. Ini menjadikan kita optimis untuk mengantarkan Sekolah Rakyat jauh lebih sukses lagi,” ujarnya.
Materi pelajaran dalam Sekolah Rakyat disusun mengikuti pendidikan formal, tetapi dikemas dalam bentuk modul. Dengan begitu, murid memiliki keleluasaan untuk menyelesaikan modul secara berbeda-beda sesuai dengan kapasitas mereka.
Baca juga: Ketika Prabowo Meneteskan Air Mata Mendengar Pesan Siswi Sekolah Rakyat NTT
“Sistemnya, murid tidak harus menempuh mata pelajaran dalam waktu yang sama, tetapi bisa berbeda-beda satu dengan lainnya, sesuai dengan tingkat kemampuannya,” ujar Abdul Mu’ti, melalui siaran pers, Sabtu (23/8/2025).
Mendikdasmen menyampaikan hal ini dalam acara Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di Jakarta, Jumat (22/8/2025).
Lebih lanjut, Mendikdasmen menjelaskan bahwa kurikulum untuk Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan kemampuan praktis dan keahlian yang disesuaikan dengan kondisi sosial maupun lingkungan tempat tinggal murid.
Baca juga: Menko Polkam: Sekolah Rakyat Investasi Bangsa untuk Indonesia Emas 2045
Selain itu, mereka juga dapat mengasah kemampuan yang memungkinkan mereka untuk melanjutkan studi atau bekerja setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Rakyat.
Selain itu, Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya hidden curriculum yang hadir melalui pengalaman belajar sehari-hari di lingkungan sekolah. “Hidden curriculum bermakna bahwa semua pengalaman yang diperoleh selama murid belajar di Sekolah Rakyat adalah bagian tak terpisahkan dari kurikulum,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengapresiasi kerja Kemendikdasmen yang dinilai tepat waktu dalam menyiapkan kurikulum serta menyeleksi kepala sekolah dan guru. Ia menyebut kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci agar program Sekolah Rakyat berjalan dengan baik.
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Muhammad Nuh, menambahkan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidak lepas dari dukungan kuat Kemendikdasmen, termasuk dalam pemetaan talenta murid, guru, dan kepala sekolah.
“Ada korelasi yang sangat kuat antara gaya belajar, guru, dan murid. Ada juga korelasi dengan latar belakang pendidikan. Ini menjadikan kita optimis untuk mengantarkan Sekolah Rakyat jauh lebih sukses lagi,” ujarnya.
(nnz)
Lihat Juga :