Profil Peter Berkowitz, Profesor Pembela Zionis Israel yang Diundang UI
Senin, 25 Agustus 2025 - 19:22 WIB
loading...
Universitas Indonesia (UI) mendapat sorotan tajam karena mengundang akademisi bernama Peter Berkowitz. Foto/YouTube.
A
A
A
JAKARTA - Universitas Indonesia (UI) mendapat sorotan tajam karena mengundang akademisi bernama Peter Berkowitz. Yang menjadi masalah adalah Peter Berkowitz dikenal sebagai zionis penentang kemerdekaan Palestina dan pro Israel .
Peter adalah keturunan Yahudi yang acap kali menyatakan dukungan kepada Israel. Bentuk dukungan itu disampaikan dalam buku maupun artikel, salah satu buku berjudul Israel and The Struggle Over the International Law of War yang diterbitkan 2012 silam.
Baca juga: Disorot karena Undang Akademisi Pro Israel, UI Akui Salah dan Minta Maaf
Rektor UI Heri Hermansyah pun mengakui kesalahan lembaganya karena tidak mengecek profil Peter lebih dalam. "Itu kita kecolongan ya," kata Heri Ketika ditemui di Fakultas Hukum UI (FHUI), Depok Jawa Barat, Senin (25/8/2025).
Heri pun menekankan bahwa UI mendukung penuh kemerdekaan rakyat Palestina dari penjajahan Israel. Ia pun akan menemui secara langsung Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun untuk menyampaikan permohonan maaf atas kekhilafannya itu.
Baca juga: Berjasa di Bidang Pendidikan, Mendikdasmen Raih Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo
Lebih lanjut, Heri juga memperketat agar selalu mengecek latarbelakang narasumber agar tetap memperhatikan sensitivitas dengan masyarakat di Indonesia.
"Betul sekarang kita akan selalu mengecek background narasumber yang direkomendasikan dengan lebih ketat dan tetap memperhatikan sensitivitas yang terkait dengan kontekstual dan isu terkini," ungkapnya.
Peter Berkowitz menjadi salah satu pembicara dalam Pengenalan Sistem Akademik Universitas (PSAU) Pascasarjana UI pada Sabtu (23/5/2025) di Balairung, Kampus UI, Depok.
Peter lahir di Deerfield, Illinois pada tahun 1959. Melansir laman hoover.org, Peter adalah dosen hukum tata negara dan yurisprudensi di Fakultas Hukum George Mason University dari tahun 1999 hingga 2006, dan filsafat politik di departemen pemerintahan Harvard University dari tahun 1990 hingga 1999.
Baca juga: MNC University Luncurkan Program Beasiswa untuk Petugas Damkar dan Pegawai Toko Swalayan
Ia meraih gelar doktor dalam ilmu politik dari Yale University. Peter juga mempunyai gelar Naster dalam filsafat dari Universitas Ibrani Yerusalem. Sebelumnya ia meraih dan gelar sarjana dalam sastra Inggris dari Swarthmore College.
Selain mengajar secara teratur di Amerika Serikat dan Israel, Berkowitz telah memimpin seminar tentang prinsip-prinsip kebebasan dan tradisi konstitusional Amerika untuk mahasiswa dari Burma di Pusat Kepresidenan George W. Bush dan untuk mahasiswa Korea di Underwood International College di Universitas Yonsei di Seoul, Korea Selatan.
Peter Berkowitz juga menduduki posisi sebagai Peneliti Senior Tad dan Dianne Taube di Hoover Institution, Stanford University.
Pada periode 2019-2021, Peter menjabat sebagai Direktur Staf Perencanaan Kebijakan Departemen Luar Negeri, sekretaris eksekutif Komisi Hak-Hak yang Tidak Dapat Dicabut Departemen Luar Negeri, dan penasihat senior untuk Menteri Luar Negeri.
Kolumnis untuk RealClearPoliticsini adalah penerima Bradley Prize tahun 2017. Ia juga menjabat sebagai direktur studi untuk The Public Interest Fellowship.
Dia telah menulis ratusan artikel, esai dan ulasan tentang berbagai subjek untuk berbagai publikasi, termasuk The American Interest, the American Political Science Review, The Atlantic, The Chronicle of Higher Education, the Claremont Review of Books, Commentary, First Things, Forbes.com, Haaretz, The Jerusalem Post, dan The London Review of Books.
Karyanya juga termasuk di National Journal, National Review, The New Criterion, The New Republic, Policy Review, Politico, The Public Interest, the Times Literary Supplement, The Wall Street Journal, the Washington Post, The Weekly Standard, The Wilson Quarterly, dan the Yale Law Journal.
Demikian profil Peter Berkowitz yang diundang UI sebagai pembicara dan mendapat reaksi keras masyarakat.
Peter adalah keturunan Yahudi yang acap kali menyatakan dukungan kepada Israel. Bentuk dukungan itu disampaikan dalam buku maupun artikel, salah satu buku berjudul Israel and The Struggle Over the International Law of War yang diterbitkan 2012 silam.
Baca juga: Disorot karena Undang Akademisi Pro Israel, UI Akui Salah dan Minta Maaf
Rektor UI Heri Hermansyah pun mengakui kesalahan lembaganya karena tidak mengecek profil Peter lebih dalam. "Itu kita kecolongan ya," kata Heri Ketika ditemui di Fakultas Hukum UI (FHUI), Depok Jawa Barat, Senin (25/8/2025).
Heri pun menekankan bahwa UI mendukung penuh kemerdekaan rakyat Palestina dari penjajahan Israel. Ia pun akan menemui secara langsung Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun untuk menyampaikan permohonan maaf atas kekhilafannya itu.
Baca juga: Berjasa di Bidang Pendidikan, Mendikdasmen Raih Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo
Lebih lanjut, Heri juga memperketat agar selalu mengecek latarbelakang narasumber agar tetap memperhatikan sensitivitas dengan masyarakat di Indonesia.
"Betul sekarang kita akan selalu mengecek background narasumber yang direkomendasikan dengan lebih ketat dan tetap memperhatikan sensitivitas yang terkait dengan kontekstual dan isu terkini," ungkapnya.
Profil Peter Berkowitz
Peter Berkowitz menjadi salah satu pembicara dalam Pengenalan Sistem Akademik Universitas (PSAU) Pascasarjana UI pada Sabtu (23/5/2025) di Balairung, Kampus UI, Depok.
Peter lahir di Deerfield, Illinois pada tahun 1959. Melansir laman hoover.org, Peter adalah dosen hukum tata negara dan yurisprudensi di Fakultas Hukum George Mason University dari tahun 1999 hingga 2006, dan filsafat politik di departemen pemerintahan Harvard University dari tahun 1990 hingga 1999.
Baca juga: MNC University Luncurkan Program Beasiswa untuk Petugas Damkar dan Pegawai Toko Swalayan
Ia meraih gelar doktor dalam ilmu politik dari Yale University. Peter juga mempunyai gelar Naster dalam filsafat dari Universitas Ibrani Yerusalem. Sebelumnya ia meraih dan gelar sarjana dalam sastra Inggris dari Swarthmore College.
Selain mengajar secara teratur di Amerika Serikat dan Israel, Berkowitz telah memimpin seminar tentang prinsip-prinsip kebebasan dan tradisi konstitusional Amerika untuk mahasiswa dari Burma di Pusat Kepresidenan George W. Bush dan untuk mahasiswa Korea di Underwood International College di Universitas Yonsei di Seoul, Korea Selatan.
Peter Berkowitz juga menduduki posisi sebagai Peneliti Senior Tad dan Dianne Taube di Hoover Institution, Stanford University.
Pada periode 2019-2021, Peter menjabat sebagai Direktur Staf Perencanaan Kebijakan Departemen Luar Negeri, sekretaris eksekutif Komisi Hak-Hak yang Tidak Dapat Dicabut Departemen Luar Negeri, dan penasihat senior untuk Menteri Luar Negeri.
Kolumnis untuk RealClearPoliticsini adalah penerima Bradley Prize tahun 2017. Ia juga menjabat sebagai direktur studi untuk The Public Interest Fellowship.
Dia telah menulis ratusan artikel, esai dan ulasan tentang berbagai subjek untuk berbagai publikasi, termasuk The American Interest, the American Political Science Review, The Atlantic, The Chronicle of Higher Education, the Claremont Review of Books, Commentary, First Things, Forbes.com, Haaretz, The Jerusalem Post, dan The London Review of Books.
Karyanya juga termasuk di National Journal, National Review, The New Criterion, The New Republic, Policy Review, Politico, The Public Interest, the Times Literary Supplement, The Wall Street Journal, the Washington Post, The Weekly Standard, The Wilson Quarterly, dan the Yale Law Journal.
Demikian profil Peter Berkowitz yang diundang UI sebagai pembicara dan mendapat reaksi keras masyarakat.
(nnz)
Lihat Juga :