Lawan 14 Negara, Mahasiswa UI Raih Medali Emas di Kejuaraan Taekwondo Malaysia 2025
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
“Pengalaman paling berkesan adalah saat melihat bendera merah putih dan bendera FHUI dikibarkan oleh pelatih di tribun penonton. Momen itu membuat saya menjadi lebih bersemangat untuk tampil maksimal dan membawa nama baik UI,” ungkap Athyana.
Prestasi Athyana dalam ajang MBW International Taekwondo Championship 2025 menjadi capaian terbaru dalam perjalanannya di dunia taekwondo. Ia menekuni olahraga bela diri asal Korea ini sejak usia 6 tahun ketika masih duduk di bangku kelas 1 SD. Saat ini, ia memegang sabuk hitam DAN-2, hasil dari latihan bertahun-tahun bersama keluarganya yang juga praktisi taekwondo.
“Awalnya, motivasi ini datang dari keluarga. Orang tua dan kakak-kakak semuanya pemegang sabuk hitam. Saya juga mendapat bimbingan dari Grand Master perempuan pemegang sabuk tertinggi di Indonesia yang berpengalaman sebagai pelatih nasional dan atlet internasional. Di bawah bimbingannya, saya mengembangkan bakat ini hingga meraih berbagai prestasi, termasuk medali perak dan perunggu dalam 10th US Open Taekwondo Hanmadang,” kata Athyana.
Selain berprestasi di bidang olahraga, Athyana aktif berorganisasi. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua BSO Recht Taekwondo FHUI, organisasi mahasiswa yang menaungi minat dan bakat di bidang taekwondo. Ia berharap organisasinya semakin aktif dan mampu melahirkan atlet-atlet baru yang bisa menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional.
Sepak Terjang Athyana di Dunia Taekwondo
Prestasi Athyana dalam ajang MBW International Taekwondo Championship 2025 menjadi capaian terbaru dalam perjalanannya di dunia taekwondo. Ia menekuni olahraga bela diri asal Korea ini sejak usia 6 tahun ketika masih duduk di bangku kelas 1 SD. Saat ini, ia memegang sabuk hitam DAN-2, hasil dari latihan bertahun-tahun bersama keluarganya yang juga praktisi taekwondo.
“Awalnya, motivasi ini datang dari keluarga. Orang tua dan kakak-kakak semuanya pemegang sabuk hitam. Saya juga mendapat bimbingan dari Grand Master perempuan pemegang sabuk tertinggi di Indonesia yang berpengalaman sebagai pelatih nasional dan atlet internasional. Di bawah bimbingannya, saya mengembangkan bakat ini hingga meraih berbagai prestasi, termasuk medali perak dan perunggu dalam 10th US Open Taekwondo Hanmadang,” kata Athyana.
Selain berprestasi di bidang olahraga, Athyana aktif berorganisasi. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua BSO Recht Taekwondo FHUI, organisasi mahasiswa yang menaungi minat dan bakat di bidang taekwondo. Ia berharap organisasinya semakin aktif dan mampu melahirkan atlet-atlet baru yang bisa menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional.
(nnz)
Lihat Juga :