Pendidikan Adies Kadir, Anggota DPR RI yang Dinonaktifkan Golkar karena Salah Hitung Tunjangan
Selasa, 02 September 2025 - 10:06 WIB
loading...
Riwayat pendidikan Adies Kadir menjadi sorotan publik. Foto/SINDOnews.
A
A
A
JAKARTA - Riwayat pendidikan Adies Kadir menjadi sorotan publik dikarenakan belakangan ini namanya ramai diperbincangkan. Hal ini tak terlepas dari dinonaktifkannya ia sebagai anggota DPR oleh Partai Golkar.
Penonaktifan Adies Kadir ini merupakan respons terhadap pernyataan kontroversialnya terkait gaji dan tunjangan yang diterima anggota parlemen, khususnya soal tunjangan rumah yang ternyata salah hitung.
Keputusan partai menonaktifkan Adies Kadir diumumkan oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, pada Minggu, 31 Agustus 2025, dan berlaku efektif sejak Senin, 1 September 2025.
Baca juga: Gegara Penonaktifan, Eko Patrio hingga Ahmad Sahroni Bakal Dilaporkan ke MKD DPR
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menambahkan bahwa penonaktifan ini diambil setelah mencermati dinamika dan aspirasi masyarakat yang berkembang belakangan ini.
Kini dengan dinonaktifkannya Adies, Partai Golkar masih melakukan pembahasan lanjutan terkait penggantinya di Fraksi Golkar DPR RI.
Baca juga: Adies Kadir Dinonaktifkan tapi Masih Dapat Gaji, Bahlil: Nanti Kita Lihat!
Sementara Adies sendiri menjadi pelajaran penting tentang bagaimana isu yang berhubungan dengan etika dan transparansi keuangan dapat berdampak besar pada karier politik seseorang, terlepas dari latar belakang pendidikan dan pengalaman politiknya yang panjang.
Adies Kadir, yang lahir pada 17 Oktober 1968 di Balikpapan, Kalimantan Timur, merupakan sosok politisi yang cukup berpengalaman. Selama ini, ia dikenal sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur I sejak periode 2014-2025 dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI pada periode 2024-2025.
Namun, karier politiknya harus mengalami ujian berat karena isu tersebut yang mengguncang namanya di publik dan partainya.
Mengutip dari data yang ada, pendidikan formal Adies Kadir sangat beragam dan menunjukkan perjalanan akademik yang cukup panjang dan mendalam.
Ia mengawali pendidiannya di SDN Selat VII di Kapuas dan SMPN 1 Samarinda . Kemudian ia pindah ke Kupang dan melanjutkan sekolah di SMAN 3.
Adies lalu menamatkan pendidikan S1 Teknik Sipil dari Universitas Wijaya Kusuma.
Tidak hanya satu bidang, Adies juga melanjutkan studi S1 Kedua di bidang Hukum di Universitas Merdeka dan lulus pada 2003. Keseriusannya dalam bidang hukum berlanjut hingga ia menempuh pendidikan S2 Hukum di universitas yang sama pada tahun 2007. Puncak pendidikannya adalah gelar doktor (S3) di bidang hukum yang diperoleh dari Universitas 17 Agustus pada tahun 2017.
Demikian riwayat pendidikan Adies Kadir yang kini dinonaktifkan Golkar gara-gara bicara tunjangan rumah.
M/G Nabila Sahrani Isrofaatin
Penonaktifan Adies Kadir ini merupakan respons terhadap pernyataan kontroversialnya terkait gaji dan tunjangan yang diterima anggota parlemen, khususnya soal tunjangan rumah yang ternyata salah hitung.
Keputusan partai menonaktifkan Adies Kadir diumumkan oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, pada Minggu, 31 Agustus 2025, dan berlaku efektif sejak Senin, 1 September 2025.
Baca juga: Gegara Penonaktifan, Eko Patrio hingga Ahmad Sahroni Bakal Dilaporkan ke MKD DPR
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menambahkan bahwa penonaktifan ini diambil setelah mencermati dinamika dan aspirasi masyarakat yang berkembang belakangan ini.
Kini dengan dinonaktifkannya Adies, Partai Golkar masih melakukan pembahasan lanjutan terkait penggantinya di Fraksi Golkar DPR RI.
Baca juga: Adies Kadir Dinonaktifkan tapi Masih Dapat Gaji, Bahlil: Nanti Kita Lihat!
Sementara Adies sendiri menjadi pelajaran penting tentang bagaimana isu yang berhubungan dengan etika dan transparansi keuangan dapat berdampak besar pada karier politik seseorang, terlepas dari latar belakang pendidikan dan pengalaman politiknya yang panjang.
Riwayat Pendidikan Adies Kadir
Adies Kadir, yang lahir pada 17 Oktober 1968 di Balikpapan, Kalimantan Timur, merupakan sosok politisi yang cukup berpengalaman. Selama ini, ia dikenal sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur I sejak periode 2014-2025 dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI pada periode 2024-2025.
Namun, karier politiknya harus mengalami ujian berat karena isu tersebut yang mengguncang namanya di publik dan partainya.
Mengutip dari data yang ada, pendidikan formal Adies Kadir sangat beragam dan menunjukkan perjalanan akademik yang cukup panjang dan mendalam.
Ia mengawali pendidiannya di SDN Selat VII di Kapuas dan SMPN 1 Samarinda . Kemudian ia pindah ke Kupang dan melanjutkan sekolah di SMAN 3.
Adies lalu menamatkan pendidikan S1 Teknik Sipil dari Universitas Wijaya Kusuma.
Tidak hanya satu bidang, Adies juga melanjutkan studi S1 Kedua di bidang Hukum di Universitas Merdeka dan lulus pada 2003. Keseriusannya dalam bidang hukum berlanjut hingga ia menempuh pendidikan S2 Hukum di universitas yang sama pada tahun 2007. Puncak pendidikannya adalah gelar doktor (S3) di bidang hukum yang diperoleh dari Universitas 17 Agustus pada tahun 2017.
Demikian riwayat pendidikan Adies Kadir yang kini dinonaktifkan Golkar gara-gara bicara tunjangan rumah.
M/G Nabila Sahrani Isrofaatin
(nnz)
Lihat Juga :