Cerita Nur Agis Aulia, Peraih Beasiswa Tanoto yang Sukses Jadi Wakil Wali Kota Serang
Selasa, 02 September 2025 - 16:51 WIB
loading...
A
A
A
Maklum, desa-desa di wilayah Serang Banten masih tertinggal dan angka kemiskinan begitu tinggi.
“Saya melihat bahwa di desa itu tingkat kemiskinan dan penganggurannya besar bukan karena minimnya SDM, tapi potensi di sana tidak dioptimalkan,” katanya.
Dari situlah, dia melihat peluang di bidang agroindustri, khususnya peternakan domba dan kambing. Meski tidak memiliki latar belakang dan pendidikan di bidang tersebut, dia bisa melihat bahwa potensi pasar sektor peternakan masih terbuka lebar.
“Selama manusia belum bisa makan batu, plastik, atau kertas, juga selama ibadah kurban bukan menyembelih ayam atau kelinci, dengan jumlah penduduk dan kebutuhannya, nah ini potensi besar,” selorohnya.
Agis akhirnya mantap mendirikan Jawara Farm, sebuah peternakan kambing dan domba terintegrasi.
Tak semata hitung-hitungan bisnis, melalui usaha ini dia memberdayakan petani dan peternak setempat. Agis menyiapkan skema bisnis yang membuat peternak memperoleh pendapatan rutin secara harian, mingguan, bulanan, bahkan tahunan.
Dengan semangat learning by doing, Agis mengembangkan usahanya. Bukannya tanpa tantangan, wirausaha itu juga pernah mengalami masa-masa sulit, seperti saat Agis ditipu karyawannya.
Namun dengan prinsip don’t give up yang dia pegang, Agis bangkit kembali. Kerja kerasnya pun membuahkan hasil. Dari hanya di Kota Serang, usaha ternak Agis kemudian mencakup Serang Raya dan meluas hingga Provinsi Banten, bahkan hingga kabupaten lainnya di Jawa Tengah.
“Sekarang kami memiliki mitra aktif di Bogor, Jawa Barat, dan di Magelang, Jawa Tengah. Kami kembangkan kolaborasi dengan peternak domba dan kambing di seluruh Indonesia,” ungkap Agis yang lantas berjuluk Juragan Kambing.
Networking Menjadi Kunci
Keberhasilan Nur Agis Aulia yang kini menjadi Wakil Wali Kota Serang tidak lepas dari berbagai ikhtiar yang dia lakukan.
Saat kuliah, dia aktif di Koperasi Mahasiswa UGM dan pernah menduduki posisi sebagai ketua.
“Saya melihat bahwa di desa itu tingkat kemiskinan dan penganggurannya besar bukan karena minimnya SDM, tapi potensi di sana tidak dioptimalkan,” katanya.
Dari situlah, dia melihat peluang di bidang agroindustri, khususnya peternakan domba dan kambing. Meski tidak memiliki latar belakang dan pendidikan di bidang tersebut, dia bisa melihat bahwa potensi pasar sektor peternakan masih terbuka lebar.
“Selama manusia belum bisa makan batu, plastik, atau kertas, juga selama ibadah kurban bukan menyembelih ayam atau kelinci, dengan jumlah penduduk dan kebutuhannya, nah ini potensi besar,” selorohnya.
Agis akhirnya mantap mendirikan Jawara Farm, sebuah peternakan kambing dan domba terintegrasi.
Tak semata hitung-hitungan bisnis, melalui usaha ini dia memberdayakan petani dan peternak setempat. Agis menyiapkan skema bisnis yang membuat peternak memperoleh pendapatan rutin secara harian, mingguan, bulanan, bahkan tahunan.
Dengan semangat learning by doing, Agis mengembangkan usahanya. Bukannya tanpa tantangan, wirausaha itu juga pernah mengalami masa-masa sulit, seperti saat Agis ditipu karyawannya.
Namun dengan prinsip don’t give up yang dia pegang, Agis bangkit kembali. Kerja kerasnya pun membuahkan hasil. Dari hanya di Kota Serang, usaha ternak Agis kemudian mencakup Serang Raya dan meluas hingga Provinsi Banten, bahkan hingga kabupaten lainnya di Jawa Tengah.
“Sekarang kami memiliki mitra aktif di Bogor, Jawa Barat, dan di Magelang, Jawa Tengah. Kami kembangkan kolaborasi dengan peternak domba dan kambing di seluruh Indonesia,” ungkap Agis yang lantas berjuluk Juragan Kambing.
Networking Menjadi Kunci
Keberhasilan Nur Agis Aulia yang kini menjadi Wakil Wali Kota Serang tidak lepas dari berbagai ikhtiar yang dia lakukan.
Saat kuliah, dia aktif di Koperasi Mahasiswa UGM dan pernah menduduki posisi sebagai ketua.
Lihat Juga :