Pameran SDS/SSN FSRD IKJ 2025 'Tinggal Ketok' Pamerkan Karya Tugas Akhir Mahasiswa
Selasa, 09 September 2025 - 10:34 WIB
loading...
FSRD IKJ resmi menggelar Pameran SDS/SSN bertajuk Tinggal Ketok di Galeri Cipta I dan II, Gedung Trisno Sumardjo, lantai 3, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.Foto/Ist.
A
A
A
JAKARTA - Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Kesenian Jakarta (FSRD IKJ) resmi menggelar Pameran SDS/SSN bertajuk “Tinggal Ketok” di Galeri Cipta I dan II, Gedung Trisno Sumardjo, lantai 3, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.
Pameran karya tugas akhir lulusan FSRD IKJ tahun akademik 2024/2025 ini dibuka secara resmi pada Senin, 8 September 2025 dan berlangsung hingga empat hari ke depan.
Baca juga: Profil Pendidikan Ray Sahetapy, Aktor Legendaris Indonesia
Sebanyak 48 mahasiswa dari berbagai program studi menampilkan hasil karya kreatif mereka. Pameran ini tidak hanya memamerkan karya seni rupa dan desain, tetapi juga menghadirkan rangkaian acara seperti artist talk dan tur pameran yang akan diikuti siswa-siswi SMA/SMK.
Dekan FSRD IKJ, Adlien Fadlia, menjelaskan bahwa tema “Tinggal Ketok” dipilih sebagai simbol konfirmasi bahwa mahasiswa telah menyelesaikan tahap yudisium semester genap 2024/2025. Pameran ini menjadi validasi sebelum para lulusan resmi menyandang gelar Sarjana Seni maupun Sarjana Desain pada saat wisuda.
“Proses berkarya mahasiswa FSRD IKJ melalui tahapan riset, eksplorasi ide, eksperimen teknik, hingga perwujudan karya. Jadi ketika mereka memamerkan tugas akhir ini, itu adalah hasil proses akademik yang terukur, bukan instan,” ujar Adlien.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kelebihan lulusan dengan latar belakang akademik adalah kemampuan memahami tahapan proses kreatif secara menyeluruh, termasuk riset primer melalui observasi dan wawancara, maupun riset sekunder melalui literatur.
Pameran “Tinggal Ketok” menjadi bukti nyata perjalanan akademik mahasiswa sekaligus media komunikasi dengan publik. Acara ini juga berfungsi sebagai promosi prodi-prodi unggulan FSRD IKJ, seperti Desain Komunikasi Visual (DKV), Desain Interior, Desain Mode dan Busana, Kriya Seni, serta Seni Murni.
Menurut pihak fakultas, pameran ini diharapkan mampu menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda yang baru memulai pendidikan di FSRD IKJ. Kebetulan, pembukaan pameran ini bertepatan dengan awal perkuliahan mahasiswa baru, sehingga menjadi momentum pengenalan proses kreatif di lingkungan kampus seni.
Salah satu mahasiswa sekaligus ketua pelaksana pameran, Nadhira, mengangkat tugas akhir bertema visual storytelling yang dikolaborasikan dengan sebuah brand parfum bernama Arakasa.
Nadhira merancang branding parfum dari nol, mulai dari ilustrasi label, kemasan (hardbox), hingga konsep interaktif berupa barcode yang membawa pengunjung ke cerita tiap varian parfum. “Varian parfumnya disesuaikan dengan cerita, misalnya musim dingin yang digambarkan melalui notes tertentu. Semua proses ini saya kerjakan selama empat hingga enam bulan,” ungkapnya.
Kesulitan terbesar yang dialami Nadhira adalah merancang hardbox interaktif berbentuk buku dengan sistem magnet yang juga berfungsi sebagai kemasan parfum.
Pameran karya tugas akhir lulusan FSRD IKJ tahun akademik 2024/2025 ini dibuka secara resmi pada Senin, 8 September 2025 dan berlangsung hingga empat hari ke depan.
Baca juga: Profil Pendidikan Ray Sahetapy, Aktor Legendaris Indonesia
Sebanyak 48 mahasiswa dari berbagai program studi menampilkan hasil karya kreatif mereka. Pameran ini tidak hanya memamerkan karya seni rupa dan desain, tetapi juga menghadirkan rangkaian acara seperti artist talk dan tur pameran yang akan diikuti siswa-siswi SMA/SMK.
Tema Tinggal Ketok sebagai Konfirmasi Lulusan
Dekan FSRD IKJ, Adlien Fadlia, menjelaskan bahwa tema “Tinggal Ketok” dipilih sebagai simbol konfirmasi bahwa mahasiswa telah menyelesaikan tahap yudisium semester genap 2024/2025. Pameran ini menjadi validasi sebelum para lulusan resmi menyandang gelar Sarjana Seni maupun Sarjana Desain pada saat wisuda.
“Proses berkarya mahasiswa FSRD IKJ melalui tahapan riset, eksplorasi ide, eksperimen teknik, hingga perwujudan karya. Jadi ketika mereka memamerkan tugas akhir ini, itu adalah hasil proses akademik yang terukur, bukan instan,” ujar Adlien.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kelebihan lulusan dengan latar belakang akademik adalah kemampuan memahami tahapan proses kreatif secara menyeluruh, termasuk riset primer melalui observasi dan wawancara, maupun riset sekunder melalui literatur.
Ajang Apresiasi dan Promosi Prodi FSRD IKJ
Pameran “Tinggal Ketok” menjadi bukti nyata perjalanan akademik mahasiswa sekaligus media komunikasi dengan publik. Acara ini juga berfungsi sebagai promosi prodi-prodi unggulan FSRD IKJ, seperti Desain Komunikasi Visual (DKV), Desain Interior, Desain Mode dan Busana, Kriya Seni, serta Seni Murni.
Menurut pihak fakultas, pameran ini diharapkan mampu menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda yang baru memulai pendidikan di FSRD IKJ. Kebetulan, pembukaan pameran ini bertepatan dengan awal perkuliahan mahasiswa baru, sehingga menjadi momentum pengenalan proses kreatif di lingkungan kampus seni.
Kisah Tugas Akhir Mahasiswa: Visual Storytelling dan Parfum
Salah satu mahasiswa sekaligus ketua pelaksana pameran, Nadhira, mengangkat tugas akhir bertema visual storytelling yang dikolaborasikan dengan sebuah brand parfum bernama Arakasa.
Nadhira merancang branding parfum dari nol, mulai dari ilustrasi label, kemasan (hardbox), hingga konsep interaktif berupa barcode yang membawa pengunjung ke cerita tiap varian parfum. “Varian parfumnya disesuaikan dengan cerita, misalnya musim dingin yang digambarkan melalui notes tertentu. Semua proses ini saya kerjakan selama empat hingga enam bulan,” ungkapnya.
Kesulitan terbesar yang dialami Nadhira adalah merancang hardbox interaktif berbentuk buku dengan sistem magnet yang juga berfungsi sebagai kemasan parfum.
(nnz)
Lihat Juga :