Jejak Pendidikan Gus Irfan, Menteri Haji dan Umrah Pertama Republik Indonesia
Rabu, 10 September 2025 - 05:00 WIB
loading...
disapa Gus Irfan resmi dilantik menjadi Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 8 September 2025. Foto/Instagram @gus.irfanyusuf.
A
A
A
JAKARTA - Riwayat pendidikan Gus Irfan , Menteri Haji dan Umrah pertama Republik Indonesia menarik untuk diulas. Mochamad Irfan Yusuf atau yang sering disapa Gus Irfan resmi dilantik menjadi Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 8 September 2025.
Pengangkatan ini menandai pembentukan kementerian baru yang bertugas khusus mengelola penyelenggaraan ibadah haji dan umrah secara lebih profesional dan terfokus.
Baca juga: Resmi Jadi Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan Ungkap Pesan Prabowo
Gus Irfan lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 24 April 1962, dan merupakan putra KH Yusuf Hasyim serta cucu dari KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Ia tumbuh dalam lingkungan pesantren Tebuireng yang berpengaruh dalam sejarah Islam dan pendidikan di Indonesia.
Riwayat pendidikan Gus Irfan sangat mumpuni, dimulai dari sekolah dasar dan menengah di kota kelahirannya. Ia menempuh pendidikan menengah atas di Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP) yang kini dikenal sebagai SMA Negeri 2 Jombang, lulus pada 1981.
Baca juga: Profil Pendidikan Mochamad Irfan Yusuf yang Resmi Dilantik Jadi Menteri Haji dan Umrah
Selanjutnya, ia melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi di Universitas Brawijaya, Malang, dan meraih gelar Sarjana pada tahun 1985. Tidak berhenti sampai di situ, Gus Irfan mengambil pendidikan pascasarjana di universitas yang sama dan lulus dengan gelar Magister pada 2002.
Puncak akademiknya diraih pada Februari 2025, saat Gus Irfan berhasil menyelesaikan program Doktoral Manajemen Pendidikan Islam (S3) di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki), Malang. Disertasinya mengangkat tema kepemimpinan transformasional KH Muhammad Yusuf Hasyim dalam melestarikan tradisi pesantren Tebuireng di Jombang.
Baca juga: Profil Gus Irfan, Cucu KH Hasyim Asy'ari yang Jadi Menteri Haji dan Umrah
Selain berkarier di ranah akademis, Gus Irfan juga aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum Pesantren Tebuireng (1989-2006) dan aktif dalam beberapa lembaga NU seperti RMI Jawa Timur dan Lembaga Perekonomian NU. Pada Pemilu 2024, ia terpilih menjadi anggota DPR dari Partai Gerindra dengan perolehan suara sebanyak 77.433 dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VIII.
Namun, jabatannya di DPR dilepaskan setelah diangkat menjadi Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) pada 22 Oktober 2024. Kini, dengan transformasi BP Haji menjadi Kementerian Haji dan Umrah yang direncanakan mulai 2026, Gus Irfan dipercaya menjadi menteri pertama yang memimpin kementerian ini.
Gus Irfan menegaskan bahwa transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, tetapi membawa tanggung jawab yang lebih luas demi peningkatan pelayanan kepada jamaah haji Indonesia sesuai amanah Presiden Prabowo Subianto.
Pada tahun 2025, penyelenggaraan haji masih dilakukan oleh Kementerian Agama melalui Ditjen PHU, namun tahun 2026 BP Haji atau Kementerian Haji dan Umrah akan menjadi otoritas tunggal dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Riwayat pendidikan yang kuat dan pengalaman Gus Irfan di bidang pesantren dan organisasi keagamaan menjadi modal utama bagi beliau untuk mengemban tugas strategis ini sebagai Menteri Haji dan Umrah pertama di Indonesia.
M/G Nabila Sahrani Isrofaatin
Pengangkatan ini menandai pembentukan kementerian baru yang bertugas khusus mengelola penyelenggaraan ibadah haji dan umrah secara lebih profesional dan terfokus.
Baca juga: Resmi Jadi Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan Ungkap Pesan Prabowo
Gus Irfan lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 24 April 1962, dan merupakan putra KH Yusuf Hasyim serta cucu dari KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Ia tumbuh dalam lingkungan pesantren Tebuireng yang berpengaruh dalam sejarah Islam dan pendidikan di Indonesia.
Riwayat pendidikan Gus Irfan sangat mumpuni, dimulai dari sekolah dasar dan menengah di kota kelahirannya. Ia menempuh pendidikan menengah atas di Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP) yang kini dikenal sebagai SMA Negeri 2 Jombang, lulus pada 1981.
Baca juga: Profil Pendidikan Mochamad Irfan Yusuf yang Resmi Dilantik Jadi Menteri Haji dan Umrah
Selanjutnya, ia melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi di Universitas Brawijaya, Malang, dan meraih gelar Sarjana pada tahun 1985. Tidak berhenti sampai di situ, Gus Irfan mengambil pendidikan pascasarjana di universitas yang sama dan lulus dengan gelar Magister pada 2002.
Puncak akademiknya diraih pada Februari 2025, saat Gus Irfan berhasil menyelesaikan program Doktoral Manajemen Pendidikan Islam (S3) di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki), Malang. Disertasinya mengangkat tema kepemimpinan transformasional KH Muhammad Yusuf Hasyim dalam melestarikan tradisi pesantren Tebuireng di Jombang.
Baca juga: Profil Gus Irfan, Cucu KH Hasyim Asy'ari yang Jadi Menteri Haji dan Umrah
Selain berkarier di ranah akademis, Gus Irfan juga aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum Pesantren Tebuireng (1989-2006) dan aktif dalam beberapa lembaga NU seperti RMI Jawa Timur dan Lembaga Perekonomian NU. Pada Pemilu 2024, ia terpilih menjadi anggota DPR dari Partai Gerindra dengan perolehan suara sebanyak 77.433 dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VIII.
Namun, jabatannya di DPR dilepaskan setelah diangkat menjadi Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) pada 22 Oktober 2024. Kini, dengan transformasi BP Haji menjadi Kementerian Haji dan Umrah yang direncanakan mulai 2026, Gus Irfan dipercaya menjadi menteri pertama yang memimpin kementerian ini.
Gus Irfan menegaskan bahwa transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, tetapi membawa tanggung jawab yang lebih luas demi peningkatan pelayanan kepada jamaah haji Indonesia sesuai amanah Presiden Prabowo Subianto.
Pada tahun 2025, penyelenggaraan haji masih dilakukan oleh Kementerian Agama melalui Ditjen PHU, namun tahun 2026 BP Haji atau Kementerian Haji dan Umrah akan menjadi otoritas tunggal dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Riwayat pendidikan yang kuat dan pengalaman Gus Irfan di bidang pesantren dan organisasi keagamaan menjadi modal utama bagi beliau untuk mengemban tugas strategis ini sebagai Menteri Haji dan Umrah pertama di Indonesia.
M/G Nabila Sahrani Isrofaatin
(nnz)
Lihat Juga :